The Riddler Shows Up!



Setelah Robin, Catwoman dan Penguin menampakan diri dengan gaya hitam-putih sekarang giliran si psikopat teka-teki The Riddler yang bergabung dengan Batman CS. The Riddler memiliki nama asli Edward Nigma, Edward sebenarnya adalah bekas karyawan Bruce Wayne di Wayne Enterprise yang fanatik dengan sosok Bruce Wayne, tapi karena obsesinya untuk dianggap sebagai makhluk paling pintar di dunia akhirnya mengalahkan akal sehatnya dan merubahnya menjadi The Riddler. Modus operandi The Riddler dalam melakukan aksinya adalah selalu meninggalkan teka-teki, teka-teki yang mungkin Gordon pun tidak bisa pecahkan. Tak terkecuali di Batman: Arkham Asylum, ia meninggalkan 100 teka-teki untuk Batman pecahkan sepanjang permainan, untungnya di akhir cerita dengan kecerdasan Batman akhirnya ia berhasil melacak posisi The Riddler dan menjebloskannya ke penjara.

Walaupun puzzlenya cukup rumit dan banyak tetapi peran The Riddler sebelumnya di Batman: Arkham Asylum memang kurang banyak memberikan pengaruh apa-apa terhadap storyline, tapi dengan munculnya promo ini diharapkan villain yang identik dengan warna hijau ini memiliki peran yang lebih besar terhadap storyline di Batman: Arkham City. Semoga puzzle yang diberikan oleh The Riddler jauh lebih banyak dan menantang, juga dapat menambah waktu bermain yang dikabarkan akan lebih dari 40 jam. (Steve Rogers)

 

 


 

 


SHARE
Previous articleTribute to Transformers: Kumpulan Artwork Film Transformers (Part 1)
Next articleMission: Impossible Ghost Protocol Trailer
Steve Rogers adalah pendiri grup Xbox 360 Fanboys Indonesia di Facebook yang sudah malang-melintang di dunia game kira-kira selama lebih dari 15 tahun, bahkan sejak belum bisa berdiri. Spesialisasinya adalah pemberitaan mengenai game-game barat terutama yang berkaitan dengan console Xbox. Cirinya dalam menulis adalah original, sensasional, bebas dan apa adanya, kontroversial hanyalah efek dari karyanya. Sesuai dengan motonya “doing the right thing isn’t doing the right thing”, ia tidak peduli dengan reaksi yang akan muncul terhadap karyanya karena ia menyadari maksud yang ia sampaikan belum tentu bisa diterima oleh orang lain.