Review: SOCOM 4 = SO 2005 COMmander

Judul game: SOCOM 4
Dev/publisher: Zipper interactive/SCE
Platform: Playstation 3
Genre: Third Person Shooter
Release: 21 april 2011
Score: 5,5/10

Di tahun 2011 ini,genre shooter bisa dibilang adalah genre yang paling mendominasi dan ada banyak game TPS yang telah ditunggu banyak fans seperti Gears of War 3, Uncharted 3, Shadow of the Damned, RE: Operation Raccoon City maupun Red Faction: Armageddon,dll. dan Socom 4 pun mencoba mengambil secuil kue di pasar gemuk ini (Hint: it failed)

Ketika pertama kali memainkannya,saya pun langsung teringat akan 3 hal yaitu Tom Clancy,Kapsul masa depan dan Homefront

Mengapa Tom Clancy? Sebab SOCOM 4 mengambil (bahkan bisa dibilang menjiplak) beberapa fitur dan desain beberapa game yang tertulis nama Tom Clancy di covernya
Dimulai dari Ghost Recon, SOCOM 4 juga menceritakan sekelompok tentara Amerika yang dikirim ke negara di selatan jika Ghost Recon Mexico, SOCOM 4 bersetting di negara fiksi yang terletak di selat Malaka dan akibat letaknya maka jangan kaget apabila kalian menemukan musuh berteriak “mati kamu babi-babi” ataupun “dasar anjing pengecut” dengan logat yang bisa ditertawakan sebab terlihat apabila developer hanya men-google translate kata bahasa inggris ke Melayu. Untuk gameplay sendiri pun juga bisa dibilang sangat mirip dengan Ghost Recon,dengan tempo kecepatan game medium, kearah taktikal, minim set piece yang mengagumkan dan juga kemampuan untuk memerintah teammate untuk membunuh musuh yang kita pilih, berpindah tempat dan regroup (terdapat 2 tim yang mengikuti player yaitu blue team yang lebih agresif maupun gold yang silent dan cepat) dan cerita antiklimaks pun makin membuat SOCOM 4 makin mirip Ghost Recon series (minus peralatan canggih,minus darah dan minus grafis yang wah).


Selanjutnya, Splinter Cell pun harus rela dijiplak oleh SOCOM 4 dalam aspek stealth. Bagi yang belum tahu, SOCOM 4 menyelipkan 4 level stealth dari perspektif Lt. Park alias 45 setelah player bermain “rambo” dengan Cullen Gray, tokoh utama. Meskipun sekilas stealth SOCOM 4 terlihat mirip Splinter Cell namun ada banyak kekurangan seperti AI musuh yang cukup bodoh sehingga membuat misi stealth terasa sangat mudah, level yang terlalu linear dan juga misi yang membosankan membuat gamer serasa ingin menskip bagian stealth saja. Oh ya,fitur Mark and execute seperti pada Splinter Cell Conviction pun tak ketinggalan di”pinjam”..

Mengapa saya langsung teringat akan kapsul masa depan? Well, jika kalian pernah membaca komik atau film tentang apocalypse seperti Knowing mungkin akan melihat sekumpulan anak yang memasukkan barang di sebuah kapsul, menguburnya dalam tanah dan menunggu keturunan mereka membukanya beberapa tahun kemudian..saya menjadi curiga jika ternyata sebenarnya SOCOM 4 merupakan game PS2 yang dimasukkan kapsul pada 2005, diambil pada 2011 dan dijual sebagai game PS3.

Oke, sebenarnya core gameplay SOCOM 4 tidak terlalu buruk..jika dirilis 5 tahun lalu sebelum Gears of War 1, Uncharted 1 dan Rainbow Six Vegas set the bar namun akibat rilis di tahun dimana banyak orang telah mengganti Nokia mereka dengan Blackberry maka SOCOM 4 dapat dibilang gagal ditambah lagi beberapa elemen yang sooo 2005 seperti efek ledakan yang sangat simpel, animasi cukup kaku, difficulty yang berkesan “murahan”, checkpoint yang membuat marah sampai gameplay yang terasa jadul…dan itulah alasan mengapa saya langsung teringat dengan Homefront..


SHARE
Previous articleAmazing, New Dark of The Moon Trailer!
Next article(Awas!!) Demam KPOP Melanda Malaysia, Tapi…
Dragio atau Gio sudah mengawali karir di dunia game sejak tahun 1995 hingga saat ini. Gio yang saat ini melanjutkan kuliahnya di Los Angeles ini menyukai berbagai macam genre game terutama Shooter,WRPG,Action dan Racing. Tertarik menjadi jurnalis video game tentu saja akibat kecintaanya terhadap video game yang sudah tertanam sejak dulu. selain itu,lelaki yang juga memiliki hobby Otomotif ini pun dikenal ramah dan rendah hati sekalipun banyak yang menganggap skill gamingnya sudah cukup tinggi,bisa dilihat oleh banyaknya group gaming di Facebook yang menetapkan Gio di posisi teratas dan respek terhadap dirinya.