Mainan ini Lebih Mahal daripada Proyek Hollywood…

Banyak orang yang menganggap, bahwa produksi film Hollywood menghabiskan uang yang jauh lebih banyak daripada mengembangkan sebuah game. Anggapan tersebut tentu beralasan, karena banyak yang harus dipikirkan ketika sebuah rumah produksi harus memproduksi sebuah film, katakan saja mengontrak aktor dan aktris yang mengisi credits film tersebut (apalagi jika aktor atau aktris tersebut memiliki nama besar!), menyiapkan special effect jika perlu, dan juga mendapatkan ijin syuting dari berbagai lokasi di seluruh dunia. Namun ternyata, mengembangkan sebuah game juga bisa saja menghabiskan budget yang besar, bahkan melebihi budget yang digunakan untuk mengembangkan sebuah film. Oiya?

Ya, banyak faktor yang menyebabkan pengembangan game menghabiskan budget yang besar. Yang paling sering, budget pengembangan sebuah game membengkak karena membutuhkan waktu yang lama dalam pengembangannya. Atau, ada kasus lain dimana pengembangan sebuah game melibatkan banyak orang, seperti Assassin’s Creed 2 yang membutuhkan ratusan orang programmer untuk membuatnya, atau GTA 4 yang membutuhkan total 3000 orang untuk menyelesaikan pengembangan game. Disini, saya akan merinci 10 game dengan budget paling mahal yang pernah dibuat, serta apa alasan mengapa game tersebut menghabiskan budget sebesar itu. Bagaimana, lebih tertarik mengembangkan game atau memproduksi film?

10. Killzone 2 (Dev: Guerilla Games / Rilis: 2009 / Budget: US $ 45 Juta)

Salah satu judul yang menjadi “most anticipated” untuk PS3. Awalnya, pihak Guerilla hanya menganggarkan budget sekitar US $20 Juta. Namun, karena pengembangannya molor hingga setahun berikutnya, anggarannya pun membengkak menjadi US $40 Juta, dan akhirnya game ini jadi dengan menghabiskan budget hingga US $45 Juta. Sebagian besar dana ini memang digunakan untuk memoles habis grafis yang digunakan dalam game ini, dan juga untuk melakukan rekaman soundtrack dan score game ini yang dilakukan di studio Abbey Road, London.

9. Final Fantasy XII (Dev: Square Enix / Rilis: 2006 / Budget: US $ 48 Juta)

Final Fantasy (FF) memang dikenal selalu menggunakan waktu yang lama dalam pengembangannya, dan juga melibatkan banyak orang. Meskipun ada FF XIII yang dirilis di konsol next gen, namun budget tertinggi justru dipegang oleh FF XII ini. Yang lebih mencengangkan lagi, budget sebesar ini hanya digunakan dalam proses produksi saja, tidak termasuk biaya untuk melakukan marketingnya. Ada sumber yang menyebutkan bahwa budget untuk pengembangan FF XIII lebih tinggi 50% dari game ini, namun sampai saat ini Square Enix masih bungkam mengenai berapa biaya pengembangan FF XIII tersebut.

8. L.A. Noire (Dev: Team Bondi / Rilis: 17 Mei 2011 / Budget: US $ 50 Juta)

Game ini layak menyandang gelar game termahal di awal 2011 ini. Ya, untuk membuat sebuah game yang sinematik dan menggunakan teknologi yang tinggi (bahkan menggunakan scan wajah asli aktor Hollywood), saya rasa wajar bila Team Bondi dan Rockstar merogoh kocek sampai US $50 Juta. Dengan budget sebesar itu, Rockstar mengatakan bahwa mereka akan benar-benar menyuguhkan Los Angeles yang bisa dieksplorasi secara penuh oleh pemain. Satu hal lain yang menjadi nilai kredit tambah: Game ini adalah game termahal yang dikembangkan oleh developer asal Australia! Salut buat Team Bondi dan Rockstar.

7. APB (Dev: Realtime Worlds / Rilis: 2010 / Budget: US$ 50 Juta)

Waktu pengembangan APB yang mencapai lima tahun turut “menyedot” sebagian besar budget US $50 Juta ini. Bukan hanya itu, menurut founder Realtime Worlds Dave Jones, jumlah sebesar itu hanya untuk pengembangan sampai menjadi sebuah game yang bisa dimainkan saja. Jumlah tersebut belum termasuk budget yang sudah dialokasikan setiap tahun oleh Realtime Worlds untuk memberikan upgrade-upgrade dan memberikan support agar game ini tetap hidup. Pada akhir 2010 lalu, game ini diakuisisi oleh K2 Network, dan berencana untuk melakukan relaunching pada paruh pertama tahun ini dengan judul APB: Reloaded.

