Plus-Minus LA Noire

Setelah diklaim sebagai game dengan penjualan tercepat di Inggris beberapa waktu yang lalu, LA Noire juga mendapatkan banyak pujian karena gameplaynya yang lain daripada yang lain. Walaupun masih action ala sandbox, tapi yang membuat dibilang lain adalah karena unsur investigasinya yang saya anggap jenius. Anyway, setelah menamatkan game ini dengan rata-rata rating 4-5 bintang di setiap akhir kasus walaupun gagal mendapatkan 100% game completion, saya mendapatkan beberapa nilai plus yang mungkin harus dipertahankan di sequelnya dan juga nilai minus yang harus diperbaiki. Saya memainkan game ini menggunakan platform Xbox 360, jadi saya tidak bertanggung jawab jika ada perbedaan pada platform lain. Ok, tanpa banyak cingcong lagi inilah plus-minus game LA Noire menurut pandangan saya:

Plus:

1. Facial Animation Technology

Tak bisa dipungkiri lagi bahwa LA Noire adalah game dengan animasi facial terbaik yang pernah ada, saya pun bangga pada saat memainkan game ini dan menjadi sangat antusias melihat mimik para saksi yang memberikan keterangan. Wajah para karakternya sangat mirip dengan dunia asli. Teknologi inilah yang paling berperan dalam proses investigasi untuk menentukan apakah jawaban saksi adalah kenyataan, kebohongan atau meragukan. Tapi ada sedikit kekurangannya juga, sepertinya Team Bondi lupa memasukan unsur keringat dan air mata pada teknologi mereka, padahal kalau saja ada fitur itu pasti proses investigasinya bisa lebih mudah dan dramatis.

 

2. Camera

Pergerakan camera pada game ini dibuat sangat-sangat sinematis, seolah-olah kita seperti sedang menonton film detektif. Terutama pada saat adegan kejar-kejaran dengan kaki, anda bisa bandingkan dengan trailer demo “Fault Line Episode 1” di Battlefield 3 yang memperlihatkan adegan para pasukannya berlari.

 

3. Cars Authenticity

Berbeda dengan game GTA series, game LA Noire memiliki barisan mobil-mobil dengan merek asli seperti di dunia nyata. Ada Ford, Buick dan Chevrolet serta beberapa merek pabrikan mobil asal negara paman Sam lainnya. Ada total 95 jenis mobil yang bisa kamu kendarai dan koleksi disini, tapi saya pribadi hanya berhasil menemukan 45 jenis mobil. Satu hal lagi, mobil-mobil yang disuguhkan sudah pasti adalah mobil-mobil di era tahun 40an, so don’t expect a sport car.

 

4. Gameplay

Sepertinya, kalau gameplay menembak, kejar-kejaran dan panjat-memanjat sudah lazim untuk sebuah game action dan tidak perlu dibicarakan lagi, semuanya bagus pada LA Noire. Tapi kali ini saya akan lebih memfokuskan pada kelebihan game ini yaitu fitur pencarian bukti di TKP dan fitur dialog. Proses pencarian bukti menjadi hal yang sangat menyenangkan karena kita dimudahkan dengan alunan musik pengiring yang tiba-tiba berubah jika kita dekat dengan sebuah petunjuk. Tapi saya pribadi mematikan fitur ini demi mengejar kepuasan semata (cielah). Di sebuah lokasi jumlah bukti berbeda-beda dan bisa berbentuk apa saja, biasanya benda-benda yang malah tidak terduga seperti batu bata dan celana dalam. Tapi saya menyayangkan karena pada kasus-kasus pembunuhan “Black Dahlia” banyak terdapat korban wanita telanjang yang tidak disensor dan kurang pantas dilihat oleh gamer di bawah umur, tapi semoga gamer-gamer di bawah umur ini tetap profesional menjalankan tugasnya sebagai detektif (y), tidak ke hal lain. Untuk fitur dialog, LA Noire adalah satu-satunya game yang mampu membuat saya tidak mengantuk sepanjang adegan pembicaraan, bukan hanya karena canggihnya teknologi facial animation yang enak diloihat saja tapi karena kita juga harus memperhatikan pembicaraan si saksi agar kita tidak salah menentukan antara keterangan kebenaran, kebohongan atau keraguan. Dalam sebuah dialog pun bisa saja ada sebuah kesaksian yang bisa dijadikan clue. Di game ini juga, gamer tidak perlu direpotkan dengan menekan tombol action karena membuka pintu dan manjat tidak perlu lagi dieksekusi dengan menggunakan action button, semuanya otomatis.

