Microsoft Menginvestigasi Bocornya Gears of War 3

Gears of War 3 yang secara resmi baru akan dirilis di bulan September 2011 mendatang secara menghebohkan sudah bocor beberapa hari yang lalu, tapi hanya pemilik Xbox 360 JTAG yang baru bisa menikmatinya, karena size dari versi leaked ini sekitar 7,8 GB. Yang jelas melebihi kapasitas DVD-DL. Besar kemungkinan versi finalnya nanti akan menggunakan format XGD3, karena memiliki size yang lebih besar.

Kembali ke topik, Microsoft mengatakan bahwa versi leaked dari franchise utama mereka ini bukanlah versi final. Walaupun versi leaked ini hanya berisi single-player campaign, tapi sepertinya sudah lebih dari cukup bagi para gamer. “Isinya bukan merupakan versi final dan tidak mewakili apa yang akan fans nikmati saat perilisannya,” ucap salah satu perwakilan dari Microsoft. Hal ini mengingatkan kita pada kasus yang sama tahun lalu yaitu mengenai bocornya Halo: Reach, tapi bedanya dulu kita sudah bisa langsung menikmati versi finalnya.

Berikut saya cantumkan video cuplikan gameplay di menit-menit pertama, tapi bagi kalian yang memang pecinta sejati Gears dan tidak mau antusiasmenya dirusak sebelum rilis resminya nanti disarankan untuk tidak menonton video ini.

http://youtu.be/1LafF34CgCE
Gears of War 3: Gridlock

http://youtu.be/AKKsAniEnRM
Gears of War 3: Weapon Skin

http://youtu.be/H-BD7c71hUE
Gears of War 3: Stats & Awards

http://youtu.be/H-BD7c71hUE
Gears of War 3: Vulcan Canon


SHARE
Previous articleDeus Ex: Human Revolution, Fight Through The War Of Human Augmentation!
Next articleNew Astronot Rider Four Zero, Switch ON! 3..2..1..Henshin!
Steve Rogers adalah pendiri grup Xbox 360 Fanboys Indonesia di Facebook yang sudah malang-melintang di dunia game kira-kira selama lebih dari 15 tahun, bahkan sejak belum bisa berdiri. Spesialisasinya adalah pemberitaan mengenai game-game barat terutama yang berkaitan dengan console Xbox. Cirinya dalam menulis adalah original, sensasional, bebas dan apa adanya, kontroversial hanyalah efek dari karyanya. Sesuai dengan motonya “doing the right thing isn’t doing the right thing”, ia tidak peduli dengan reaksi yang akan muncul terhadap karyanya karena ia menyadari maksud yang ia sampaikan belum tentu bisa diterima oleh orang lain.