6. Halo 3 (Dev: Bungie / Rilis: 2007 / Budget: US $ 55 Juta)

Franchise Halo seolah-olah menjadi nyawa bagi Bungie, dan hal tersebut terbukti dengan larisnya franchise ini setiap merilis seri baru. Dengan dukungan dari Microsoft, rasanya budget US $55 Juta “terlalu kecil” untuk mengembangkan Halo 3. Budget sebesar ini hanya digunakan untuk mengembangkan game ini saja, karena biaya promosi yang dikeluarkan oleh Microsoft ternyata jauh lebih besar, mencapai US $200 Juta! Dalam satu kesempatan, bahkan Microsoft pernah mengatakan bahwa mereka sangat mendukung penuh franchise Halo, dan akan menyediakan dana BERAPAPUN untuk mengembangkan game ini!

5. Metal Gear Solid 4 (Dev: Kojima Productions / Rilis: 2008 / Budget: US $ 60 Juta)

Game terkompleks, tercantik dalam hal grafis dan terbesar dalam sejarah franchise Metal Gear Solid (MGS). Dengan waktu pengembangan empat tahun, wajar bila Sony dan Kojima Productions “patungan” untuk menyediakan budget sebesar US $60 Juta tersebut. Karena kompleks dan besarnya game ini, bahkan game ini menjadi game PS3 pertama yang menghabiskan 50 GB blu ray dual layer tanpa sisa! Budget sebesar itu nampaknya tidak sia-sia, karena game ini memang laku keras di pasaran. Bahkan, di empat hari pertama perilisannya saja, game ini sudah terjual hampir 500.000 kopi di Jepang.

4. Too Human (Dev: Silicon Knights / Rilis: 2008 / Budget: US $60+ Juta)

Kadangkala budget pengembangan sebuah game membengkak karena sesuatu hal yang tidak diduga-duga. Game ini adalah salah satu contohnya. Banyak masalah yang menyebabkan budget game ini melambung, antara lain konflik yang terjadi antara pihak pengembang dengan Epic Games dan Unreal Engine 3, dimana tiba-tiba pengembang game ini meninggalkan penggunaan engine tersebut dan lebih memilih menggunakan engine buatannya sendiri tepat sebelum game ini sudah hampir jadi. Ya, meskipun hanya mengubah engine, namun hal ini sudah menambah budget game ini sekitar US $10 Juta, dan tentu saja menambah durasi pengembangannya.

3. Shenmue (Dev: Sega AM2 / Rilis: 2000 / Budget: US $ 70 Juta)

Shenmue ini seolah-olah menjadi bintang didalam kegelapan, karena game ini bersinar tepat satu tahun sebelum Sega memutuskan untuk memuseumkan Dreamcast. Game ini bahkan menyandang gelar sebagai game termahal selama hampir satu dekade seblum muncul judul-judul seperti Gran Turismo 5 dan GTA 4. Ya, kompleksnya game ini menjadi salah satu alasan mengapa budget-nya sangat tinggi . Dengan banyaknya area yang bisa kamu kunjungi, beragam minigame dan juga detail cuaca, saya menganggap game ini sebagai game terkompleks yang pernah ada, meskipun penjualannya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

2. Gran Turismo 5 (Dev: Polyphony Digital / Rilis: 2010 / Budget: US $ 80 Juta)

Tentu kamu masih ingat, bagaiman Sony dan Polyphony Digital terlalu lama mengulur waktu perilisan game ini. Namun, setelah dirilis, game ini menjawab semua keraguan dengan performanya yang sangat memuaskan. Ya, dengan budget US $80 juta yang digunakan selama 5 tahun pengembangan dan menyediakan hampir 1000 mobil yang bisa dimainkan, game ini menjadi game racing termahal yang pernah dibuat. Budget ini sendiri sudah membengkak, dari awalnya US $60 Juta, menjadi US $80 Juta karena penundaan-penundaaan yang dilakukan oleh Polyphony Digital. Budget mahal untuk mobil mahal? Saya rasa sepadan dengan hasilnya.

1. Grand Theft Auto 4 (Dev: Rockstar North / Rilis: 2008 / Budget: US $100 Juta)

Jika bicara budget besar, game ini layak menempati urutan pertama dengan budget US $100 Juta. Bagaimana tidak, saat pengembangan game ini, Rockstar sampai menggunakan sekitar 1000 orang yang bekerja selama 3,5 tahun yang bekerja mulai studi lapangan untuk menggambarkan setting game, hingga mencatat lalu lintas kendaraan New York agar game ini tampil serealistis mungkin. Rockstar juga sampai mengontak hingga 2000 orang untuk mendapatkan ratusan musik yang bisa kamu dengarkan di game ini, yang per track-nya mereka harus merogoh kocek hingga US $10.000 untuk membeli lisensi dan membayar royalti ke penciptanya. Wow!


SHARE
Previous articleDetail Karakter Baru Xillia, Elise
Next articleAtlus dan Sting Tancap Gas!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.