Wawancara Eksklusif dengan Enthrean Guardian, Developer Eternal Grace!

Dalam kesempatan kali ini, Saya berkesempatan untuk mewawancarai Jasson Prestiliano, selaku ketua dari Enthrean Guardian, yang juga merupakan pemimpin proyek dari Eternal Grace ini. Beliau banyak memberikan penjelasan mengenai bagaimana pengembangan game ini, dan apa pula yang menginspirasi game ini. Bagaimana hasil wawancara saya? Yuk kita simak! Jangan lupa, baca juga sedikit review mengenai game ini disini.

Febrizio (F) : Selamat ya atas dirilisnya Eternal Grace Episode 1. Bisa perkenalkan diri, dan juga tim pengembang game Eternal Grace?
Jasson Prestiliano (JP) : Terima Kasih. Enthrean Guardian terdiri dari beberapa orang yang tersebar di beberapa daerah. Pertama-tama, Saya sendiri bertindak sebagai pimpro nya Eternal Grace di mana core cerita dan game design utama Saya yang pegang. Kedua, Game Designer bernama Lazcht, yang juga seorang CG artist baik untuk karakter dan antarmuka. Lalu ada Clea Leshlick, Composer dan juga Battle Planner. Nah Lazcht dan Clea ini tinggalnya di Jakarta kerjanya sebagai game developer. sedangkan saya di Salatiga, kerjanya sebagai dosen di Fakultas Teknologi Informasi Univ. Kristen Satya Wacana.Untuk Lead Programmernya adalah mahasiswa dari Bandung bernama Regiana. Assistant programmernya seorang dari Jakarta bernama Jason Vendy. Spriter dan animatornya adalah seorang dari Bandung bernama Samuel Setiawan, dan terakhir enviromental designernya adalah seorang dari Bogor bernama Hilman Munadi. Nah untuk bahasa Inggris kami dibantu oleh 3 orang Amrik, Jason Commander, Loren Hall dan Rick Cook.

Millia Melody

F : Bagaimana konsep cerita dari Eternal Grace?
JP : Konsep di balik game ini sebenarnya adalah sebuah kisah tentang sebuah planet bernama Enthrea yang di  ambang kehancuran karena keserakahan dari penghuninya. Di mana perang  demi perang dan perebutan kekuasaan menyebabkan planet makin rapuh dan  mudah terkena meteor yang menjadi masalah besar dalam planet ini. Namun  para pahlawan-pahlawan yang dulu pernah berjasa pada planet ini sudah tidak mau peduli akan keadaan planetnya, karena mereka merasa sudah tidak mungkin memperbaikinya.Tersebutlah seorang gadis bernama Millia yang berasal dari sebuah organisasi bernama SOFRA (Special Organization For Restorative Action) yang mencari orang-orang terpilih  yang akan diajak memulihkan planet, tapi sayang, orang-orang hebat itu  tidak ada yang mau. Di tengah keputusasaannya, Millia bertemu dengan  beberapa orang yang jauh dari harapannya, namun ternyata memiliki kemauan memulihkan Enthrea. Akhirnya Millia berubah pikiran, ia bukan  mencari orang hebat yang mampu, namun mereka yang mau, karena itulah tagline game ini adalah “Not those who could, but those who would”

F : Dari mana inspirasi pengembangan story dari Eternal Grace, dan juga darimana inspirasi karakter-karakternya?
JP : Kalau untuk story kami memadukan sedikit unsur2 indonesia (bisa dilliat dari nama-nama khas Indonesia seperti bajigur, beras kencur dll). Jadi intinya tuh keadaan di Indonesia yang lagi ancur-ancuran, eh orang-orang hebatnya malah cuek, malah tambah merusak negeri. Tapi kami padukan dengan fantasi kami sendiri sehingga membuat dunia Enthrea. Kalo inspirasi karakternya untuk Razh itu diambil dari gambaran orang-orang yang mau kerja apa aja demi uang. Dia cuman ingin bertahan hidup, tapi belum menemukan makna hidupnya. Millia itu khan semacam tentara. Dia orangnya suka caper, susah diatur, cerewet, tapi dedikasinya tinggi. Dia yang selalu give spirit ke teman-temannya.Jadi inspirasi ini semua karena adanya kisah Enthrea. So karakter-karakternya muncul untuk mendukung dan menjadi satu kesatuan yang utuh dengan kisah Enthrea. Nah Millia ini yang nyari orang-orang hebat, eh gak ada yang mau. Akhirnya dia nyari siapa aja deh yang mau bantuin dia karena bossnya udah ngejar-ngejar dia karena proyek pemulihan planet harus buru-buru dijalanin.