 

5. Environment

Team Bondi telah sukses menampilkan “kota malaikat” di era 40an dengan sangat mendetail, tidak lupa dengan lokasi-lokasi landmark yang terkenal dan juga billboard Hollywoodnya. Bangunan-bangunan yang menghiasi kota LA juga sangat variatif dan tidak monoton, ditambah lagi dengan alunan musik jadul dari radio membuat suasana menjadi begitu nostalgia. Saking kerennya LA di game ini, saya jadi berpikir mungkin Capital Wasteland di Fallout 3 dulunya juga seperti itu, apalagi ada track yang sama seperti di Fallout 3 yang disajikan kembali di game ini yang berjudul”Into Each Life Some Rain Must Fall” yg dibawakan oleh The Ink Spot. Untuk jalanan, jalan-jalan tikus dan gang-gang sempit juga disajikan dengan sangat terstruktur sehingga aksi kejar-kejaran baik on foot maupun by car menjadi sangat seru dan tidak “mentok”. Jika dibandingkan dengan adegan mengejar maling di game Assassin’s Creed, sudah pasti lewat deh. Tapi ada satu hal yang sangat disayangankan oleh saya, ada beberapa benda di jalan yang bisa menghalangi kita dari mengejar musuh karena tidak bisa kita terobos seperti pagar dengan seenaknya. Mungkin ini kesulitan yang hanya dialami oleh saya karena sukanya “motong” jalan.

 

Minus:

1. Handbrake

Yang pertama kali akan saya kritisi dalam sudut pandang minus adalah fitur handbrakenya, pertama kali bermain game ini saya kerap menabrak mobil lain, lampu merah bahkan pejalan kaki yang jelas itu semua tidak boleh dilakukan oleh seorang polisi, hal itu terjadi karena saya tidak terbiasa dengan menekan tombol RB untuk handbrake. Game lain biasanya menggunakan tombol A untuk handbrake. Parahnya lagi, tidak ada option untuk mengubah control setting, tidak seperti di GTAIV. Apalagi kalau sedang adegan kejar-kejaran, terpaksa harus menggunakan rem biasa demi menghindari salah tekan yang tak jarang berujung kematian pada pejalan kaki (loh?) dan mengorbankan kekeranan untuk melakukan aksi drifting. Padahal ngerem dengan handbrake jauh lebih enak.

 

2. Linear Sandbox

Sebelum memainkan game ini, harapan saya memang beranggapan bahwa game ini akan membawa kita bebas menjelajahi kota LA di era 40an sebebas di GTAIV, tapi lagi-lagi saya menemukan game sandbox yang sebetulnya linear seperti Mafia II. Memang tidak selinear kedengarannya, tapi sangat disayangkan mengingat Team Bondi pernah berujar bahwa LA Noire adalah game sandbox dengan peta terluas, seharusnya kita bisa bebas muter-muter disana. Untungnya ada street mission yang membuat kita sibuk keliling LA, kalo tidak sudah pasti peta seluas itu menjadi mubazir.

