Paket Tour di Raccoon City… Bonus “Umbrella!!”

Judul Game : Resident Evil: Operation Raccoon City
Dev. / Pub. : Slant Six Games / Capcom
Genre : Third-person Shooter
Platform : X360 / PS3 / PC
Tanggal Rilis : TBA 2011

Saat kita terlena dengan Nintendo 3DS, serta dua Resident Evil yang dijanjikan Capcom untuk handheld tersebut, yaitu Resident Evil: Revelations dan Resident Evil: The Mercenaries 3D, tak disangka ternyata Capcom telah memberikan mandat khusus untuk developer pihak ketiga, mengembangkan Resident Evil lainnya… Image pihak ketiga terkesan bahwa proyek tersebut bukan sebuah seri yang krusial, alternatif, atau bahkan mungkin coba-coba saja? Namun jika pengembang yang ditunjuk setidaknya telah berpengalaman dalam menangani sebuah arena multiplayer yang solid, banyak spekulasi berkembang. Kenapa harus diserahkan ke pihak lain, padahal mode multiplayer dalam Resident Evil 5 cukup memuaskan mereka yang suka interaksi online melalui video game. Bisa jadi, The Mercenaries 3D serta Revelations menyita sebagian waktu team pengembang, sementara Capcom tidak mau kehilangan momen dengan melewatkan satu tahun kosong oleh Resident Evil khusus konsol dan PC.

Resident Evil "jenis" baru?

Dan inilah Resident Evil: Operation Raccoon City,  salah satu bagian spin-off serial Resident Evil yang berdiri sendiri – tidak termasuk bagian serial Chronicles, Outbreak atau Survivor. Game yang direncanakan rilis akhir 2011 ini tetap memilih sebagai sebuah third-person shooter, namun dengan fokus lain permainan online multiplayer, dan bakal dirilis untuk Microsoft Windows, X360 serta PlayStation3. Pengembang yang beruntung bakal terangkat namanya ditunjuk Capcom mengembangkan proyek Operation Raccoon City adalah Slant Six Games. Kamu mengenal nama tersebut melalui serial SOCOM (Tactical Strike, Confrontation dan SOCOM: Fireteam Bravo 3) yang selama ini dirilis ekslusif untuk mesin game Sony.
Saya sendiri bertanya-tanya, kenapa Capcom memilih Slant Six Games… Padahal serial SOCOM sendiri tidak mengalami perkembangan signifikan ketika diserahkan pada mereka, setelah biasanya ditangani Zipper Interactive. Setidaknya pertanyaan tersebut perlu disimpan dulu, hingga muncul konfirmasi lanjutan, demo playable atau bahkan setelah dirilis nanti. Namun yang pasti, dirilisnya Operation Raccoon City secara multi-platform juga menegaskan jika Slant Six Games bukanlah pengembang spesial mesin Sony. Slant Six Games sendiri melalui situs ofisialnya (www.slantsixgames.com) juga telah berbangga diri, menyebutkan tengah mengembangkan sebuah proyek yang mengagumkan.
Kembali ke Operation Raccoon City, game ini mengambil setting selama event dalam Resident Evil 2. Jika kamu mengingat Resident Evil 2, pasti langsung terbesit satu nama… Leon S. Kennedy. Polisi junior tersebut baru saja memulai mimpi buruknya di hari pertama dia bertugas di Raccoon Police Department, dua bulan setelah insiden mansion di Resident Evil pertama,  dan wabah T-virus telah menyebar ke seisi kota, merubah sebagian besar penduduk menjadi zombie. Nah, lantas ada apa dengan Resident Evil 2 dan game ini?
Bukan sekadar setting yang berdekatan. Tahukan kamu, bahwa saat ini Capcom bersama Sony Pictures Entertainment Japan, tengah mempersiapkan Resident Evil: Damnation? Nah, Damnation tersebut merupakan film animasi komputer seperti (yup, pasti kamu tahu apa benchmark-nya!) Final Fantasy VII Advent Children. Walaupun kelasnya beda, namun Capcom sendiri mengaku film animasi komputer Resident Evil sebelumnya, Resident Evil: Degeneration (yang juga mengajukan Leon sebagai “pahlawan,” bersama Claire Redfield,) cukup sukses di pasaran, dengan pemasukan hingga 40 juta yen.


Para undead harus berhati-hati... Ada yang memburu mereka!


Damnation yang merupakan sekuel langsung Degeneration, juga masih mengisahkan petualangan Leon. Film yang bakal mendapatkan versi 3D tersebut mengambil setting wilayah timur Eropa, dan mengangkat mengenai percobaan penggunaan senjata bio-organic. Jika Resident Evil 2 mengambil setting tahun 2000, dan Degeneration pada tahun 2005, maka Operation Raccoon City mengambil setting 1998, atau tahun yang sama seperti Resident Evil. Informasinya memang masih rancu, namun disebutkan juga bahwa nantinya kamu bakal melihat kembali event selama Resident Evil 2 dan Resident Evil 3: Nemesis. Yang pasti, apa yang bisa saya baca dari strategi rilis Operation Raccoon City pada akhir tahun 2011 ini, jelas untuk membuka jalan supaya Damnation yang bakal rilis 2012 mendatang, supaya bisa lebih mudah diterima. Sebab dua Resident Evil untuk 3DS yang saat ini lebih menyita perhatian, nasibnya berada di tangan Chris Redfield dan Jill Valentine.

