Sedikit yang (Akan) Kita Nikmati…

Meskipun Menbudpar Jero Wacik sudah mengatakan bahwa akhir Maret lalu pemerintah sudah menemukan solusi dan tinggal mensosialisasikannya kepada pihak importir, permasalahan pajak yang melanda industri film Hollywood di Indonesia memang masih belum menemui titik terang. Sembari kita menunggu hasil kongkrit dari solusi pemerintah tersebut, kita tentu harus puas dengan menyaksikan film-film “kelas dua” yang ditayangkan di bioskop-bioskop kesayangan kita. Namun, tidak semuanya film yang akan diputar di bioskop tergolong film kelas dua, karena masih ada beberapa film yang masuk dalam kategori “kelas satu” namun “selamat” masuk ke Indonesia karena didatangkan dan didistribusikan diluar MPAA dan distributor yang berada dibawahnya. Apa saja film tersebut?

Source Code

Studio : Vendome Pictures / The Mark Gordon Company
Distributor : Summit Entertainment
Jadwal Rilis : 1 April 2011 (di US)
Pemain : Jake Gyllenhaal, Michele Monaghan, Vera Farmiga

Rindu dengan aroma sci fi ala Inception? Film ini adalah jawabannya. Ya, ditengah kasus perpajakan yang melanda industri film Hollywood di Indonesia, beruntung kita masih (akan) diberi kesempatan untuk menyaksikan film ini. Di dunia internasional, film ini mendapat banyak pujian karena berhasil memadukan unsur sci fi, thriller dan juga nilai-nilai kemanusiaan dengan baik. Lihat saja buktinya, di website Rotten Tomatoes, 90% kritikus menyatakan puas setelah menyaksikan film ini, dan Metacritic pun tidak segan-segan memberikan nilai 73 terhadap film ini!

Film ini sendiri dibintangi oleh Jake Gyllenhaal, yang kita kenal pernah bermain sebagai koboi Gay dalam film Brokeback Mountain, menjadi Prince Dastan dalam Prince of Persia, serta pernah juga mengisi peran dalam The Day After Tomorrow. Nama Jake inilah yang diyakini juga menjadi daya tarik utama film ini, karena seolah-olah menjadi jaminan, bahwa film yang dibintanginya selalu bisa –minimal menjual dipasaran.

Film ini mengisahkan seorang tentara bernama Colter Stevens (Jake Gyllenhaal) yang tanpa disadari sudah menjadi bagian dari proyek Source Code yang diadakan pemerintah. Program ini memungkinkan dia untuk “berpindah” identitas ke tubuh orang lain yang tinggal menyisakan delapan menit hidupnya. Bisa dibayangkan, bagaimana ketegangan yang dirasakan Kapten Stevens tatkala dia berpindah ke tubuh orang lain yang hanya menyisakan detik demi detik hidupnya bukan?

Scream 4

Studio : The Weinstein Company
Distributor : Dimension Films
Jadwal Rilis : 15 April 2011
Pemain : David Arquette, Neve Campbell, Courteney Cox

Salah satu franchise yang tertidur cukup lama akhirnye kembali ke layar lebar. Setelah satu dekade berpuasa, akhirnya tahun ini para penggemar Scream pun bisa menyaksikan kembali aksi-aksi dari Neve Campbell, David Arquette dan Couteney Cox ini. Sebenarnya, Wes Craven mengatakan enggan untuk membesut kelanjutan franchise Scream ini, apabila skrip yang ditawarkan tidak bisa sebagus Scream. Namun ketika sudah menerima skrip tersebut, akhirnya dia mengubah pendiriannya tersebut.

Sebagus Scream, apakah film ini merupakan awal yang baru bagi franchise Scream?

Menilik dari tagline-nya, New Decade, New Rules, kemungkinan besar kita tidak akan disuguhi aksi-aksi yang sama dengan ketiga film sebelumnya. Film ini sendiri mengisahkan kembalinya Sidney Prescott (Neve Campbell) ke kampung halamannya, Woodsboro tepat perayaan 15 tahun pembunuhan Woodsboro. Siapa sangka, kembalinya Sidney juga diikuti kembalinya Ghostface ke kota tersebut dan kembali menebarkan ancamannya. Kali ini, Ghostface seolah-olah menerapkan sebuah “aturan baru” bagi siapa saja yang ingin selamat dari kejarannya. Apa aturan baru tersebut?

http://www.youtube.com/watch?v=vlN9QbOFS2w

Dibandingkan dengan film-film lain yang akan beredar di bioskop Indonesia dalam waktu dekat ini, kedua film ini rasanya bisa menjadi “kartu As” bagi pengusaha bioskop untuk kembali menjaring penonton. Semoga saja pemerintah segera merealisasikan solusi yang sudah dimilikinya, agar kita semua kembali bisa menikmati suguhan bioskop seperti sedia kala.

Oiya, kabar terbaru juga menyebutkan, bahwa ada beberapa situs penyedia film di Internet sudah tidak bisa diakses (termasuk situs penyedia film yang terbesar di Indonesia), entah diblokir, dihapus pemiliknya, atau bisa juga di-hack. Dengan begini, cara apa lagi ya yang bisa ditempuh agar kita tetap bisa menonton Film Hollywood dengan cepat setelah film tersebut dirilis?

Apa masyarakat Indonesia sudah siap untuk membeli DVD Original?


SHARE
Previous articleMerah, Biru, Kuning, Hijau…. atau Pink Saja Ya!?
Next articleDaging Monster untuk Menghilangkan Kutukan
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.