Telah Ditemukan… Galaksi Baru Sepanjang Dua Jengkal!

Entah kenapa, Samsung tidak memberikan layar Super AMOLED Plus untuk si Tabby bongsor ini...

Diantara banyak tablet yang didemokan selama MWC, menarik bagi kami adalah Samsung Tab 10.1, LG Optimus Pad, HP TouchPad dan HTC Flyer. Namun jajaran Acer Iconia, serta tablet lain dari ViewSonic dan ZTE bakal saya bahas lebih banyak dalam artikel khusus tablet, yang sebagian sudah bisa kalian simak melalui artikel ini. Sedangkan kali ini saya utamakan empat tablet yang cukup OK selama MWC lalu. Pertama adalah Samsung Galaxy Tab 10.1.

Inilah Versi Chubby Dari si Tabby

Tab 10.1 sendiri menjadi perwujudan penerus Galaxy Tab yang sempat dirumorkan akhir bulan lalu. Bukanya menjaga ukuran Tab yang dianggap cukup nyaman, rupanya Samsung malah membuatnya membesar, agar setara dengan tablet lain yang juga berbadan bongsor. Sesuai namanya, Tab 10.1 menggunakan layar berukuran 10.10 inchi, dengan resolusi 1280×800 pixel. Kapasitas baterei tablet yang bakal dirilis pertama kali di Eropa antara April – Juni 2011 ini pun membesar, hingga 6850 mAh, bukanya 4000 seperti si Tabby yang familiar di Indonesia dengan tagline “It does many things!” Namun itu tidak mendongkrak beratnya, karena masih di kisaran 600 gram, tetap lebih ringan dibandingkan iPad. Namun jangan harap bisa menggenggamnya dengan sebelah tangan!

Layarnya berbahan TFT biasa... jadi jangan harap menemukan hasil warna dan kontras yang baik seperti pada Galaxy S II...

Android 3.0 Honeycomb pun menjadi penggeraknya, membuat antar muka tablet 10.1 inchi ini makin dewasa. Kameranya ada dua, 8 megapixel di belakang yang mampu merekam video HD (dengan kualitas hingga HD 710p, dan seperti Optimus Pad, playback video 1080p bisa ditangani dengan lancar), dan 2 megapixel di depan. Sayangnya, tablet dengan ukuran 246.2 x 170.4 milimeter ini tidak siap diajak komunikasi suara, walaupun ada slot SIM di tubuhnya. Fitur tersebut lebih ditujukan untuk koneksi data 3G, yang mendukung teknologi pita HSPA+ dengan kecepatan mencapai 21Mbps. Jika ingin menggunakan si Tabby sebagai hands-free, tinggal hubungkan saja dengan ponsel via Bluetooth. Yang belum jelas prosesor. Rumornya bakal diperkuat platform Tegra 2, bukanya Exynos (sebelumnya disebut Orion) seperti pada Galaxy S II. Dan seperti Galaxu S II, kamu bisa memilih yang memiliki storage 16 tau 32GB.

Begitu banyak Galaxy yang bakal dirilis Samsung...

Jika Galaxy S II menggunakan layar Super AMOLED, untuk Tab 10.1 Samsung hanya mengajukan TFT capacitive biasa. Multi-touch jelas didukung, lengkap dengan fitur standar tablet lainnya, seperti accelerometer, gyro sensor, serta proximity sensor. Bingkainya juga bersih dari tombol, karena semua tombol pengendalinya ditempatkan pada bagian bawah layar (ini juga berlaku untuk tablet Android Honeycomb lainnya). Dan seperti Samsung lainnya, metode input yang ribet di awal namun menyenangkan kalau sudah terbiasa, yaitu Swype juga langsung kamu dapatkan di sini.

Kamera 8 megapixel-nya menjadi yang paling "lega" untuk kelas tablet...

Selain Tab 10.1 yang memiliki casing lumayan tipis ini (sekitar 10.9mm saja ketebalannya), kabarnya Samsung juga bakal merilis tablet lainnya, dengan layar 8.9 inchi. Plus juga dikonfirmasikan selama MWC adalah Samsung Galaxy S Wi-Fi 4.0 dan Wi-Fi 5.0 – angka 4 dan 5 menunjuk pada ukuran layarnya. Tablet ini lebih ditujukan sebagai portable multimedia player, semacam iPod Touch. Versi 4 inchi spesifikasinya sama persis dengan Samsung Galaxy S, hanya minus modul radio saja (tidak bisa digunakan untuk koneksi data atau suara melalui jaringan GSM). Perbedaan antara 4 inchi dan 5 inchi, hanya ukuran dan storage memory-nya saja. Untuk 4 inchi 123.7 X 64.2 X 9.9 mm, sedangkan yang 5 inchi 141.3 X 78.2 X 9.9 mm. Kemudian yang 4 inchi pilihan storage 8, 16 dan 32GB – yang 32GB tidak ada untuk 5 inchi.

Seperti kakaknya yang lebih kecil, si Tabby 10 inchi ini juga ramping...

Jika sudah kebelet pengen mencoba Honeycomb, sementara ini kamu hanya bisa melirik Motorola Xoom, yang sudah dirilis di US pada 24 Februari 2011 lalu. Motorola sendiri mematok harga tinggi untuk Xoom, yaitu $799 US untuk versi GSM atau CDMA, sedangkan yang hanya berbekal koneksi Wi-Fi dipatok $599 US. Lebah mahal dibandingkan iPad 2 – Tab 10.1 sendiri belum diketahui berapa harganya. Perilisan Xoom tersebut juga terkesan dipercepat, sehingga beberapa fitur seperti Adobe Flash terbaru dan dukungan slot microSD, tidak disertakan dari awal. Bisa jadi karena Motorola sudah mengendus bahwa iPad 2 bakal meluncur awal Maret 2011.

Mana yang Paling Pas di Kantong?

Berikut ini perbandingan ukuran keluarga Galaxy... mulai Nexus S, lalu S II, Tab 1o.1, kemudian Tab pertama, berlanjut ke S Wi-Fi 5 inchi dan S Wi-Fi 4 inchi (keduanya juga dikenal sebagai Galaxy Player), dan terakhir paling kanan, Galaxy player 50

Sepertinya Samsung tidak mau kecolongan dengan mengisi semua segmentasi ukuran layar dalam perang tablet yang mulai ditabuh genderannya medio Maret-April 2011 ini. Kamu bebas memilih, ada Galaxy Player 50 dengan layar 3.2 inchi. Lalu Galaxy S atau Wi-Fi 4.0 dengan layar 4 inchi. Lanjut dengan Galaxy S II yang lebih lega 4.3 inchi. Diagonal 5 inchi diisi Galaxy S Wi-Fi 5.0. Galaxy Tab duduk tenang di kelas 7 inchi. Kemudian masih dirumorkan, ada Tab lainnya berlayar 8.9 inchi. Galaxy terbesar sendiri dipegang oleh Tab 10.1. Pasukan Android Galaxy dari Samsung tampaknya sudah siap bertarung. Bagaimana dengan yang lain?


SHARE
Previous articleDua Otak, Dua Kamera dan Dua Warna
Next articleFirst Strike : Is It Worth $15?

Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY – yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi “ngoprek” smartphone.