Metamor-fosis Jakarta Lebih Awal

Metamorfosis atau dikenal juga dengan perubahan tidak pernah berlangsung mudah. Metamorfosis pada seekor ulat menjadi kupu-kupu misalnya, memerlukan waktu serta perjuangan yang cukup panjang. Setelah metamorfosis berhasil dilakukan, maka segalanya akan berubah derastis. Ulat yang tadinya berjalan dengan merayap untuk memakan daun, kini telah berubah menjadi kupu-kupu yang terbang bebas dan menghisap sari bunga. Begitupula dengan Metamor. Ekspansi kedua dari trilogi Arcana ini melanjutkan misi perubahan yang dimulai sejak Creatio.

Jika Creatio memulai perubahan dengan memberikan kartu-kartu simpel yang mudah dipelajari dengan pola permainan stabil, Metamor mengambil langkah lebih jauh. Metamor tetap mempertahankan simplisitas Creatio, namun dengan bumbu-bumbu yang lebih terasa. Varian deck yang ditawarkan dalam ekspansi ini lebih luas melalui banyaknya tipe Bloodlines. Selain itu diperkenalkan juga dua kartu baru yang meningkatkan nilai prestisi kartu Vandaria Wars.

Kartu yang saya maksud adalah kartu Hologram dan kartu Goldprint. Kartu Hologram memiliki lapisan tambahan sehingga menciptakan efek kilau pada kartunya, sedangkan kartu Goldprint memiliki lapisan emas pada nama kartunya. Semua raritas kartu memiliki versi Hologram dan Goldprint. Bahkan ada pula kartu yang memiliki versi Hologram sekaligus Goldprint.

Hologram
Goldprint

Sejak pertama kali dipreviewkan, Metamor memperoleh respon yang sangat positif dari para Guildsman. Kemunculan Hero-Hero yang telah cukup dikenal, varian deck yang luas, serta kartu-kartu unik membuat para Guildsman sangat tidak sabar untuk segera menjajal dan menciptakan deck baru. Jakarta menjadi kota yang sangat beruntung. Komunitas kota tersebut berkesempatan untuk melakukan metamorfosis lebih awal melalui event pre-rilis Metamor.

Event tersebut dimeriahkan dengan pesta Booster Metamor, turnamen dengan format Metamor untuk memperebutkan lima kartu Ultra Rare Hologram, serta penutupan Liga Creatio. Komunitas Jakarta menyambut event ini dengan sangat positif. Para Guildsman aktif dari berbagai penjuru Jakarta berkumpul, bahkan sejumlah Guildsman yang telah pasif seperti Lucas, Aldi, dan Yobi kembali hadir untuk menyaksikan metamorfosis Vandaria Wars. Alhasil Blastoys kebanjiran pemain Vandaria Wars. Hal ini memberikan kesan yang sangat kuat untuk Vandaria Wars dan mengundang banyak Guildsman baru.

Pesta Booster1
Pesta Booster2
Pesta Booster3
Pesta Booster4

Sebelum kedua turnamen dimulai, para Guildsman dengan antusias memborong box Metamor yang telah disediakan. Banyak sekali kejutan ketika Booster-Booster tersebut dibuka. Ketiga Ultima yang belum pernah dipreviewkan sebelumnya membuat para Guildsman tercengang. Deus yang pernah terlihat versi kecilnya dalam majalah Zigma muncul pertama kali dalam booster yang dibuka oleh Andiko. Tidak tanggung-tanggung, Deus tersebut muncul dalam versi Hologram sekaligus Goldprint.

Dua Ultima lainnya masih menjadi misteri, hingga akhirnya Gelu membuka boxnya dan menemukan Hekhaloth, The Magician versi Goldprint didalamnya. Para Guildsman tentu tercengang dengan kartu tersebut karena efeknya yang luar biasa, yaitu membuat pengontrolnya bermain secara Mini Deck. Ultima terakhir muncul di tangan Reynold. Membeli setengah box Metamor, Reynold berhasil menemukan Chastea, The Messiah didalamnya. Kartu ini juga menjadi incaran para Guildsman karena kemampuannya untuk mengunci tiga kartu lawan secara berturut-turut.

Setelah para Guildsman menyusun deck melalui Starter maupun kartu-kartu dalam box, turnamen Metamor dimulai. Turnamen tersebut berjalan dengan sangat seru. Kekuatan Naraka seolah merajalela dalam banyak pertandingan, namun para Sacred Bloodlines tidak mau kalah dan menjadi unggulan dalam meja-meja lainnya. Naraka dan Sacred Bloodline, atau Champion’s Pride menjadi dua deck unggulan selama turnamen. Hal ini dikarenakan waktu yang sangat singkat dalam menyusun deck serta Guildsman yang belum familiar dengan kartu-kartu dalam ekspansi Metamor. Alhasil dua Starter menjadi pilihan utama, dengan varian upgrade yang sangat berbeda tentunya.

