Alan Smith Menggantikan Andy Gray di FIFA 12

AndyGray yang diberhentikan sebagai komentator oleh FA karena sikapnya yang tidak menghormati official wanita pada salah satu pertandingan di liga Inggris berdampak juga pada karirnya di dunia maya, ya posisi beliau yang juga sebagai komentator di game FIFA secara resmi digantikan oleh Alan Smith, mantan pemain Arsenal dan striker Inggris.

 

 

“Alan Smith akan membawa kesegaran, pandangan baru dan wawasan ke dalam FIFA 12, bekerja bersama dengan orang yang terpercaya dan terkenal seperti Martin Tyler,” ucap David Rutter, Senior Producer of FIFA 12. “Sebagai salah satu dari broadcaster papan atas di Inggris, beliau membawa pengetahuan yang luar biasa dan analisa expert pada game sehingga kami bisa mengantarkan pengalaman bermain FIFA yang paling otentik tahun ini.”

 

“Chemistry alami yang aku dan Martin bangun selama pertandingan live di TV ditransfer dengan baik ke ruangan broadcast virtual,” Kata Smith.

“Aku sangat tidak sabar kepada penggemar FIFA untuk mendengar kerjasama kami di musim gugur ini saat kami memberikan emosi dan kenikmatan di setiap pertandingan pada game FIFA tahun ini.”

Sepertinya memang kita juga butuh penyegaran dari aspek komentator mengingat duet Martin Tyler dan Andy Gray sudah cukup lama dan kita hanya mendengar komentar yang itu-itu saja, semoga Alan Smith benar-benar membawa penyegaran di game FIFA 12. (Steve Rogers)

 


SHARE
Previous articleWinners Of Game Critics Awards Best Of E3 2011!!!is Bioshock Infinite baby!!!
Next articleBantu Mr. Bond dan Mr. Jones Membasmi Makhluk Asing di Cowboys & Aliens
Steve Rogers adalah pendiri grup Xbox 360 Fanboys Indonesia di Facebook yang sudah malang-melintang di dunia game kira-kira selama lebih dari 15 tahun, bahkan sejak belum bisa berdiri. Spesialisasinya adalah pemberitaan mengenai game-game barat terutama yang berkaitan dengan console Xbox. Cirinya dalam menulis adalah original, sensasional, bebas dan apa adanya, kontroversial hanyalah efek dari karyanya. Sesuai dengan motonya “doing the right thing isn’t doing the right thing”, ia tidak peduli dengan reaksi yang akan muncul terhadap karyanya karena ia menyadari maksud yang ia sampaikan belum tentu bisa diterima oleh orang lain.