Ternyata Benar, Zombie Memang Tak Bisa Mati…

Judul Game : Dead Island
Dev / Pub : Techland / Deep Silver
Konsol : X360, PS3, PC
Tanggal Rilis : TBA 2011
Genre : Survival Horror

Pasca Rockstar membuat kejutan melalui paket downloadable Undead Nightmare untuk Red Dead Redemption, sepertinya makin banyak developer yang percaya diri mengangkat status makhluk undead mengerikan tersebut. Apalagi Resident Evil yang dianggap pertama kali mempopulerkan konsep game survival melawan zombie, kini justru berusaha mengusir rutinitas dengan memasang jenis-jenis musuh baru dalam seri kelimanya. Melihat tanggapan positif atas beberapa game bertema survival tersebut, kesimpulannya ternyata memang makhluk undead seperti zombie adalah komoditi yang bagus untuk dijual.

Salah satu yang mencoba berkutat dengan zombie adalah Techland, developer Polandia yang terkenal lewat Call of Juarez, dan baru-baru ini nail’d. Sejak 2007 lalu mereka telah memulai pengembangan survival horror berjudul Dead Island. Saat itu mereka mengenalkan Dead Island sebagai game survival, dengan setting pulau tropis,gameplay first-person yang non linear dengan setting yang terbuka, serta pertarungan fokus jarak dekat (bahkan melee atau hand-to-hand) yang realistik. Ceritanya, sepasang suami istri yang hendak berlibur, pesawatnya jatuh sehingga mereka terdampar di sebuah pulau. Pengembangan game tersebut berlangsung lambat, hingga terakhir terdengar kabarnya pada 2009, dan kemudian Techland menutup rapat arus informasi Dead Island.

Untungnya pengembangan terus berlanjut, dan minggu lalu mereka memberikan update melalui sebuah trailer keren, yang banyak dipuji sebagai trailer game terbaik hingga kuartal pertama 2011 ini. Dari demo playable dan penjelasan developer, tidak banyak yang berubah. Namun justru arahnya lebih jelas. Bisa dibayangkan pengembangan karakter ala Borderlands dengan setting pulau tropis Just Cause 2, dipadu gaya gameplay kekacauan zombie yang cukup menegangkan dari Left 4 Dead, bahkan juga ditambah iming-iming banyak selingan sidequest seperti Fallout 3, plus pengembangan senjata “memadukan apa saja yang ada di depan mata” seperti pada Dead Rising 2. Well, menggabungkan banyak sumber bisa saja menghasilkan suatu produk baru yang bagus. Namun semoga ada identitas khusus untuk Dead Island. Sedangkan publishernya sendiri menyebutnya sebagai “first-person zombie slasher action RPG.” Selain itu, unsur survival benar-benar ditekankan. Terutama makanan dan obat, bakal menjadi faktor krusial yang tidak boleh sembarangan dikonsumsi. Dan tidak seperti tipikal game zombie yang lain, senjata api juga diminimalkan di sini.

Dead Island bakal melanjutkan ketegangan kita dalam menghadapi zombie...

Impresi dari melihat demo Dead Island adalah grafisnya yang sangat halus dan mendetail, baik dari desa yang kecil hingga tampilan kota yang besar bisa dijelajahi – walaupun ada beberapa bagian tempat yang hanya bisa dijangkau setelah menyelesaikan suatu misi dalam story utamanya. Game yang bakal dirilis untuk X360, PS3 dan PC pada akhir tahun 2011 ini dibangun menggunakan versi terbaru Chrome Engine, yaitu seri 5. Kamu yang pernah memainkan Call of Juarez: Bound in Blood dan nail’d pasti familiar dengan output engine tersebut, yang unggul karena fitur render dan elemen physic. Nah, melalui Dead Island ini, kita bisa merasakan bagaimana update engine tersebut dalam Chrome Engine 5.

Menantang zombie dengan peralatan berat mungkin sudah biasa, namun jika sepanjang permainan yang dibutuhkan justru adalah senjata melee, plus elemen RPG di dalamnya, itu baru di tengah mewabahnya genre sub-genre action adventure yang mengajukan zombie sebagai lawan untuk selamat. Memang makin penuh saja pilihan game zombie akhir-akhir ini, namun saya rasa Dead Island cukup berpotensi dengan penyegaran (dan campur aduk ciri khas game lain) yang ditawarkan. (Ura)

Settingnya di Pinggiran Indonesia

Pulau tropis sepertinya belum terjamah sebagai setting game survival zombie...

Dead Island mengambil setting awal di sebuah hotal Royal Palms Resort, dalam wilayah fiksi yang disebut Banoi, dan secara geografis merupakan wilayah Papua New Guinea, alias Papua Nugini dalam bahasa kita. Techland lebih terbuka daripada Avalanche Studios  dan Eidos. Mereka hanya menyebutkan setting Just Cause 2 adalah pulau fiksi Panau di Asia Tenggara. Digunakannya banyak istilah bahasa Indonesia, namun tulisannya menggunakan alfabet Thailand, serta secara demografi tidak jelas. Area di dekat Timur Tengah (pulau tropis yang ada gurunnya… hehe!), yang penduduk berbahasa Indonesia dengan menggunakan alfabet Thailand.

