Saatnya Game Facebook Lebih Dewasa…

Dev : Seant Copper

URL Game : http://apps.facebook.com/boxheadnightmare/

URL FanPage : http://www.facebook.com/boxheadnightmare

Selama ini mungkin kamu hanya mengenal game-game FB yang minim darah, berkesan kasual dan lucu. Coba tengok saja contohnya seperti keluarga Ville dari Zynga, atau Pet Society. Namun, game berjudul Boxhead The Nightmare rupanya ingin membalikkan paradigma tersebut dengan menyuguhkan sebuah gameplay yang sedikit “sadis” dengan banyak darah, yang mungkin bisa membuat saya berpikir, apakah mungkin ini sudah saatnya game FB lebih dewasa ya? Meskipun menyuguhkan banyak darah saat gameplay, namun game ini masih memiliki sisi “imut”, terutama dalam desain karakternya, yang terkesan menyerupai Lego (yah, seperti namanya, Boxhead alias kepala kotak!).

Pilihan "Job" yang tersedia..

Game ini menyediakan banyak karakter yang bisa kamu mainkan, namun diawal permainan, kamu hanya bisa memainkan Bambo yang memiliki “class” mercenary saja. Namun, seiring dengan naiknya level, kamu bisa memainkan beberapa class karakter lain yang masih terkunci, seperti Binja si Ninja, Jinny yang merupakan penduduk kota, atau si Psikopat Jason. Setiap karakter bisa membawa hingga enam senjata ke medan pertempuran, yang juga disesuaikan dengan class karakter tersebut. Semisal, untuk mercenary, kamu bisa membawa pistol, Uzi atau juga sebuah knife. Selain itu, kamu juga meng-upgrade atribut tiap karakter dengan poin yang kamu dapatkan, meliputi akurasi, health, speed dan turn-nya. Untuk gameplay game ini sebenarnya sangat simpel. Puluhan (atau bahkan ratusan) musuh akan mendatangi kamu, dan tentu kamu harus menghabisi mereka semua! Tetapi tenang saja, di level-level awal kamu akan dibantu sebuah turret yang akan mengambil sebagian besar tugas kamu dalam menghabisi musuh. Disinilah letak “kesadisan” game ini, karena saat musuh tewas, maka darah akan bercucuran dimana-mana. Namun, tenang saja game ini juga masih memiliki gaya grafis kartun, sehingga meskipun mengeluarkan darah, masih terlihat sisi “imutnya”.

Tembaaaakk...

Sekilas, game dari developer individual ini terlihat cukup menyenangkan, dan akan mengingatkan kamu kepada Jackal, sebuah game klasik untuk NES yang dirilis Konami sekitar dua dekade silam. Namun, setelah memainkan beberapa lama, mungkin kamu akan merasa sedikit bosan, karena tidak ada variasi yang berarti antara satu level dengan level lainnya. Yang membedakan mungkin hanya tujuan dari setiap levelnya saja, karena ada satu level yang tujuannya kamu hanya bertahan, atau ada level lain yang mengharuskan kamu untuk keluar menyerang terlebih dahulu.


SHARE
Previous articleThe 3rd Birthday
Next articleJerry Lawson Meninggal Dunia
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.