Phyrexia Memenangkan Pertarungan di Mirrodin

Sebelumnya Wizards sempat mengumumkan bahwa mereka akan merilis satu dari dua set ekspansi yang telah disiapkan sebagai akhir dari blok Scars of Mirrodin. Kedua set tersebut mewakili masing-masing sisi dalam pertarungan di blok Scars of Mirrodin, yaitu Pure Mirrodin sebagai perwakilan Mirran, dan New Phyrexia sebagai perwakilan Phyrexian.

Set yang akan dirilis nantinya adalah sisi yang dianggap sebagai pemenang dalam pertarungan di set Mirrodin Besieged yang ditentukan dari survey dan hasil pertandingan dalam turnamen tercatat. Beberapa hari yang lalu akhirnya Wizards mengumumkan bahwa sisi Phyrexia adalah pemenangnya, sehingga New Phyrexia akan dirilis pada bulan Mei 2011 nanti.
Dikuasai oleh Phyrexia, dunia Mirrodin dalam New Phyrexia terlihat jauh lebih kelam. Jika sebelumnya para pasukan Mirran mengisi dunia tersebut dengan eksploitasi logam, kini semua logam tersebut telah terkontaminasi oleh virus Phyrexia sehingga segalanya tampak lebih mengerikan.
Logo Phyrexia akan lebih banyak ditemukan dalam kartu-kartu New Phyrexian. Jika sebelumnya logo tersebut banyak terdapat pada kartu Hitam, Merah, Biru, dan Hijau, kini bahkan warna putih sekalipun telah terkontaminasi oleh Phyrexia.

Mekanisme yang diperkenalkan dalam ekspansi ini adalah pembayaran dengan logo Phyrexia. Pembayaran dengan logo ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan membayar dengan warna sesuai dengan warna tersebut, atau membayar dengan  dua life point untuk tiap logo tersebut.

Beberapa kartu yang akan muncul dalam ekspansi ini telah dibocorkan oleh Wizards, salah satunya adalah Karn, sang Golem Silver yang sempat muncul dalam ekspansi Urza Saga. Karn yang tampil dalam New Phyrexia adalah Karn versi Planeswalker dengan kemampuan mengulang pertandingan dengan sejumlah kartu tambahan. Kartu menarik lainnya yang sempat diperlihatkan oleh Wizards adalah Elesh Norn dengan bahasa Phyrexia.

 


SHARE
Previous articleJerry Lawson Meninggal Dunia
Next articleSedikit Update Gameplay Gungnir
Memulai kariernya sebagai freelance majalah Ultima Nation, Dipta berkembang hingga menjadi penulis guide di majalah Optima. Ia sempat menghilang pada tahun 2003 untuk mempelajari film di Australia. Pada tahun 2008 Dipta kembali ke Indonesia dan memimpin GAMEZiNE selama kurang lebih 2 tahun. Ia juga sempat memperoleh penghargaan MURI sebagai Pencipta TCG Indonesia Pertama melalui karyanya Vandaria Wars.