Starter Deck Metamor

021_follower_guy027_follower_ninja

032_follower_merguy038_follower_willguy

Starter yang pertama adalah Champion’s Pride. Starter ini berisi persekutuan empat Sacred Bloodlines yang dipimpin oleh empat Heavenly Kings dan mewakili empat elemen murni dalam dunia Vandaria. Empat Sacred Bloodline tersebut adalah: Hagel yang berelemen api, Zatoist yang berelemen angin, Meredith yang mewakili air, dan Willhelmer yang mewakili tanah.

Gaya bermain Starter ini mewakili gaya Frameless dengan gaya memukul. Para Follower yang disediakan dalam Starter ini cukup sederhana dengan kemampuan yang mendukung untuk menghajar lawan secara langsung. Skill yang mereka miliki juga tergolong sederhana, yaitu menambah ATK, DEF, ataupun VIT. Champion’s Pride ikut didukung dengan kecepatan yang tinggi sehingga menjadi deck beatdown yang mampu berlaga dengan cepat sekaligus memukul dengan kuat.

146_follower_deimofiendstarter019_deimos_savagera

starter026_territory_reigner01starter028_territory_reigner03

Starter yang kedua adalah Damnation of Naraka. Starter ini mewakili para Deimos dengan Faction Reigner. Deimos dalam Starter ini memiliki gaya bermain yang sangat berbeda dengan para Deimos dalam Creatio. Jika pada set sebelumnya Deimos bermain dengan cara mengumpulkan tentara Creep sebanyak mungkin, Deimos dalam Damnation of Naraka bermain dengan cara menebarkan kengerian pada lawan.

Menyebarkan kengerian yang dimaksud adalah menghilangkan nyali lawan untuk menyerang. Kengerian ini didukung dengan sinkronisasi Territory Naraka yang saling mendukung satu sama lain. Mereka juga akan semakin kuat dengan lebih banyaknya Territory Naraka di permainan, sehingga bisa dikatakan Territory Naraka menjadi kunci dalam Starter ini. Deimos dalam Starter ini tentu mendukung gaya bermain tersebut. Mereka mampu menyerang dengan ganas sekaligus mempertahankan Territory Naraka.


SHARE
Previous articleMencapai Level 85 Tanpa Membunuh Monster dan Menyelesaikan Quest
Next articleThe 3rd Birthday
Memulai kariernya sebagai freelance majalah Ultima Nation, Dipta berkembang hingga menjadi penulis guide di majalah Optima. Ia sempat menghilang pada tahun 2003 untuk mempelajari film di Australia. Pada tahun 2008 Dipta kembali ke Indonesia dan memimpin GAMEZiNE selama kurang lebih 2 tahun. Ia juga sempat memperoleh penghargaan MURI sebagai Pencipta TCG Indonesia Pertama melalui karyanya Vandaria Wars.