Akhir Polemik Permasalahan PSSI?!

Polemik konflik PSSI sepertinya bakal segera terselesaikan dalam waktu dekat. Tentunya hal ini dapat segera terwujud jika beberapa agenda penting yang dipersiapkan oleh FIFA dengan Komite Normalisasi dapat berjalan lancar ke depan. Apa saja agendanya? Salah satu yang utama tentu saja adalah menghelat Kongres PSSI yang rencananya bakal dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2011. Besar kemungkinan Kongres ini akan dilaksanakan di Surabaya, ibukota Jawa Timur.

Berikut beberapa agenda penting yang dipersiapkan oleh Komite Normalisasi hingga berjalannya Kongres.

– Tanggal 6-7 April 2011 KN (Komite Normalisasi) akan menyelesaikan draft electoral code.

– Tanggal 12 April KN akan membuka pendaftaran bagi para calon Ketum dan anggota EXCO PSSI, pendaftaran ini akan ditutup pada tanggal 17 April.

– Tanggal 22 April undangan kongres akan dikeluarkan untuk umum dan seluruh anggota kongres, yakni 78 anggota yang turut mengeluarkan suara saat kongres PSSI di Riau.

– Tanggal 1 Mei undangan akan disebar ke semua klub peserta kompetisi PSSI musim ini dan pengurus Pengprov PSSI.

– Tanggal 20 Mei 2011, kongres untuk memilih ketua umum dan Exco akan digelar pada tempat yang akan ditentukan lebih lanjut.

Akhir Dari Polemik Permasalahan PSSI
Seperti yang diketahui, permasalahan PSSI memang sudah berkembang menjadi permasalahan nasional yang pelik. Rakyat menginginkan sebuah perubahan besar dalam tubuh PSSI yang carut marut pimpinan Nurdin Halid. Rakyat pun meminta Nurdin Halid mundur dan melepaskan jabatannya. Seperti yang kita ketahui bersama, penyelesaian masalah ini tidaklah semudah seperti yang dibayangkan. Tentunya karena sikap Nurdin Halid yang tidak mau mundur dan melakukan perlawanan dengan dalih Statuta PSSI yang masih memperbolehkan dia memimpin meskipun dia pernah ditahan.

Bagi Anda yang belum tahu, Nurdin selama ini ngotot bertahan dan berlindung dengan salah satu pasal dalam statuta PSSI, yakni pasal 35 ayat 4 yang kurang lebih bunyinya sebagai berikut:

“…. harus tidak sedang dinyatakan bersalah atas suatu tindakan kriminal pada saat kongres serta berdomisili di wilayah Indonesia.” atau jika diterjemahkan dalam bahasa Inggris menjadi “… must not have been found guilty of criminal offence at the time of the congress is held and…”

Sayang, sepertinya asalan kuat Nurdin ini disinyalir sudah tidak efektif lagi digunakan, pasalnya Komite Normalisasi (KN) yang ditunjuk FIFA untuk menengahi permasalahan ini memiliki bukti kuat bahwa pasal dalam Statuta PSSI yang digunakan tameng oleh Nurdin telah disalahgunakan. PSSI tidak akan menggunakan statuta dalam PSSI lagi dan beralih ke Statuta FIFA secara langsung.

KN menggunakan statuta FIFA yang kurang tertulis seharusnya berbunyi sebagai berikut “… must not have been previously found guilty of a criminal offence, and…” atau “… harus tidak pernah dinyatakan bersalah atas suatu tindakan krimimal…”

Bukti kuat inilah yang akan digunakan KN untuk memukul mundur kubu Nurdin Halid yang selama ini bersikukuh dengan posisi mereka. ” Masyarakat sudah tau mana yang benar dan tidak, dan bukan rahasia lagi jika Nurdin pernah bermasalah dan menjadi tersangka korupsi,” ungkap salah satu perwakilan KN.

Konflik penyelesaian PSSI mulai menunjukkan titik terangnya saat Komite Darurat FIFA memutuskan untuk mengambil alih krisis kepemimpinan di tubuh PSSI pada tanggal 1 April 2011. Langkah ini diambil karena PSSI sudah tidak memiliki kredibilitas lagi yang terbukti dengan tetap bergulirnya kompetisi LPI (Liga Primer Indonesia) bentukan pengusaha Arifin Panigoro dan gagalnya Kongres PSSI di Riau yang berakhir ricuh.

FIFA pun akhirnya membentuk Komite Normalisasi yang diketuai oleh Agum Gumelar untuk menggantikan peran Komite Eksekutif PSSI selama ini. Salah satu tugas utama dari KN adalah dengan segera menyelenggarakan Kongres PSSI berdasarkan FIFA Electoral Code dan Statuta PSSI sebelum 21 Mei 2011.

Nasib Liga Primer Indonesia (LPI)
Lalu bagaimana dengan nasib LPI sendiri jika nantinya kongres PSSI telah berjalan lancar. Berbagai wacana pun mencuat dan yang jelas banyak pihak berharap PSSI lebih bijak dalam menyikapi nasib dari LPI. Meski bagaimanapun LPI juga berperan penting dalam merubah PSSI hingga seperti sekarang. LPI memberikan banyak masukan ke PSSI tentang bagaimana sebuah liga professional seharusnya dibuat.

Meskipun belum ada keputusan final yang dikeluarkan KN terkait keberadaan LPI, namun setidaknya ada indikasi positif dengan adanya rencana KN yang bakal mempertemukan LPI dengan PT Liga Indonesia. Diharapkan dari pertemuan ini dihasilkan sebuah keputusan yang baik yang salah satunya memungkinkan LPI masuk ke dalam naungan PSSI.

PSSI sendiri sebelumnya pernah berniat untuk memasukkan LPI ke dalam liga Divisi III. Namun sayang usulan ini pun ditolak mentah-mentah oleh kubu LPI dengan dalih LPI adalah sebuah liga profesional dan tidak pantas menerima usulan tersebut. Saya pribadi berharap agar ditemukan jalan terbaik untuk menyikapi keberadaan LPI. Walau bagaimana pun LPI turut berperan dalam membentuk bagaimana seharusnya liga yang baik dibuat. Hidup Sepak bola Indonesia!!


SHARE
Previous articleXbox360 Ganti Format Media Disc?!
Next articleWizard Akan Rilis Commander Deck untuk MTG
Ari aka Hawke Zigma memiliki segudang pengalaman dalam jurnalis game. Hawke populer sebagai anak didik langsung dari GrandC. Dia banyak membantu GrandC dalam menulis, meliput event berita, bahkan konsep. Nama Hawke cukup populer dalam dunia game underground karena dia juga pernah menggawangi langsung salah satu jaringan toko game di Surabaya, yakni GameQuarters.