Memainkan game dari sudut pandang antagonis?

Dengan setting diambil selama game kedua dan ketiga, kamu bakal melihat kembali kebanyakan event yang terjadi dalam game tersebut., dan bahkan mendapat kesempatan untuk merubah konklusi beberapa peristiwa penting dalam sejarah Resident Evil, seperti apakah kamu mau membiarkan Leon atau Claire tetap hidup nantinya. Kamu bisa mengendalikan entah itu Umbrella Security Service (USS), petugas keamanan Umbrella Corporation, atau anggota Spec Ops, yang merupakan bagian dari pemerintah Amerika – belum dipastikan apakah mereka sama seperti para anggota Special Tactics And Rescue Service (STARS). Dua kubu berbeda, jelas memiliki tujuan yang bertolak belakang. Anggota USS ditugaskan untuk menghancurkan bukti semua aktivitas ilegal Umbrella Pharmaceutical, Inc., yang akhirnya mengakibatkan merebaknya T-Virus. Tugas mereka juga termasuk menghabisi penduduk yang selamat dari efek virus. Sebaliknya anggota Spec Ops bertugas untuk mengekspos kegiatan Umbrella Corporation dan mengetahui penyebab terjangkitnya wabah T-Virus di Raccoon City. Karena berjalan di tengah dua seri unggulan Resident Evil, jangan heran jika kamu bakal melihat kembali banyak lokasi dan karakter yang eksis selama game kedua dan ketiganya, termasuk juga Leon S. Kennedy.
Walaupun mengungkapkan kembali kejadian selama game kedua dan ketiga, namun Capcom menegaskan jika kamu tidak memerlukan pengetahuan lebih atas keduanya untuk sekadar memainkan Operation Raccoon City. Sebagai spin-off alias game sampingan, seri baru ini benar-benar lepas dari serial utamanya, dengan tetap menautkan diri dalam keseluruhan kisah penyebaran senjata biologi yang dikembangkan Umbrella. Selain gameplay, perbedaan mencolok lainnya yang diungkapkan Capcom adalah settingnya, yang digambarkan lebih gelap daripada Resident Evil yang pernah kamu kenal selama ini. Benar-benar mendukung aktivitas USS, selain membantai zombie, kamu juga harus mencari semua makhluk yang selamat, dan menghabisinya.
Selain mode single player, dalam game ini kamu juga bakal memainkannya dalam mode 4 player co-operative, mengindikasikan bahwa kamu memainkan game ini secara team (atau biasa disebut sebagai team-based shooter).  Dalam mode empat pemain tersebut, kamu bebas memilih salah satu dari empat anggota Umbrella Security Services (Vector, Beltway, Bertha, dan Spectre), yang mana mereka masing-masing memiliki kemampuan spesialnya sendiri. Bahkan bergantung dari karakter yang kamu pilih, tanggung jawab yang dibebankan padamu juga bakal bervariasi.

Hunk, yang pertama kali terlihat dalam Resident Evil 2 sebagai karakter rahasia, merupakan inspirasi Capcom dalam mendisain para anggota USS. Dikenal sebagai "HUNK" dalam game kedua, merupakan kode nama komando Umbrella Special Forces tanpa nama, dan juga anggota dari USS Alpha Team (jangan disamakan dengan S.T.A.R.S. Alpha Team dari Raccoon City Police Department, dimana saat itu Chris Redfield bertugas). Memang semua aksi HUNK dijalankan di balik event utama insiden di Raccoon City, namun aksi mereka justru menimbulkan efek yang besar beberapa tahun kemudian.
Dari penggambaran awal, sepertinya game ini menjanjikan. Semoga saja bukan sekadar menjadi perbaikan dari Resident Evil: Outbreak (yang pertama kali mengenalkan gameplay multiplayer), namun melahirkan seri spin-off baru yang terus berkembang nantinya.
Salah satu karakter yang telah dikonfirmasikan penampilannya, Vector, dia terlihat menggunakan jubah dan sepertinya menyembunyikan senjata/kemampuannya di balik kostumnya tersebut. Sedangkan mode multiplayer-nya bakal mengadu para petugas Umbrella tersebut melawan para agen pemerintah Amerika Serikat, yang berusaha membuka rahasia busuk Umbrella.

SHARE
Previous articlePetualangan Perseus Berlanjut!
Next articleVocaloid: Para Idola Dunia Virtual

Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY – yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi “ngoprek” smartphone.