If Looks Couldn’t Kill..

Multiplayer credits to Kevin Suryanto,Single player credits to Achmad Giorgio

Seri Killzone sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2003 diklaim oleh Sony sebagai “Halo killer” namun sayangnya Killzone pertama justru K.I.A. dan sama sekali tak membuat Halo series bergeming dari tahta raja FPS konsol. Namun pada E3 2005 Sony pun memamerkan Prototype Killzone 2 dengan grafis melebihi FMV Final Fantasy series dan empat tahun kemudian Killzone2 pun rilis dan secara grafis telah menjadi Benchmark di genre FPS konsol namun sekali lagi Gameplay dan Story yang dimiliki sangat klise dan kalah bersaing dengan Call of Duty 4 serta Halo 3 yang waktu itu sudah berumur 20 bulan. 2 tahun kemudian elemen itu masih kembali dipertahankan di seri ketiganya ini. Tapi itu bukan strategi baik melainkan bunuh diri, Formula lama ini sudah tidak ampuh lagi dijaman next-gen penuh inovasi hari ini. Dengan lineup FPS di tahun 2011 yang dihuni oleh Crysis 2 dengan Cryengine 3 dan gameplay Ala Predator, RAGE dengan id Tech 5 serta variasi gameplay yang cukup banyak, BattleField 3 dengan FrostBite 2.0, Brink yang mampu bergerak sangat luwes, Bulletstorm dengan segudang inovasi skillshotnya, Homefront yang bangga naskahnya dibuat oleh John Millius sampai Portal 2 yang memberikan puzzle dan inovasi mantap. Tentunya akan membuat Killzone 3 sangat kecil.

Single Player

Cerita Killzone 3 dimulai beberapa detik sehabis ending Killzone 2 dimana *spoiler* Rico tanpa berpikir menembak Visari, pimpinan Helgast di kediamannya yang membuat Sev beserta seluruh kru ISA lainnya kebakaran jenggot .Setelah itu kisah belum selesai, banyak pesawat helgast di membantai banyak kru ISA serta senjata baru andalan Helghast berupa Plasma Hijau yang dapat seketika melenyapkan lawan.”Chaos” tidak hanya terjadi di medan pertempuran namun juga di meja menteri-menteri Helghast, Vaccum Of Power akibat terbunuhnya Visari membuat persaingan Admiral Orlock dan Stahl menjadi sorotan utama. Cerita sekilas terdengar cukup apik dan memuaskan Sci-fi mania namun sayang sekali di tengah2 banyak sekali klise serta plot hole yang bisa ditemui seperti “Old friends appear and help in the middle of nowhere” serta kurang jelasnya tujuan utama antagonis.

Untuk segi gameplay Killzone 3 mengalami perkembangan dari Killzone 2, penambahan sistem auto aim cukup membantu dalam Single Player maupun Multiplayer. Tetapi gerakan yang ditampilkan masih juga sedikit kaku tidak luwes seperti kebanyakan FPS yang hadir sekarang, variasi musuh pun terasa sepert recycle prekuelnya yang ditambah varian musuh baru yang jumlahnya bisa dihitung dengan satu tangan serta Boss battle yang sangat on-rail menjadi nilai minus tambahan ditambah lagi miskinnya inovasi di single player membuat game ini cukup monoton apalagi diperparah dengan sangat pendeknya durasi game ini yaitu 4,5 jam di setting difficulty veteran sekalipun. Saya sendiri pun tak habis pikir mengapa game ini memplagiat 2 level unggulan Halo Reach terang terangan, Musuh dari seri Assassin’s Creed, Sev menjadi mirip Nathan Drake dan ending yang sangat bisa ditebak.

Grafis, seperti yang dikatakan diatas tentang grafis. Grafis dalam seri ketiga ini kurang mengalami cukup perubahan drastis dari prekuelnya dan banyak sekali aset prekuelnya yang digunakan kembali. Jika diperhatikan lebih detail, banyak unsur area di dalamnya kurang dipoles habis, seperti kedetilan tembok sangat kasar,banyaknya efek palsu seperti di cutscene yang merupakan FMV, shadowing tak dirender secara Real-Time bahkan poligon senjata pun sangat rendah menjadi alasan mengapa senjata diberi efek Blur yang berlebihan. Lingkungan Hutan dan Salju mendapat nilai positif karena membawa seri ini keluar dari “Urban Wasteland” yang dicerca habis akibat monotan di seri keduanya.

Soundtrack Killzone 3 yang direkam di Abbey Road studio London yang legendaris itu memang membawa suasana “Epic”. Meskipun tidak dapat bersaing dengan soundtrack game-game besar lain seperti Red Dead Redemption, Mafia II dan Halo Reach. Tetapi masih memberi dampak besar dalam membangun suasana game ini

Senjata yang ditawarkan juga bervariasi dari standar sampai superb seperti menyerupai plasma cannon dan Jetpack juga merupakan asset terbaik di Killzone 3 sebab menjadi sesuatu yang cukup baru di seri Killzone.