F : Untuk gameplay game-nya sendiri, inspirasinya dapat dari game apa? Baik untuk gameplay klasiknya, battle, maupun hexacardnya?
JP : Kalo gameplay utama  kita pakai Action battle yang kita kembangin dari XAS tapi kita rombak abis-abisan. Selain itu, terinspirasi juga dari Star Ocean + Tales. jadi ketemu musuh (encounter), tapi battlenya action.Hexacardnya terinspirasi dari game tetra master FF9, dan kebetulan SCN udah punya corenya di game The Last Scenario, nah kita kembangin lebih dalam lagi dengan disisipi story dan keberadaan si Hexa untuk mendukung pemain mendapatkan item2 rare.

F : Enthrean Guardian kan berasal dari berbagai daerah, lantas bagaimana kalian bisa bersatu?
JP : Nah itu kita mendapat bantuan dari dua  forum game, yang pertama adalah Game Developer Indonesia yang beralamat di www.gamedevid.org di sini saya bertemu Lazcht, Clea Leshlick dan Kodoktua. Yang kedua itu dari forum RPG Maker Indonesia yang beralamat di www.rpgmakerid.com, di mana saya bertemu Regiana, Hilman Munadi dan Jason Vendy. Lalu mereka semua saya kumpulkan di Google Docs dan membuat grup di Facebook, brainstorming, eh saling cocok, akhirnya sepakat buat Eternal Grace. Akhirnya jadilah Eternal Grace yang kita kenal seperti sekarang.

Razh Avandrey

F : Apa kendala bekerja jarak jauh dan dengan kru yang berbeda usia?
JP : Salah satunya adalah jam kerja beda-beda. Contoh anak skul, pas jam skul gak boleh kita ganggu. Padahal kadang error muncul kapan aja jadi akhirnya kita tunggu-tungguan. Maka itu kita kerja 1 tahun baru dapet 1 episode. Lagian para freelance dan saya sendiri gak full time buat game, saya dosen, kadang ngurusi mahasiswa, jadi kalo pas rapat penting di mana saya otaknya, kalo saya gak datang ya rapat batal, padahal lainnya dateng semua.Selain itu juga ribet bagi tugasnya, biar imbang. Tapi ya pada akhirnya gak imbang-imbang banget sih. Ada yang tetep harus ambil alih karena kepentingan tim. Lalu kendala lain adalah Internet. Kalo Internet lancar, upload download berjalan baik. Eh kalo lagi kumat, nunggu upload dari salah satu kru bisa berhari-hari.

F : Selain Eternal Grace, adakah game lain yang pernah dikembangkan, atau yang sedang dikembangkan oleh Enthrean Guardian?
JP : Kita masih fokus di Eternal Grace Episode 2, sambil mencoba mendesain Prekuel Eternal Grace yang berjudul Soldiers of Heaven, dan beberapa spin off Eternal Grace untuk Facebook atau Mobile Smartphone

F : Bisa kasih sedikit bocoran, tentang Eternal Grace Episode 2 nanti?
JP : Ada, yang pasti akan muncul 2 wanita tercantik di Enthrea. Satu karakter playable (Renavia), dan satunya lagi masih rahasia! Selain itu, akan ada dua karakter tambahan, yang satu Renavia, satunya rahasia..:D Yang pasti kita akan lebih mengenal seluk beluk Enthrea, dan permasalahan-permasalahan yang ada di sana. Hal-hal surprising bakalan kita tambahkan dari sisi gameplay juga. Jadi bukan cuma story yang berkembang. Game play dan Menu juga akan berkembang. Tapi mungkin saja akan sedikit lama. Karena kebetulan kru-kru lagi sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing untuk menambah pemasukan. Setelah itu, baru gabung lagi buat bikin Episode 2. Karena terus terang kami masih mencari cara marketing yang paling pas untuk memasarkan Eternal Grace baik di Indonesia maupun di Luar Negeri.

F : Terima kasih buat kesempatannya. Sukses terus dengan Enthrean Guardian dan semoga industri pengembangan game Indonesia semakin maju. Kita tunggu kiprah kalian di Episode 2, di spin off Eternal Grace, atau di game-game kalian selanjutnya!
JP : Terima kasih kembali!


SHARE
Previous articleBermain “Crysis” di Facebook Lewat N.O.V.A Elite!
Next articleIni Baru Tekken Movie!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.