Portal De Triomphe!!

Judul Game: Portal 2
Dev/Publisher: Valve
Platform: Xbox 360, Playstation 3, PC
Genre: First Person Puzzle
Release: 18 April 2011
Score: 10/10

Portal kesatu merupakan salah satu kejutan terbesar dalam dekade terakhir, oke sistem wormhole portal memang bukan yang pertama kali muncul (Prey lebih dulu memperkenalkannya setahun sebelumnya) namun sebagai game “bonus” dalam orange box untuk menemani trio Half Life 2, Portal dapat berdiri dengan kakinya sendiri akibat puzzle yang sangat menantang, cerita yang penuh twist, banyaknya inovasi dan tak lupa Humor yang menghibur untuk meredakan situasi bingung dan tegang dalam memecahkan puzzle dan misteri ceritanya. Why so serious?

(SPOILER AHEAD, jika kalian belum memainkan Portal 1 dan tak ingin ada spoiler…silahkan loncati paragraf ini dan lanjut ke paragraf berikutnya)
Player masih melanjutkan perjuangan Chell, test subject manusia terakhir di Aperture science; untuk kabur dari “torture test” oleh Glados,sebuah AI psycho yang berhasil dipanggang oleh Chell dalam misi akhir game pertamanya. Setting waktu dalam sekuelnya ini adalah puluhan atau mungkin ratusan tahun setelah ending pertamanya, dimana Chell baru bangun dari Cryosleep dan mendapati Lab Aperture science sudah dalam kondisi decay seperti banyaknya karat, kerusakan pada test chamber sampai vegetasi alami dalam lab dan Chell pun bertemu dengan AI “personality core” yang bernama wheatley yang membantunya selama permainan berlangsung (juga ada beberapa karakter baru yang diperkenalkan) dan untuk bagian mengejutkannya,Glados ternyata masih “hidup” dan kini perjuangan Chell untuk benar benar kabur pun benar benar dipertaruhkan sekali lagi…(SPOILER END)

Jika saya boleh mendeskripsikan gameplay Portal 1 dalam 4 kata maka jawabannya adalah Adiktif, Fun, Menantang dan Inovatif dan untuk seri keduanya..tinggal tambahkan saja massively more didepan 4 kata tersebut akibat dihilangkannya energy ball yang menjadi tantangan terbesar di prekuelnya dan say hello ke repulsion gel, aerial faith board dan juga displacement laser yang tentunya makin mewajibkan gamer medium/softcore untuk membawa guide pada saat bermain.

Namun,untuk mendinginkan suasana pihak Valve pun menyajikan dialog dan scene yang makin lucu, ditambah lagi musik dinamis yang membawa senyum ke wajah dan memanjakan telinga gamer namun sayangnya, tak ada subtitle membuat gamer sedikit kesusahan dalam menyimak dialog yang dibicarakan Glados dan Wheatley.

Mata pun juga mendapat perlakuan serupa dengan grafis yang juga massively improved dari seri pertamanya meskipun mengunakan engine yang sama yaitu Source seperti terlihat detail berkarat pada portal gun,kerusakan lab yang terlihat artistik, minimnya jaggies, indahnya animasi gel, style character co-op membuat Portal 2 serasa game buatan Pixar.

Disamping single player, Portal 2 juga menyertakan co-op mode sebagai 2 robot bernama P-body dan Atlas, puzzle yang  dan melanjutkan sesaat setelah ending Portal 2, tentunya dengan mode single player dan co-op yang sama-sama mantap replay value Portal 2 pun semakin terangkat meskipun gamenya cukup singkat.

Akhir kata, Kudos untuk Valve yang telah berhasil membuat Portal 2 menjadi game terbaik mereka setelah Half Life 2 diperkenalkan 7 tahun lalu. Portal 1 bisa dibilang perfect namun Portal 2 tidak, sebab Portal 2 melaju BEYOND Portal 1 perfection.

I’m sorry to tell you Crysis 2, Killzone 3, Dead Space 2, Bulletstorm but sugar,you’re going down!!


SHARE
Previous articleMenjadi Seri Total War Terbaik
Next articleMelirik Versi PC-nya..
Dragio atau Gio sudah mengawali karir di dunia game sejak tahun 1995 hingga saat ini. Gio yang saat ini melanjutkan kuliahnya di Los Angeles ini menyukai berbagai macam genre game terutama Shooter,WRPG,Action dan Racing. Tertarik menjadi jurnalis video game tentu saja akibat kecintaanya terhadap video game yang sudah tertanam sejak dulu. selain itu,lelaki yang juga memiliki hobby Otomotif ini pun dikenal ramah dan rendah hati sekalipun banyak yang menganggap skill gamingnya sudah cukup tinggi,bisa dilihat oleh banyaknya group gaming di Facebook yang menetapkan Gio di posisi teratas dan respek terhadap dirinya.