Bagaimana Perkembangan Nasib Film Hollywood di Indonesia?

Sudah hampir empat bulan berlalu semenjak MPA menghentikan aktivitas impor film Hollywood ke Indonesia, yang berimbas kepada tidak adanya film-film Hollywood keluaran studio big six (yang meliputi Paramount, Walt Disney, 20th Century Fox, Universal, Sony / Columbia dan Warner Bros). Sudah hampir empat bulan juga kita “berpuasa” menonton film-film berkualitas di bioskop kesayangan kita. Jika kamu rajin mengikuti postingan saya di Duniaku.net ini, saya pernah menulis sebuah berita bahwa Pemerintah sudah memiliki sebuah solusi yang bisa menguntungkan banyak pihak, baik untuk importir, dirjen pajak, dan tentu juga bagi kita semua sebagai end user. Namun, ternyata kabar tersebut masih belum ada realisasi sampai masuk liburan musim panas kali ini, dimana banyak film berkualitas yang hadir di Hollywood, sebut saja Fast Five, Thor hingga Pirates of Caribbean: On Stranger Tides.

Dan tentu saja, kita melewatkan momen-momen dimana kita harus berjubel dan rela antri di bioskop untuk hanya sekedar mendapatkan tiket premiere film-film box office atau keluar dari studio bioskop dengan berbagai macam cerita dan review..

Sebenarnya, sudah sampai mana sih perkembangan penyelesaian masalah ini? Disini saya akan sedikit memberikan rangkuman dari beberapa sumber, mengenai bagaimana nasib industri film Hollywood di Negara kita, apakah bisa kembali normal dalam waktu dekat, ataukah kita harus berpuasa lebih lama lagi…

Dua Importir Film Terancam Tak Bisa Impor

Mungkin ini bisa menjadi salah satu kabar buruk yang sudah banyak beredar selama bulan Mei ini. Menurut beberapa sumber, saat ini sudah ada beberapa importir film yang sudah mengajukan banding, namun hanya ada satu nama importir film saja yang sudah diperbolehkan menjalankan aktivitasnya kembali karena sudah melunasi beban pajak yang diberikan, meskipun sudah melewati deadline (sebagai informasi, deadline pembayaran pajak bagi para importir sebenarnya sudah tanggal 12 Maret lalu). Satu nama importir yang sudah diperbolehkan melakukan aktivitas ini adalah Amero Mitra Film, importir yang rajin mengimpor film-film diluar studio big six, seperti dari Lionsgate dan Screen Gems. Bagaimana dengan MPA? Dirjen Pajak mengatakan, bahwa dua importir yang masih memiliki tunggakan pajak tersebut adalah importir besar, namun dia mereka tidak mengatakan siapa importir yang dimaksud. Mereka juga mengatakan, bahwa importir ini memegang pasar yang sangat besar di industri impor film Hollywood ini, mencapai 90%. Yah, bisa dipastikan salah satunya MPA..

Apakah Pirates of Caribbean 4 Masuk Indonesia?

Lead diatas saya ambil dari headline salah satu berita di Vivanews. Dalam berita tersebut, mengulas bagaimana ketidakjelasan penyelesaian masalah impor film Hollywood di Indonesia ini. Ketika pertanyaan tersebut ditanyakan kepada beberapa pihak ekshibitor (seperti jaringan 21 dan Blitz), mereka mengatakan juga masih belum tahu menahu, karena memang belum ada kejelasan dari pihak importir  dan distributor yang menyuplai film tersebut. Secara lebih lanjut, kedua jaringan ekshibitor tersebut mengakui, bahwa mereka merasakan dampak yang luar biasa karena masalah ini, karena menurut mereka, film Hollywood (terutama dari studio big six) menguasai jaringan mereka hingga sekitar 60%.

Dua Minggu Lagi Masalah ini Akan Selesai?

Nah, kalo berita ini dikutip dari sebuah acara di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia. Intinya, Kementrian Budaya dan Pariwisata Indonesia mengatakan bahwa masalah ini akan segera selesai dalam waktu seminggu kedepan, karena mereka beserta Bapak Kemenbudpar Jero Wacik katanya sudah mengadakan rapat mengenai hal ini. Tetapi, hal tersebut langsung dibantah tegas oleh salah satu perwakilan dari Insan Perfilman Indonesia, dan mengatakan bahwa masalah ini akan selesai dalam waktu dua minggu kedepan. Pihak Kemenbudpar juga mengatakan bahwa film-film yang sudah terlanjur dirilis dalam jangka waktu permasalahan ini muncul (sekitar Februari sampai Mei ini) juga akan tetap masuk ke Indonesia.

Mau satu minggu atau dua minggu, yang jelas semoga hal tersebut bukan hanya isapan jempol saja, dan bisa terealisasi.

Hasil dari permasalahan ini pun bisa ditebak. Tidak ada premiere yang padat di bioskop-bioskop Indonesia. Antri tiket di loket seperti yang sudah kita lakukan dalam film-film box office sebelumnya. Tidak ada pemasukan yang cukup signifikan. Tidak ada hiruk pikuk memperbincangkan film box office yang sudah ditonton. Dan yang jelas: tidak ada film bermutu yang bisa kita nikmati di bioskop Indonesia.

Yah, kita tunggu saja perkembangannya dalam satu atau dua minggu kedepan (seperti janji Kemenbudpar). Semoga saja masih bisa mengikuti premiere film-film box office yang tersisa, seperti Transformers 3 dan Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2

#Images credit to Lintas21 and OhGizmo


SHARE
Previous articleHG TT Hongli = Mengecewakan
Next articleX-Men First Class: Prekuel Trilogi X-Men Sebenarnya!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.