Selama turnamen Metamor berlangsung, Guildsman yang telah menyelesaikan pertandingannya berinisiatif untuk bertanding Liga Creatio. Tujuannya tentu untuk mencoba mengumpulkan poin demi memperoleh voucher Metamor. Ini semua membuat event hari itu sangat padat, namun tetap santai dan sangat menyenangkan.

Tourney1
Tourney2
Tourney3
Tourney4

Pertandingan berakhir dengan ketat dan sangat seru. Gelu sang veteran berhasil menjadi juara dalam turnamen Metamor dan Liga Creatio. Dengan Naraka versi upgrade yang sudah memiliki Zadokite dan Zaindra, Gelu berhasil menggapai Annam dan Sarrukh versi Holo sebagai hadiah. Turnamen Metamor telah usai, Gelu terlahir sebagai juara diikuti dengan Marx, Lucas, dan saya sendiri. Kemeriahan event ini disambut sangat positif oleh Blastoys. Bahkan mereka menambah hadiah turnamen dengan dua album import untuk juara pertama dan kedua.

Namun tampaknya antusiasme para Guildsman tidak selesai begitu saja. Dengan diumumkannya format Trifecta yang memperbolehkan membawa tiga kartu bahkan Hero sekalipun, para Guildsman kembali menyerbu sisa Booster Metamor. Format baru yang diimplementasikan pada sebagian besar turnamen selama season Metamor ini memperoleh respon yang sangat positif. Deck fokus pada salah satu bloodline menjadi sangat mungkin untuk dibuat. Apalagi dengan boleh dibawanya tiga Hero sekaligus, tentu prosentase untuk memperolehnya menjadi sangat tinggi.

Secara keseluruhan, pre-rilis Metamor membuktikan bahwa Vandaria Wars telah bermetamorfosis. Metamor yang melanjutkan tonggak perubahan Creatio membawa Vandaria Wars menuju perubahan yang lebih baik. Dan tentu, para Guildsman mendukung semua langkah perubahan ini demi kesempurnaan Vandaria Wars. Simak respon mereka:

 

Bagaikan pertempuran utusan surga. Sangat sulit untuk melawan Naraka bagi Champion sang utusan surga. Tapi bukan berarti tidak mungkin!

Reynold, Jakarta Barat

 

Ini Vandaria Wars atau lomba sprint? Mainnya nyamping semua. Metamor is the new “Turbo Deck!” Nice! Well Done Gan!!!

Marx, Jakarta Selatan

 

Sangat newbie friendly, pemain yang baru pertama kali bermain dapat mudah mengerti, dan SPRINT!!!

Romy, Jakarta Selatan

 

Ini Vandaria Wars dengan sistem permainan yang kompleks, namun lebih mudah! Metamor benar-benar menjadi newbie friendly.

Ferdi, Tangerang

 

Metamor Rocks!!! Apalagi kalau dapat Hekhaloth dan Zaindra di first box. Hehehe.

Gelu, Bekasi

 

Metamor newbie friendly. Desainnya kartunya makin mantap! Salute for RnD dan metamorfosis Vandaria Wars!

Ario, Bintaro

 

Tekstur kartunya yang sekarang cukup bagus, meski membuat pemain jadi harus pakai sleeve. Hehehe. Tapi overall cukup baik. Sistemnya lebih newbie friendly, dengan penjelasan rule yang sangat mudah dimengerti. Semoga Vandaria Wars bisa berkembang menjadi lebih baik lagi.

Lukas, Jakarta Barat

 

Ada Hologramnya!!! Hehehe. Goldprint-nya asli emas gak tuh?

Metamor keren dan cukup friendly buat dimainin. Pada pake Naraka semua di acara prerilis ini.

Yudis, Jakarta Barat

 

Akhirnya Metamor Trifecta!!! Menyempurnakan semua deck lebih mudah sekarang!!!

Zack, Depok

 

Metamor seru, starternya udah kuat banget buat pemula dan bisa mengimbangi deck lain. Sukses buat Vandaria Wars!

Aldy, Jakarta Barat

 

Metamor!!! Season yang sangat berbeda. Kualitas kartu dan nilai prestisi tinggi dengan genre permainan yang meningkat. Pastikan sendiri kawan!

Yoby, Jakarta Barat

 

Vandaria Wars gameplaynya realistis dan seru! Saya baru mencoba bermain sekali dan langsung tertarik. Nggak kalah deh dengan TCG lainnnya!

Winall, Grogol

 

Hmm… Metamor (ngiler) Pastinya lebih seru mainnya!

Andra, Jakarta Selatan



SHARE
Previous articleTampilan Keren, Gameplay Nol
Next articleAlternatif Lain Cara Menonton Film Hollywood!
Memulai kariernya sebagai freelance majalah Ultima Nation, Dipta berkembang hingga menjadi penulis guide di majalah Optima. Ia sempat menghilang pada tahun 2003 untuk mempelajari film di Australia. Pada tahun 2008 Dipta kembali ke Indonesia dan memimpin GAMEZiNE selama kurang lebih 2 tahun. Ia juga sempat memperoleh penghargaan MURI sebagai Pencipta TCG Indonesia Pertama melalui karyanya Vandaria Wars.