Naga Pembuka Lineup RPG 2011!

Tahun 2011 bisa dibilang memiliki lineup game yang cukup mantap di semua genre Game dan genre RPG pun mendapat lineup yang cukup killer dan membuat senang para Hardcore gamer. Salah satunya adalah Dragon Age 2 karya Bioware,sekuel dari Dragon Age: Origins yang telah memenangkan banyak sekali penghargaan serta nilai yang memuaskan dari banyak situs dan gamer termasuk saya sendiri. Di sekuelnya ini gamer menjalankan peran Hawke,seorang keturunan bangsawan yang mengungsi ke Kirkwall dan akhirnya rise menjadi Champion.

Perubahan besar yang mencolok sejak pertama kali memulai game ini adalah hilangnya fitur untuk memilih ras selain Manusia namun kalian tetap bisa mengkostumisasi gender, Facial feature, kelas sampai nama Hawke sesuka hati. Sistem kelas pun masih terdiri dari 3 kelas utama yaitu Warrior, Mage dan Rogue masing masing dengan kelebihan dan kekurangannya tersendiri seperti Warrior yang diberkati kemampuan dual wield serta kemampuan combat terkuat, Mage yang memiliki akses banyak magic sampai Rogue yang mampu melakukan Stealth dan Lockpick.

Battle system yang berbentuk real time sendiri pun terbilang cukup mudah dan simpel termasuk bagi gamer yang baru memainkan WRPG sekalipun, gamer hanya perlu menekan tombol A untuk menyerang, tombol B, X dan Y untuk command spesial yang dapat dipilih sesuai style gamer lewat skill tree sampai LT untuk mengakses Radial Menu. Sebagai tambahan,sama sekali tak terdapat jeda sedetik pun pada saat gamer memasuki battle.

2 fitur yang paling saya sukai dari game yang dikembangkan Bioware adalah Dialogue Wheel seperti terdapat pada Mass Effect series namun di Dragon Age 2 ini sistem tersebut dikembangkan lebih jauh dan diberi ikon good, neutral atau bad untuk memudahkan gamer memilih pilihannya dan fitur berikutnya adalah import save dari Origins yang cukup rewarding mengingat banyaknya aksi di Origins yang mempengaruhi jalan cerita atau bahkan ending di DA2 ini.

Elemen berikutnya yang saya rasa mendapat overhaul cukup besar adalah grafis, selamat tinggal boneka kayu licin tanpa ekspresi yang menjadi masalah besar di grafis Origins dan ucapkan halo ke model yang jauh lebih realistik dan penuh ekspresi di Dragon Age 2 ini. Lingkungan, animasi, framerate, Depth of field, detail, texture mapping, lip synching, cipratan darah, tubuh terpotong pun sudah massively improved dan tak ada lag sedikitpun pada saat transisi ke cutscene sehingga kini pun gamer konsol dapat dengan betah memainkan gameplay yang adiktif sambil menikmati grafis DA2 yang cukup indah. Tak seperti Origins dimana versi PS3 unggul,kini versi XBOX 360 menang cukup telak dibidang mapping,detail dan framerate apalagi didukung fitur Self-Shadowing yang absen di PS3 yang ironisnya mensupport MLAA.

Perombakan cukup besar juga terjadi di interface sepanjang battle yang kini tampil lebih bersih dan elegan daripada pendahulunya dengan peletakan  yang tak memusingkan dan font yang jelas dipandang. Untuk Musik yang tetap dicompose oleh composer banyak RPG papan atas yaitu Inon Zur, saya rasa tetap memberikan kesan Epik dan Fantasi yang kental seolah olah membawa masuk kita ke dunia game. Tak lupa fitur voiceover yang hadir di Hawke sehingga ia pun tak menjadi bisu seperti tokoh utama Origins.

Well,setelah melihat banyaknya improvisasi yang dilakukan Bioware dalam 15 bulan setelah Origins rilis saya rasa saya tak dapat percaya bahwa meeka sangat bekerja keras dalam waktu singkat sehingga DA2 pun dapat menjadi salah satu most improved sequel ditambah lagi banyaknya fitur yang telah saya sebutkan diatas rasanya tidak berlebihan jika saya memberi skor 93/100 terhadap game yang sangat saya rekomendasikan terhadap gamer Veteran ini. Skyrim, Deus EX, Dark Souls, Dungeon Siege 3, Final Fantasy XIII-2 please beware of DA2 ..

Note: Dimainkan di platform XBOX 360, HDMI, 720p, No install, Difficulty Hard.


SHARE
Previous articleIf Looks Couldn’t Kill..
Next articleMata Menjadi “Manja” Berkat 3DS!

Dragio atau Gio sudah mengawali karir di dunia game sejak tahun 1995 hingga saat ini. Gio yang saat ini melanjutkan kuliahnya di Los Angeles ini menyukai berbagai macam genre game terutama Shooter,WRPG,Action dan Racing. Tertarik menjadi jurnalis video game tentu saja akibat kecintaanya terhadap video game yang sudah tertanam sejak dulu. selain itu,lelaki yang juga memiliki hobby Otomotif ini pun dikenal ramah dan rendah hati sekalipun banyak yang menganggap skill gamingnya sudah cukup tinggi,bisa dilihat oleh banyaknya group gaming di Facebook yang menetapkan Gio di posisi teratas dan respek terhadap dirinya.