Ok, lewat dengan Just Cause 2. Di awal Dead Island karaktermu bangun di suatu malam selepas pesta, dan disambut dengan kekacauan karena serangan zombie. Demo playable yang diberikan developer minggu lalu adalah misi pertama dalam game, sekaligus menjadi tutorial. Karakter terjebak di sebuah gubuk pantai di dekat hotal, bersama manusia (normal) lainnya yang ketakutan karena zombie. Satu orang kemudian memohon padamu untuk keluar dan membantu seseorang yang sendirian kerepotan dikepung zombie. Karakter pun memungut sebuah pipa dan berjalan keluar.

Pakai pipa besi untuk melawan zombie... atau benda apa pun yang ada di sekitarmu

Mengenai setting Dead Island, yang memang tidak jauh dari Indonesia… semoga saja tidak ada cerita rekaan, kalau ternyata sumber infeksi zombie itu dari wilayah di Baratnya. Bisa-bisa terulang lagi nanti, kasus protes yang menyinggung ras tertentu, karena masalah setting utama Resident Evil 5.

Gado-gado Itu Enak Lho!

Secara gameplay, Dead Island menyajikan setting dunia terbuka, alias open world yang populer melalui Grand Theft Auto dan The Sims. Game dimainkan melalui sudut pandang first person, dengan empat pemain bisa bekerjasama secara koperatip, seperti pada Left 4 Dead – bahkan kamu bisa jump-in atau out dari dan ke permainan online dengan mudah.

Fokusnya adalah pertarungan melee, menggunakan senjata kustomisasi serta elemen RPG untuk pengembangan karakter. Makin bergaya Boderlands, ada sistem experience dan skill tree bagi karakter. Entah itu mengayunkan senjata lebih cepat, hingga gerakan berlari… wajar kan, mereka manusia normal, yang perlu penyesuaian. Apalagi seiring menghadapi banyak side-quest ala Fallout 3 nantinya, yang sepertinya memerlukan syarat khusus dari hasil pengembangan karakter.

Ada zombie spesial yang gerakannya lebih cepat dari biasanya...

Kamu juga dilarang sembarangan mengayunkan senjata, karena dibatasi oleh stamina. Jika stamina habis, karakter perlu istirahat dan menunggu untuk bisa menyerang kembali. Juga telah dikonfirmasikan, bakal ada zombie “special” yang lebih kuat (dan lebih cepat gerakannya) dari versi standarnya. Dan walaupun memang disediakan senjata api dalam game, seperti dalam Dead Rising, fokus utamanya tetap serangan melee. Entah itu menggunakan pipa besi, parang besar, sekop, tongkat pemukul, bahkan potongan batang pohon pun boleh kamu ayunkan untuk mempertahankan diri. Setiap senjata juga memiliki daya tahan. Dan bakal rusak. Jadi kamu perlu cari senjata lain, atau memperbaiki senjata tersebut.

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, menggabungkan fitur banyak game… dan konsep gado-gado seperti ini juga yang pertama. Dan terbukti banyak juga yang diterima… Yang penting kan ”bumbu” olahan Techland pas dan diterima oleh gamer!

Bukan Manusia Biasa

Xian Mei siap menghadapi para undead... namun dia sendiri juga kebal terhadap infeksi zombie.

Sejauh ini sudah dikonfirmasikan empat karakter playable dalam Dead Island. Mereka adalah Xian Mei (seorang pegawai hotel), Logan (peselancar), Sam B (mantan rapper) dan Purna. Keempatnya masuk dalam kategori Hero, dan menurut Techland mereka kebal terhadap infeksi zombie – hal ini belum dijelaskan sebabnya. Hmm… mungkin saja mereka menjadi basis dari sistem pengembangan karakter game ini. Walaupun belum dijelaskan, bisa jadi setiap karakter memiliki skill spesial dan keahlian menggunakan senjata tertentu. Baru satu yang lebih detail pengenalannya, yaitu Xian Mei, yang saya tunjukkan dalam screenshot.

Pilih-pilih Targetnya…

Ada unsur emosional yang coba dibangun developer melalui cerita utamanya...

Semua zombie dalam game ini memiliki komposisi otot dan daging tersendiri pada tubuh mereka. Dan itu artinya, mereka juga mampu menerima serangan dengan dampak yang berbeda, bergantung dari kekuatan karakter dan senjata. Ditambah dengan developer yang mengatakan bakal ada sistem damage real-time. Bisa jadi, kamu bisa menarget bagian tubuh tertentu untuk sekadar melumpuhkannya.


SHARE
Previous articleAroma Starcraft di iPhone?
Next articleMenjadi Detektif Ala Hantu
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.