Eternal Grace: RPG Klasik dengan Cita Rasa Indonesia!

Pertengahan April lalu mungkin menjadi periode yang paling membanggakan bagi Enthrean Guardian, dan untuk developer game Indonesia secara umum, karena pada periode tersebut secara resmi game Eternal Grace Episode 1, sebuah game yang dikembangkan Enthrean Guardian, telah dirilis secara resmi di pasaran. Meskipun baru merilis Episode 1, tentu hal ini menjadi langkah yang penting dan bisa menunjukkan kepada gamer, bahwa developer Indonesia juga mampu untuk membuat game RPG yang cukup berkelas.

Bagi yang belum tahu, Eternal Grace ini adalah sebuah game bergaya JRPG yang memadukan gameplay klasik ala Dragon Quest, dan sistem pertarungan Action yang dipopulerkan oleh serial Tales. Gameplay klasik bisa kamu temukan saat kamu menjelajah dari satu desa ke desa yang lain dalam dunia Enthrea, dan saat kamu bertemu dengan monster, maka kamu akan dibawa kesebuah layar battle. Game ini sendiri dikembangkan secara independen oleh Enthrean Guardian yang anggotanya tersebar di beberapa kota, menggunakan engine RPG Maker yang sudah terkenal di kalangan developer-developer indie sebagai engine yang sangat powerful untuk mengembangkan sebuah game RPG.

Benar-benar pas untuk bernostalgia dengan RPG Klasik..

Dari sisi story, game ini juga bisa dibilang menarik karena menawarkan dunia fantasi Enthrea yang dikombinasikan dengan beberapa humor dan aroma khas Indonesia, seperti hadirnya sebuah geng yang bernama Kupluk Rangers, dan juga mungkin kamu akan sedikit tertawa geli ketika saat masuk ke sebuah bar kamu akan disuguhi minuman-minuman khas Indonesia seperti sekoteng dan beras kencur! Hal ini menunjukkan, bahwa developer Indonesia pun sebenarnya mampu untuk membuat sebuah RPG yang original dan berkualitas.

Tertarik memainkan game ini? Kamu bisa mengunjungi website resminya di www.eternal-grace.com, dan men-download versi trial-nya di halaman download. Jika kamu suka dan ingin menyelesaikan petualangan Razh dan Millia, kamu bisa menebusnya dengan harga yang saya anggap cukup murah untuk ukuran sebuah game original. Ayo teman-teman, sudah saatnya kita mendukung pengembangan game dalam negeri, sehingga untuk kedepannya mungkin developer-developer indie bisa semakin berkembang, dan akan lebih banyak lagi game-game berkualitas yang bisa mereka hasilkan.

Interface menu in-game

Spesifikasi PC Minimum
Sistem Operasi : Windows XP / Vista / 7
Prosesor : Pentium 4 1.8 GHz / Athlon XP 1500+
RAM : 512 MB
Video Memory : 128 MB
Hard Drive : 65 MB Free
DirectX : 8.1 keatas

Action Battle System yang Unik

Seperti yang sudah saya sebutkan diawal, game ini mengusung sebuah battle system Action yang terinspirasi dari serial Tales. Saat bertemu dengan musuh, kamu akan berpindah ke layar pertarungan yang cukup luas, sehingga kamu bisa bergerak dengan leluasa. Kamu bisa terus menyerang, selama gauge yang ada di bawah gauge HP (yang disajikan dalam motif batik!) kamu belum habis. Selain itu, kamu juga bisa berganti dari satu karakter ke karakter lain untuk menciptakan kombo yang beraneka ragam.

Disebelah kiri bawah layar, tersedia sebuah sistem yang mirip dengan sistem quick slot, yang bisa kamu isi dengan item dan might yang bisa kamu gunakan saat bertarung. Kamu bisa mengeset isi dari slot ini dengan menggunakan menu assign, dan kamu bisa meletakkan hingga tiga item dan tiga might untuk digunakan dalam battle. Gunakan tombol Z+S untuk berpindah-pindah dari satu item ke item lain, serta tombol Z+D untuk memilih might yang akan kamu gunakan.

Tak Lupa Diselingi dengan Minigame

Tampilan saat Hexabattle..

Bosan bertarung dan menjalankan quest? Kamu bisa mencoba minigame yang ada didalam game ini yang disebut dengan Hexabattle. Ya, fitur ini menjadi salah satu fitur yang menarik dalam game ini, karena selain kamu bisa refreshing ditengah-tengah menjalankan quest, kamu juga bisa berburu untuk mengumpulkan hexacard dengan cara menantang penduduk desa untuk bermain hexabattle. Minigame ini juga cukup simpel. Diawal permainan, kamu diharuskan untuk memilih tujuh kartu yang akan kamu gunakan. Setelah itu, permainan akan berlangsung secara turn based, dimana kamu harus meletakkan kartu-kartu kamu di posisi yang tepat, sehingga bisa memberikan damage kepaa kartu musuh. Permainan akan berakhir jika keempat belas slot dalam papan permainan sudah penuh terisi dengan kartu kedua pemain.

Dialog yang Lebih “Bernyawa”

Game ini juga menyediakan fitur pemilihan dialog yang bisa berpengaruh terhadap jalan cerita dan pandangan karakter lain terhadap karakter kamu. Selain itu, pemilihan dialog juga akan mempengaruhi dialog apa yang akan muncul kemudian. Sebagai contoh, jika saat di bar kamu memilih untuk membeli beras kencur, maka kamu akan melihat sebuah dialog yang menjelaskan apa sih sebenarnya beras kencur tersebut. Cukup menarik juga yah untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada gamer seluruh dunia.

Baca Juga: Interview eksklusif dengan Enthrean Guardian, developer dari Eternal Grace! Disini


SHARE
Previous articleEl Shaddai: Angel & Demon…
Next articleGreen Lantern… Siap “Hijaukan” Planet Bumi!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.