Penerus Devil Survivor Tetap Setia Dengan NDS

Judul Game : Devil Survivor 2
Dev / Pub : Atlus / Atlus
Konsol : Nintendo DS
Tanggal Rilis : 28 Juli 2011
Genre : Strategi-RPG

Jangan salah kira, Devil Survivor 2 bukanlah Devil Survivor Overclock yang merupakan port untuk 3DS, melainkan adalah game terbaru dari seri Devil Survivor.

Plot cerita dalam Devil Survivor 2 tetap mengambil setting Jepang era modern, tepatnya di kota Tokyo. Pada hari Minggu, kota tersebut diinvasi oleh sekawanan makhluk misterius bernama The Septentrion. Sang protagonis utama yang baru saja menyelesaikan kursus ujiannya, secara tidak sengaja melakukan perjanjian dengan iblis untuk menjadi salah satu dari 13 devil messenger. Dengan kekuatan sebagai seorang devil messengers ia harus menghadang invasi The Septentrion dalam waktu tujuh hari.

 

Protagonist

 

Io

 

Daichi

Sang Protagonis utama tidak menjalankan misinya sendirian, karena ia ditemani oleh dua sahabat baiknya yang bernama Io dan Daichi. Io adalah seorang gadis yang pintar dan cantik, dan merupakan gadis idola di sekolah. Sementara Daichi adalah seorang pemuda yang telah berteman dengan protagonis sejak kecil. Mereka berdua juga merupakan teman sekelas dari sang protagonis.

Para penggemar manga Durarara pastinya akan merasa familiar dengan desain karakter dalam game ini, karena ilustrasi-nya digambar langsung oleh Suzuhito Yasuda yang membuat manga tersebut.

Gameplay pada Devil Survivor pertama masih ada dalam game ini, seperti Demon Auction untuk merekrut demon. Fitur baru yang ditambahkan adalah “Enishi System”, semacam Social Link dalam game Persona 4, dimana kamu bisa mengikat hubungan erat dengan teman-temanmu untuk meningkatkan ability mereka.

Devil Survivor 2 rencananya akan rilis pada tanggal 28 Juli di Jepang, tepat sebulan setelah peluncuran Devil Survivor Overclock.


SHARE
Previous articleTroy, Update Besar-Besaran Atlantica Online! (Part 2)
Next articlePolisi Gorontalo Semakin Menggila!
Rafa hanyalah seorang penulis amatir dalam bidang jurnalistik, tetapi kemauannya untuk belajar keras menekuni bidangnya tidak bisa dipandang sebelah mata. Pemuda yang baru saja lulus dari fakultas farmasi universitas airlangga tersebut pernah memiliki keinginan untuk bergabung dengan majalah Zigma, tetapi segera mengurungkan niatnya setelah mengetahui dirinya tidak memenuhi beberapa kualifikasi yang ditetapkan oleh majalah game terlaris di Indonesia itu, salah satunya harus berdomisili di kota Surabaya. Melihat adanya wadah untuk menyalurkan hasrat tulis-menulisnya, yaitu Duniaku, Rafa tanpa pikir panjang memutuskan untuk ikut bergabung sebagai kontributor, terlebih Duniaku tidak menetapkan batasan khusus seperti tempat domisili dan sebagainya. Sebagai seorang penulis yang baru belajar, Rafa tidak segan-segan untuk meminta saran dan kritikan dari pembaca. Oleh karena itu, ia memohon kerjasama dari pembaca sekalian untuk ikut mengkritisi skill penulisannya tersebut.