Android Ternyata Tidak Sendirian…

Android tetap rajanya SO mobile open source…

Karena sifatnya yang Open Source, kernel Linux pun menjadi basis dari sejumlah distro-distro dan SO lain, termasuk juga menjadi basis dari beberapa SO Mobile untuk smartphone dan tablet. Android adalah salah satu SO mobile yang paling laris dan juga yang paling mudah diutak-atik sehingga memudahkan programmer untuk membuat Custom Rom (istilah untuk SO Android yang dikustomisasi oleh programmer) yang sesuai dengan keinginan, atau kemampuan gadget yang mereka miliki.

Ternyata, kernel Linux bukan hanya digunakan sebagai basis untuk Android saja. Tercatat sekitar empat SO Mobile lain juga menggunakan kernel Linux tersebut, antara lain Bada milik Samsung, WebOS milik Palm (yang kemudian diakuisisi oleh HP), Maemo milik Nokia, dan MeeGo yang merupakan evolusi dari Maemo dan merupakan hasil kerjasama antara Nokia dan Intel. Seperti apa kiprah SO Mobile yang menggunakan kernel Linux ini?

WebOS

Tampilan antarmuka WebOS

Pertama kali WebOS diperkenalkan Palm untuk smartphone-nya, Palm Pre yang dirilis pada tahun 2009 lalu. Lalu, pada tahun 2010, HP mengakuisisi Palm, dan tentu saja mendapatkan lisensi pengembangan WebOS ini. Hingga akhirnya, pada Februari 2011 lalu, HP mengumumkan bahwa mereka akan merilis smartphone baru yang menggunakan WebOS 2.2, antara lain HP Pre 3 (suksesor dari Palm Pre) serta HP Veer. Bukan hanya itu, pada 14 Maret lalu, HP juga menumumkan bahwa nantinya WebOS ini akan terintegrasi dengan Windows, sehingga WebOS ini tidak hanya bisa digunakan untuk smartphone, melainkan juga untuk desktop dan notebook. Pada tahun 2012, HP rencananya juga akan menjual komputer Desktop dan Notebook dengan WebOS ini.

HP Pre, salah satu Smartphone berkekuatan WebOS

Sama seperti namanya, beberapa aplikasi yang ditanamkan dalam SO ini menggunakan teknologi web, seperti javascript dan HTML. Dibandingkan dengan Android, WebOS ini lebih memiliki kemiripan dengan Linux untuk desktop yang menggunakan kernel versi 2.6.24. Sejak versi 1.45, WebOS sudah bisa men-support penggunanan OpenGL dan SDL, sehingga bisa melakukan rendering 3D dengan baik.

Maemo

Tampilan Homescreen Maemo 2008

Maemo adalah SO mobile yang dikembangkan oleh Nokia untuk Smartphone dan tablet yang dibangun berbasis distro Linux Debian. Maemo diperkenalkan sejak tahun 2005, dan selalu menggunakan codename nama Angin untuk setiap serinya, seperti versi 2.0 (tahun 2006) yang menggunakan nama Mistral, atau versi 5 (yang terbaru) yang menggunakan nama Fremantle. Namun, Fremantle adalah versi terakhir yang dirilis Nokia, karena pada tahun 2010 lalu mereka mengumumkan proyek Maemo akan di-merger dengan Moblin menjadi sebuah proyek baru yang diberi nama MeeGo.

Nokia N-900

Setiap tahunnya, Nokia selalu mengadakan pertemuan antar developer Maemo yang disebut dengan Maemo Summit. Di Maemo Summit yang terakhir diselenggarakan pada 2009 lalu, Nokia bahkan membagi-bagikan secara gratis N900, salah satu smartphone andalannya yang menggunakan SO Maemo. Untuk mengembangkan aplikasi untuk Maemo, developer bisa menggunakan bahasa C dengan SDK Maemo, Java, Phyton dan Ruby.

MeeGo

Tampilan Homescreen MeeGo

MeeGo pertama kali diperkenalkan pada MWC 2010, dimana pada saat itu Intel mengatakan akan menngembangkan MeeGo karena Microsoft tidak kunjung merilis SO Windows 7 yang ramah untuk prosesor Intel Atom (untuk netbook). MeeGo ini dikembangkan setelah Nokia melakukan merger Maemo-nya dengan Moblin milik Intel. Berbeda dengan SO mobile lain yang hanya mendukung arsitektur CPU ARM, MeeGo juga mendukung arsitektur x86 agar nantinya juga bisa digunakan untuk Dekstop PC kelas entry level dan Netbook.

MeeGo akan dipersiapkan untuk NetBook juga!

Sampai saat ini, Nokia atau Intel masih belum merilis gadget yang mendukung MeeGo. Namun, Nokia mengatakan bahwa beberapa smartphone seri N yang dimilikinya (seperti N900) nantinya juga mampu di-upgrade ke MeeGo. Meskipun Nokia atau Intel belum merilis gadget resmi, beberapa produsen sudah memproduksi gadget untuk MeeGo, seperti Neofonie, Produsen asal Jerman yang merilis WeTab pada akhir 2010 lalu.

Bada

Tampilan antarmuka Bada

Meskipun banyak gadget Samsung yang menggunakan SO Android, namun Samsung tidak ketinggalan juga mengembangkan SO miliknya sendiri yang disebut dengan Bada. Bada, yang dalam bahasa Korea artinya laut dikembangkan Samsung untuk SO beberapa handphone dan Smartphone low end miliknya. Namun, Samsung mengatakan untuk kedepannya akan segera merilis Bada ini untuk gadget yang lebih umum, mulai dari handphone, Smartphone hingga tablet.

Saat ini, Bada hanya untuk keluarga Samsung Wave saja…

Sampai saat ini, Bada sudah mencapai versi 2.0. Dalam versi terbaru ini, Samsung sudah mempersenjatai Bada dengan berbagai macam aplikasi untuk Social Networking, salah satu contohnya adalah Tripper yang hampir sama dengan Foursquare, atau Life Logging yang mencatat semua aktivitas yang dilakukan oleh gadget kamu, yang nantinya bisa kamu share dengan teman-teman kamu, baik lewat Facebook atau Twitter. Sepertinya Bada bisa menjadi pilihan baru bagi yang suka social networking yah!


SHARE
Previous articleThink Fast… Live Furious!
Next articleJust “Need” More Realism “For” Achieve Authentic “Speed”
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.