 

3. Case Variation


Kasus-kasus pada game ini hanya dititik beratkan pada tiga tipe kasus, pembunuhan, morfin dan kebakaran. Di sebagian besar game ini, kita selalu berurusan dengan mayat, hanya sebagian kecil kesempatan untuk menginvestigasi korban yang selamat. Juga tidak ada sama sekali variasi kasus seperti penculikan, pemerkosaan, money laundry, uang palsu, penyelundupan, mafia, perang antar geng dan kasus2x lainnya. Justru pada fitur street crime lah banyak terdapat variasi. Secara keseluruhan, disini saya merasa misi dalam game ini cukup monoton apalagi pada saat Cole turun jabatan dan menangani kasus kebakaran, kurang ada antiklimaksnya begitu. Meskipun demikian, ada juga beberapa kasus dan tokoh yang didasarkan pada kisah nyata yang cukup menarik untuk diikuti.

 

4. Arsenal


Arsenal yang saya maksud disini bukan club sepak bola dari Inggris itu loh, tapi yang dimaksud adalah persenjataan. Persenjataan di game ini dibuat seadanya, entah karena kebutuhan cerita atau bukan tapi yang jelas untuk game action sangat kurang. Gamer hanya dibekali handgun berkaliber 45mm yang berpeluru tidak terbatas dan tidak ada fitur untuk memilih senjata secara langsung seperti di GTAIV, kita hanya bisa memilih senjata dari bagasi mobil dan mengambil dari lawan yang mati tertembak. Bahkan kita tidak bisa seenaknya mengeluarkan senjata, khususnya pada adegan kejar-kejaran yang kadang Cole membawa pistol kadang tidak, padahal polisi selalu membawa pistol di sakunya. Pada saat membawa mobil pun kita tidak bisa sambil menembak, hanya pasrah dengan kemampuan partner kita untuk melumpuhkan mobil lawan. Entahlah, mungkin Rockstar khawatir takut kita berbuat iseng.

 

5. Bike?

Terdengar sedikit konyol tapi mungkin karena saya tinggal di negara yang menjadikan motor sebagain alat transportasi utamanya, saya jadi terbawa untuk membahas ini. Mengapa tidak ada satupun motor pada game ini? Padahal motor sudah digunakan untuk berperang sejak PD II, apalagi game ini bersetting setelah PD II. Bukankah adegan kejar-kejaran akan lebih seru jika divariasikan menggunakan motor? Atau mungkin motor belum diproduksi masal pada waktu itu? Entah lah, tapi misalnya begitu minimal harusnya ada sepeda ontel yang berlalu lalang di jalan. Tapi absennya motor dan sepeda tidak mengurangi kenikmatan di game ini.

 

Ya itulah hasil penelitian kecil-kecilan saya untuk game LA Noire, setuju atau tidak itu terserah anda. Walaupun mungkin banyak terdapat kekurangan, saya hanya ingin mencoba mengkritisi dan mungkin saja hal-hal diatas bisa diperhatikan oleh Team Bondi seandainya mereka berniat membuat sequelnya. (Steve Rogers)

 


SHARE
Previous articleE3 2011 Akan Di Banjiri Oleh Game-Game Dan Event Yang Wajib Di Tunggu-Tunggu!!!!!
Next articleinFamous 2 Review: Little Big Thunderstorm
Steve Rogers adalah pendiri grup Xbox 360 Fanboys Indonesia di Facebook yang sudah malang-melintang di dunia game kira-kira selama lebih dari 15 tahun, bahkan sejak belum bisa berdiri. Spesialisasinya adalah pemberitaan mengenai game-game barat terutama yang berkaitan dengan console Xbox. Cirinya dalam menulis adalah original, sensasional, bebas dan apa adanya, kontroversial hanyalah efek dari karyanya. Sesuai dengan motonya “doing the right thing isn’t doing the right thing”, ia tidak peduli dengan reaksi yang akan muncul terhadap karyanya karena ia menyadari maksud yang ia sampaikan belum tentu bisa diterima oleh orang lain.