Maho Merambah Mass Effect 3!

Kini lebih "hot" untuk sesama jenis!

Seri Mass Effect sebelumnya telah menampilkan adegan percintaan sesama jenis para wanita, tetapi tidak untuk hubungan pria dengan pria. Nah, update berita yang diberikan oleh Bioware ini membahas mengenai tambahan pilihan pasangan bercinta bagi para pemain dalam seri ketiga Trilogy Mass Effect.

“Happy to confirm Mass Effect 3 supports wider options for love interests including same-sex for male and female characters, reactive to how you interact with them in-game,”

Begitulah kira-kira pesan yang disampaikan Casey Hudson, Executive Producer seri Mass Effect, melalui situs jejaring sosial Twitter.

Casey Hudson juga menambahkan, apabila kalian tetap setia dengan pasangan kalian dalam Mass Effect pertama dan tidak selingkuh dalam Mass Effect kedua, maka akan ada kejutan yang menanti dalam game selanjutnya.

“If you had a Mass Effect 1 romance and you didn’t have a Mass Effect 2 romance, so you stay true to the character from the first game, there’s a scene where you look at the picture of that character and that’s essentially the romance scene in Mass Effect 2.

When people realised that we were thinking about that kind of thing, and that we were going to reflect those kinds of decisions, it’s like wow, the game actually knows that I didn’t cheat on my Mass Effect 1 love interest.”

Sekarang yang jadi pertanyaannya, siapa gerangan pasangan gay untuk Commander Shepard?

Disclaimer
Dikutip dari : Eurogamer


SHARE
Previous articleAmarah Raksasa Mengguncang Metamor
Next articleMenggenggam Symbian Nokia dan Windows 7 dalam Satu Kepalan Tangan?
Rafa hanyalah seorang penulis amatir dalam bidang jurnalistik, tetapi kemauannya untuk belajar keras menekuni bidangnya tidak bisa dipandang sebelah mata. Pemuda yang baru saja lulus dari fakultas farmasi universitas airlangga tersebut pernah memiliki keinginan untuk bergabung dengan majalah Zigma, tetapi segera mengurungkan niatnya setelah mengetahui dirinya tidak memenuhi beberapa kualifikasi yang ditetapkan oleh majalah game terlaris di Indonesia itu, salah satunya harus berdomisili di kota Surabaya. Melihat adanya wadah untuk menyalurkan hasrat tulis-menulisnya, yaitu Duniaku, Rafa tanpa pikir panjang memutuskan untuk ikut bergabung sebagai kontributor, terlebih Duniaku tidak menetapkan batasan khusus seperti tempat domisili dan sebagainya. Sebagai seorang penulis yang baru belajar, Rafa tidak segan-segan untuk meminta saran dan kritikan dari pembaca. Oleh karena itu, ia memohon kerjasama dari pembaca sekalian untuk ikut mengkritisi skill penulisannya tersebut.