Tidak ketinggalan juga kamu bisa mengendalikan mech yang membuatmu susah untuk mati dan tentunya dari semua itu favorit kami adalah “Brutal Melee”, dimana jika jarak sudah dekat dan menekan R3 akan muncul animasi mengesankan dan juga sadis untuk membunuh musuhmu.

Akhir kata,dapat saya simpulkan jika Single Player Killzone 3 cukup epik dan menghibur selama 4,5 jam namun sayang sekali,diluar grafis banyak sekali sektor yang masih underwhelming dan tak se-masterful Halo Reach terutama di segmen story dan gameplay bahkan secara pribadi saya pun lebih menyukai seri keduanya daripada ketiganya ini. Mungkin jika saya memberi nilai 0 sampai 10 maka Killzone 3 harus puas berada di nilai 7.5 .

Multiplayer.

Dengan campaign yang bisa dibilang cukup memuaskan, Multiplayer akan membuatmu lebih puas. Jika kamu sudah memainkan Multiplayer dalam Killzone 2 maka kamu akan familiar dengan ini, meski ada beberapa tambahan di seri ini. Killzone 3 multiplayer lebih ke Bad Company 2 daripada Blackops / Modern Warfare 2.

Terbagi menjadi 5 class, penyerdehanaan dari 7.

Di sini akan saya persingkat definisinya menjadi kemampuan utama.

  • Field Medic : Heal teammate yang sekarat.
  • Tactitian : Men-detect semua lokasi musuh di radar.
  • Infiltrator : Dapat menyamar menjadi tentara musuh dan tidak kelihatan dari luar.
  • Marksman : Menghilang untuk beberapa saat waktu.
  • Engineer : Membetulkan beberapa objektif pada saat perang berlangsung.

Terbagi ke dalam 3 mode : Guerrila Warfare, Operations, Warzone.

– Guerilla Warfare merupakan standar team deatmatch seperti game FPS lainnya.

– Warzone adalah mode terseru dan teramai di Killzone 3. Terbagi dalam beberapa misi.

  • Assassin, dimana 1 player secara otomatis dipilih untuk menjadi target, tugasmu adalah memburu atau mengamankan (sesuai posisimu ) target sampai waktu yang telah ditentukan habis. Jika kamu sendiri adalah targetnya maka tugasmu adalah sembunyi hingga waktunya habis.
  • Search and Destroy, Menanam explosive atau mengamankan objek adalah misi utama.
  • Search and Retrieve, mencari dan mengembalikan speaker, yang menjadi objek.
  • Capture and Hold, mempertahankan suatu lokasi untuk jangka waktu tertentu.
  • BodyCount, dimana berperan sebagai Deathmatch.

– Operations adalah beberapa gabungan misi search and destroy, capture and hold, dan scavenge and retrieve. Disertai juga dengan CutScene yang akan membuatmu seru memainkannya.

Sejalan dengan kamu memainkannya kamu mendapat poin. Yang tentunya berguna untuk membeli Senjata, Skill, dan beberapa alat lainnya. Dengan sistim upgrade yang mudah dan cepat untuk dimengerti sekalipun gamer awam dalam game ini akan terbiasa dengan jangka watu cepat. Terdapat juga bot match yang terdiri dari semua mode multiplayer tetapi via offline dengan melawan Al. Memang multiplayernya tidak bisa dibandingkan dengan Halo maupun Gears series. Tapi hey, untuk PS3 gamer ini adalah salah satu game terbaik offline dan online modenya untuk konsol Sony ini. Killzone 3 dikeluarkan dengan bervariasi jenis. Move Bundle, Steelbox Edition, Helgast Edition.

Helghast Edition

SHARE
Previous articleMega Bazaar Computer 2011 @ JCC 9-13 Maret 2011
Next articleNaga Pembuka Lineup RPG 2011!

Dragio atau Gio sudah mengawali karir di dunia game sejak tahun 1995 hingga saat ini. Gio yang saat ini melanjutkan kuliahnya di Los Angeles ini menyukai berbagai macam genre game terutama Shooter,WRPG,Action dan Racing. Tertarik menjadi jurnalis video game tentu saja akibat kecintaanya terhadap video game yang sudah tertanam sejak dulu. selain itu,lelaki yang juga memiliki hobby Otomotif ini pun dikenal ramah dan rendah hati sekalipun banyak yang menganggap skill gamingnya sudah cukup tinggi,bisa dilihat oleh banyaknya group gaming di Facebook yang menetapkan Gio di posisi teratas dan respek terhadap dirinya.