Deimos Metamor = (Masih) Beranak Dalam Kubur

Sudah merasakan kengerian “Damnation of Naraka” yang defensive? Seolah-olah gaya main Deimos Creep yang offesif menjadi semakin terkubur dalam lembah durjana ini. Di dalam ekspansi MetamoR, Anda semakin dimanja dalam men-swarming creep. Heart of Amurdad akan membuat lawan berpikir berulang kali sebelum men-swarming follower-nya. Anda pun bisa lolos dari gempuran swarming follower. Walk of Echoes adalah territory yang hampir tidak “tersentuh” sebelum lawan Anda menghabisi semua creep yang terus beranak-pinak.

Bagi Anda yang sempat kecewa dengan ekspansi Creatio yang kurang supporting pada gaya permainan Deimos Creep, kalian harus melihat yang satu ini!! Ternyata denagn swarming territory saja, Anda bisa mendapat Creep dengan jauh lebih mudah dan cepat seperti ini… WOWW!!

Sekarang personil-personil Creep-nya tidak kalah “ganteng” dengan pendahulunya!! Xebenkeck dan Imp mungkin adalah Creep MetamoR yang lebih ganas dan brutal. Sayangnya, Creep kali ini tidak “dapat dibawa berapapun” seperti dalam ekspansi Creatio. Namun, kehadiran dua personil baru ini cukup bisa menambah pembendaharaan Creep kita di-Subdeck.

The REAL BOMB justru adalah tampilan preview di bawah ini:

Mbahnya Creep!!

Bayangkan apabila Bloody Bastion dan Fountain of Creep yang dijadikan satu kemudian ditambahkan status 7/2/4 (+1 ATK dengan efeknya sendiri) dan bisa membuat diri dan kedua anak-anaknya di turn yang sama menjadi Rush (+1 ATK untuk tiap Creep dengan Vandal-nya)!! Lebih baik Anda kubur saja diri Anda sebelum Anda bertemu gelombang creep selanjut-nya. Apa kalian yakin masih pingin lawan Deimos setelah baca preview ini? (GTM)



SHARE
Previous articleKemunculan Para Penjaga Elemen di Metamor
Next articleTampilan Keren, Gameplay Nol
Mendalami profesi sebagai tenaga pengajar sejak tahun 2004. Dirinya memiliki keyakinan bahwa dalam bermain dan belajar dapat dilakukan secara hand-to-hand. Bermain adalah sebuah proses belajar tersendiri dan belajar tidak berarti harus berhadapan buku dan di meja belajar. Dengan paradigma yang baru, belajar bisa sama menyenangkannya dengan bermain dan bermain tidak selamanya selalu bersifat “childish”