Iconia Tab A500 / A501, Barisan “Icon-Icon” Android dan Windows

Acer juga menjadi salah satu pemain PC yang cukup dikenal di Indonesia, dan pernah beberapa kali membuat terobosan dengan inovasi menarik. Seperti menjadi yang pertama memasarkan netbook dual-core, Acer Aspire One Happy D255, yang juga mengusung satu fitur unik dual boot Windows 7 dan Android.

Selain jajaran notebook dan tablet PC yang pernah mereka jelajahi, sebenarnya Acer sudah mulai ancang-ancang dengan lineup tablet/slate sejak November 2010 lalu. Saat itu nama Iconia pun telah dikenal, serta rencana mereka langsung membidik beberapa tipe pasar dengan penggolangan ukuran layar. Berlanjut selama CES Januari 2011 lalu, Acer mulai mendemokan lima keluarga Iconia, yang tiga diantaranya dipercayakan kepada Android, serta untuk memenuhi ekspetasi pasar akan regerasi tablet C menjadi slate, dua Iconia bakal menggunakan Windows 7.

Mereka antara lain, Iconia Tab A500 (tablet Android berlayar 10.1 inchi), Iconia Tab W500 (tablet Windows berlayar 10.1 inchi), Iconia Tab A100 (tablet Android berlayar 7 inchi), Iconia Smart (smartphone Android berlayar 4.8 inchi), serta yang paling ambisus, Iconia 6120 ber-OS Windows 7 yang menggunakan konsep dual-touchscreen berukuran 14 inchi. Dari lima tablet tersebut, baru tiga yang sudah dirilis, yaitu Iconia 6120, Iconia Tab A500 serta Iconia Tab W500. Untuk Iconia Tab A100 yang harusnya Mei ini hadir, masih ditunda peluncurannya. Sedangkan di Indonesia, baru Iconia Tab A500 saja yang bisa kamu nikmati, yang telah dirilis sejak 6 Mei 2011 lalu.

Membandingkan spesifikasinya, antara Iconia Tab A500, Eee Pad Transformer dan Galaxy Tab 10.1 sebenarnya tidak begitu banyak perbedaannya prosesor, GPU, memory, internal storage dan ukuran layarnya sama, sehingga bisa dipastikan hasil benchmark-nya pun juga tidak terpaut jauh. Justru desain yang berperan untuk menjerat mereka yang ingin mencobanya. Jika Asus memilih kesan perunggu yang elegan, maka Acer lebih mengejar impresi hi-tech melalui balutan casing aluminum yang kental di bagian belakang. Bagian lain yang menarik perhatian dari casing belakang seperti dua speaker stereo dengan output Dolby Mobile Sound Quality, serta kamera 5 megapixel dengan flash LED.

Di bagian atas, selain tombol volume dan juga tombol pengunci orientasi layar, juga ada jajaran port SDcard yang bisa menerima maksimal hingga 64GB, serta slot SIM card yang sementara ini juga tidak bisa digunakan karena absen-nya modul 3G. Bergerak ke kanan, di sebelah kanannya terdapat port USB, Micro USB serta colokan power untuk men-charge. Berbeda dengan Asus, di sini tidak ada port charger/data khusus, jadi lebih user friendly – karena pada Trasformer, port USB ditempatkan pada docking keyboard. Port USB tersebut juga berfungsi sebagai host, memungkinkanmu menghubungkan HDD eksternal, USB hub, keyboard /mouse, atau bahkan modem 3G. Oh ya, fungsi USB host tersebut bukan barang baru lho, karena tabby-tabby local sebelumnya juga sudah menerapkannya. Berlanjut pada sisi kiri, kamu dapati tombol power, konektor HDMI output serta audio jack 3,5 mm. Kemudian di bagian bawah, kamu temukan lobang yang bias digunakan untuk mengunci docking keyboradnya….. UPDATE: Mulai akhir September 2011 lalu, Acer juga menyediakan Iconia Tab A501 yang sudah built-in modul 3G, namun bukan untuk voice, hanya koneksi data. 

Yup, Iconia Tab A500 ini sebenarnya memiliki aksesoris docking keyboard, namun entah kenapa di Indonesia Acer tidak menjualnya dari awal — kecuali Iconia Tab W500, yang dijual sudah termasuk docking keyboard. Bisa jadi untuk menekan harga jual, atau mereka sadar bahwa docking pada Transformer juga termasuk baterei tambahan, dan mengurungkan niat memasarkannya bersama docking keyboard? Karena memang docking pada Iconia Tab A500 hanya sebatas memberi kemudahan input melalui keyboard semata. Namun plus-nya, dengan port USB di bagian tablet, bukan pada docking, Iconia Tab A500 ini menjadi lebih praktis. Kamu tidak perlu harus membawa docking keyboard seperti Eee Pad Transformer hanya untuk mendapatkan fungsi USB host.

Keunggulan lainnya, kamera depan Iconia Tab A500 lebih besar dibandingkan Eee Pad Transformer walaupun kamera depan sebenarnya lebih maksimal ketika digunakan untuk video call. Namun untuk kamera utamanya, ketiga tablet yang saya ulas saat ini sudah berbekal kemampuan merekam video berkualitas HD. Sedangkan baterai yang dimasukkan ke dalamnya hanya 3260mAh, agaknya terasa kurang – bandingkan saja dengan Galaxy Tab 8.9 dan 10.1 yang mencapai 6000 dan 7000 mAh. Acer sendiri mengklaim bisa digunakan 8 jam. Namun jika intensitas penggunaan berlebih/non stop, sejauh ini tidak ada Android yang bisa bertahan seharian, dan dipastikan kamu perlu membawa adaptor untuk nge-charge jika ada kesempatan. Khusus untuk urusan baterai, Eee Pad Transformer dan Galaxy Tab 10.1 lebih unggul. Acer pun sepertinya perlu mengajak diet tablet mereka satu ini, karena dengan ukuran 260 x 177 x 13.3 mm serta berat 730 gram, menjadi yang paling berat jika dibandingkan kedua rivalnya.


SHARE
Previous articleFoto Promo Captain America: The First Avenger
Next articleBig Games Yang Tidak Akan Keluar Sampai 2012
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.