(Semakin Banyak) yang Telah Kita Lewatkan…

Menyambung postingan Dipta Erlangga yang berjudul Apa yang Telah Kita Lewatkan beberapa hari lalu, disini saya akan menjelaskan beberapa film Hollywood yang juga telah kita lewatkan, dan menurut saya sebenarnya sangat disayangkan bahwa film-film yang –berpotensi laris di Indonesia ini tidak ditayangkan gara-gara carut marut pajak yang melanda industri layar lebar di Indonesia. Apa saja film yang juga seharusnya masuk ke Indonesia, namun batal karena masalah tersebut?

I Am Number Four
Studio : Reliance BIG Entertainment / Bay Films
Distributor : Dreamworks / Touchstone Pictures
Jadwal Rilis : 18 Februari 2011
Pemain : Alex Pettyfer, Timothy Olyphant, Dianna Agron

Bisa dikatakan, film ini berpotensi laris di pasaran mengingat ada dua nama besar dibalik layarnya, yakni Steven Spielberg dan Michael Bay. Film ini sebenarnya juga sangat ditunggu, karena banyak yang peenasaran dengan film yang katanya bakal meruntuhkan dominasi Twilight Saga sebagai salah satu film yang digemari remaja ini (ya, film ini juga memiliki versi novel berseri sama seperti Twilight Saga dan Harry Potter). Bahkan, novel-novelnya sudah banyak dijual di Indonesia semenjak akhir tahun lalu, dan –lebih menyedihkannya lagi, ada semacam kuis di novel ini yang berhadiah tiket nonton film ini..

Lantas, apa guna kuis tersebut, kalau nyatanya film ini gagal ditayangkan di layar lebar Indonesia?

Film ini sendiri mengisahkan sembilan bayi alien berwujud manusia yang kabur dari planet asalnya, Lorien untuk bersembunyi di bumi. Mereka bersembunyi di bumi untuk menghindari invasi yang dilakukan oleh Mogadorians, yang melanda planet mereka. Namun, Mogadorians ternyata tidak tinggal diam, dan mengejar mereka sampai ke bumi. Setiap bayi alien tersebut memiliki satu orang penjaga, dan saat mereka dewasa, mereka akan mendapatkan kekuatan super. Kesembilan alien tersebut memiliki nama yang berurutan, mulai Number One hingga Number Nine, dan apabila ingin membunuh mereka semua, Mogadorians harus membunuhnya secara berurutan.

Red Riding Hood
Studio : Appian Way Productions
Distributor : Warner Bros.
Jadwal Rilis : 11 Maret 2011
Pemain : Amanda Seyfried, Gary Oldman, Billy Burke

Banyak daya tarik yang dimiliki oleh film ini. Yang pertama, film ini diproduseri oleh Leonardo Di Caprio, yang juga merupakan film kelima yang diproduserinya. Yang kedua, film ini sendiri dibesut oleh Catherine Hardwicke, sutradara yang membesut film Twilight. Yang ketiga, banyak nama-nama tenar yang mengisi credits film, sebut saja Amanda Seyfried dan juga Gary Oldman. Dan yang terakhir, film ini diadaptasi dari dongeng, yang sebenarnya juga dongeng tersebut cukup populer di Indonesia.

Pasti banyak yang penasaran bukan, bagaimana wujud dongeng Gadis Berkerudung Merah apabila difilmkan?

Film ini mengisahkan Valerie, seorang wanita muda cantik yang tengah dilema. Dia jatuh cinta kepada seorang pendatang bernama Peter, namun orangtuanya menjodohkan dirinya untuk menikah dengan seorang lelaki kaya bernama Henry. Karena tidak mau dipisahkan, Valerie dan Peter memutuskan untuk melarikan diri saat mengetahui bahwa kakak Valerie dibunuh oleh seekor (atau seorang?) werewolf yang hidup di hutan. Setiap tahun, warga desa selalu memberikan sesajen kepada werewolf tersebut seekor hewan, namun jika tiba waktu bulan merah, warga harus menyiapkan seorang manusia untuk menjadi sesajen werewolf tersebut. Karena marah, akhirnya warga mengutus Solomon untuk membantu mereka memburu werewolf tersebut.

Sanctum
Studio : Relativity Media
Distributor : Universal Pictures
Jadwal Rilis : 3 Februari 2011 (Australia), 4 Februari 2011 (US)
Pemain : Ioan Gruffud, Richard Roxburgh, Rhys Wakefield

Meskipun film ini menerima kritik dari banyak orang, karena kualitasnya jauh dari kualitas film James Cameron lainnya (ya, produser film ini adalah James Cameron!), namun film ini menawarkan sebuah konsep yang cukup menarik, yaitu eksplorasi gua bawah laut. Selain itu, film ini juga menggunakan teknologi 3D, yang mana sudah kita ketahui bahwa Cameron terbukti sukses dalam menggarap sebuah film 3D lewat Avatar lalu.

Apakah 3D dalam film ini bisa menyaingi 3D milik Avatar? Hanya mereka yang sudah menonton saja (yang diluar negeri pastinya) yang bisa menjawab pertanyaan saya diatas…

Film ini mengisahkan sebuah ekspedisi gua bawah laut yang dilakukan oleh sekelompok peneliti di Papua, New Guinea. Malang tidak dapat ditolak, saat mereka melakukan ekspedisi, terjadi sebuah hujan badai yang melanda daerah tersebut. Hujan badai tersebut ternyata membuat permukaan air laut naik, dan menyebabkan gua yang tengah mereka teliti kemasukan air. Bukan hanya kemasukan air, hal tersebut ternyata juga membuat gua tersebut kehabisan oksigen. Yah, tentu saja, kelima peneliti tersebut harus berjuang untuk hidup, dan mencoba untuk mencari jalan keluar ditengah tipisnya oksigen yang ada di gua tersebut.

Dengan tambahan tiga judul ini, sudah sangat terlihat jelas bagaimana “meruginya” kita telah melewatkan banyak judul film berkualitas selama kurang lebih satu bulan ini. Kita harap pemerintah dan juga para importir film menemukan kata sepakat, sehingga kita tidak terlalu banyak “merugi” lagi karena tidak bisa menonton film-film kesayangan kita di bioskop.

Ingat, sebentar lagi liburan musim panas, dan apabila masalah ini masih belum selesai, maka akan lebih banyak lagi judul Box Office yang akan kita lewatkan seperti Fast Five, Pirates of The Caribbean: On Strangers Tide, hingga Transformers: Dark of The Moon..


SHARE
Previous articleHancurkan Mobil dan Gentong? Kuno Ah!
Next articleFive Bloodiest Game Ever
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.