SHIFTing to the Top Gear!!

Judul : Shift 2: Unleashed
Developer / Publisher : Slightly Mad / EA
Genre : Racing
Release Date : 29 maret 2011
Score : 9/10

Need for Speed (NFS) Shift pertama diperkenalkan pada september 2009 untuk menghalang laju Dirt 2 yang lahir pada bulan yang sama. Dan Shift pun mendapat sambutan yang sangat meriah dan banyak yang mengatakan, “inilah NFS terbaik pertama yang pernah ada,” akibat grafis yang cukup photorealistic, sound otentik, roster mobil menawan, sampai opsi modifikasi yang sangat dalam. Namun tak sedikit pula yang mengkomplain bahwa racing-nya memiliki defisiensi fun.

Nah, enam bulan setelah kita dimanjakan oleh Hot Pursuit yang kembali ke akar NFS, yaitu balap jalanan – namun “impoten” di bidang kostumisasi, dan kini pun saatnya back-to-track dalam Shift 2 ini.

Dari segi visual, banyak perubahan yang radikal, terutama dari presentasi yang kini dinarasikan oleh pembalap Formula D asli, yaitu JR. Sehingga membuat game ini mirip Dirt 2 atau Grid, begitu pula dengan tampilan interface yang jauh lebih cool dan elegan serta lebih mudah dinavigasikan.

Grafis juga mengalami peningkatan di bidang lighting yang jauh lebih real, serta support 4xMSAA untuk Xbox 360 dan MLAA untuk Playstation 3. Night mode yang mampu menampilkan pancaran lampu mobil kita dan lawan dengan cukup impresif, serta kondisi semi absolute darkness yang tentu saja meningkatkan kesulitan akibat visibilitas yang terbatas. Apalagi jika menggunakan Helmet mode, mode baru yang menampilkan racing secara real first person dari balik helm pembalap. Sehingga ketika kita melaju lebih dari 250km/jam di malam hari dalam helmet mode, maka pengalaman yang didapat mirip memainkan game survival horror.

Sayangnya, detail mobil nampaknya mengalami penurunan, terutama pada saat mobil baru digas. Detail mobil lawan akan terlihat cukup kabur, padahal tak terpengaruh G-force sebab kita masih berada di kecepatan rendah. Begitu pula dengan lingkungan di luar track, seperti background jauh, dimana efek tempelan begitu terlihat seperti pada Gran Turismo 5. Dan juga pohon, nampaknya berpoligon cukup rendah.

Roster mobil pun meskipun menjadi yang terbanyak dalam sejarah Need for Speed, dan tambahan beberapa mobil keren baru seperti Pagani Huayra serta Mclaren MP12C. Namun banyak mobil dari seri sebelumnya dihilangkan, begitu pula banyaknya mobil recycle dari Shift pertama, ditambah lagi opsi pada saat memilih mobil menjadi susah dan loading lama membuat saya cukup kecewa.

Namun rasanya kekecewaan tersebut terbayar oleh gameplay yang kini jauh lebih fun, berkat AI yang lebih susah,variasi track jauh lebih banyak (hingga 100 track), handling yang makin realistis, serta kustomisasi yang komplit dan makin menyenangkan.

Musik pun kini juga terasa makin enak didengar, dan memacu adrenalin dengan soundtrack mantap. Suara yang dihasilkan mobil pun serasa mendengarkannya secara live.

Akhirnya saya pun dapat menyimpulkan bahwa Shift 2 mampu mempertahankan gelar sebagai game racing simulation paling fun dan kompleks dalam modifikasi, meskipun grafisnya tak seindah serta tak dapat menyaingi 60fps dari Forza 3. Namun menurut saya pribadi, Shift 2 jauh lebih baik dari Gran Turismo 5 yang mementingkan kuantitas daripada kualitas, serta gameplay yang begitu monoton, membuat saya tak ragu memberi Shift 2 nilai 9/10. Dan kini ijinkanlah saya untuk kembali ke balik kemudi dan menginjak pedal gas lebih dalam…


SHARE
Previous articleSang Bencana Akhirnya Keluar Juga!
Next articleApocalyPS3 Now!!
Dragio atau Gio sudah mengawali karir di dunia game sejak tahun 1995 hingga saat ini. Gio yang saat ini melanjutkan kuliahnya di Los Angeles ini menyukai berbagai macam genre game terutama Shooter,WRPG,Action dan Racing. Tertarik menjadi jurnalis video game tentu saja akibat kecintaanya terhadap video game yang sudah tertanam sejak dulu. selain itu,lelaki yang juga memiliki hobby Otomotif ini pun dikenal ramah dan rendah hati sekalipun banyak yang menganggap skill gamingnya sudah cukup tinggi,bisa dilihat oleh banyaknya group gaming di Facebook yang menetapkan Gio di posisi teratas dan respek terhadap dirinya.