Battle Royal Jakarta: Ajang Koalisi dan Pembantaian Massal

Vandaria Wars menawarkan banyak sekali varian pertandingan dengan format multiplayer. Beberapa diantaranya adalah Tag Team yang mempertandingkan tim berisi dua pemain; 3 on 3 yang mempertandingkan tim berisi tiga pemain untuk meraih kemenangan secepat mungkin; dan yang paling menarik bagi saya Battle Royal, dimana tiga sampai empat pemain bertanding secara langsung dalam satu meja.

Grand Event bulan kemarin diselenggarakan dengan format Battle Royal. Sempat tidak digunakan selama season Creatio, format Battle Royal tentu membuat sejumlah pemain yang memulai kariernya di Creatio atau Metamor kagok dengan format ini. Namun dengan peraturan yang cukup jelas, Grand Event ini berhasil membuka wawasan para Guildsman muda ini serunya bertanding secara bebas di ajang Battle Royal.

Battle Royal di Jakarta berlangsung dengan meriah. Bahkan jauh diatas ekspektasi saya! Ketika sampai di Blastoys sebagai venue pertandingan, saya dikagetkan dengan sejumlah pemain baru yang dengan sangat semangat mengikuti Grand Event ini. Menggunakan format Arcana, varian deck yang digunakan dalam Grand Event ini menjadi sangat luas. Tidak ada satu faction ataupun sisi yang benar-benar mendominasi pertandingan, sehingga kekuatan menjadi sangat berimbang dan pertandingan tidak membosankan.

 

GTM sang Judge

Jumlah pemain yang hadir dalam Grand Event ini adalah 15 orang, namun sayang karena keterbatasan tempat pertandingan beberapa pemain senior secara relawan menjadi Judge. Rahardi Mayumangsa atau yang lebih dikenal sebagai GTM (Great Teacher Mark) menjadi head judge dan memimpin seluruh Grand Event, Tommy atau Zack Beowulf ikut membantu, dan saya sendiri yang datang terlambat menjadi pencatat skor pertandingan.

Sementara itu, keduabelas Guildsman yang terjun dalam ganasnya Battle Royal adalah: Gelu dengan deck Dragon, Ferdi dengan Caster Door to Unknown, Ryan dengan Caster Enforcer, Winall dengan Archangel, Andiko dengan Eden, Romy dengan Naraka, Andra dengan Archangel, Ario dengan Imogen + Dragon, Alvin dengan Deimos Creep, Aldo dengan Dragon, Yobi dengan Naraka Creep, dan terakhir Raka dengan Champion’s Pride Upgraded.

Keduabelas pemain tersebut terbagi menjadi tiga pool yang masing-masing berisi 4 pemain. Seperti biasa, pertandingan Battle Royal diwarnai dengan drama antar Guildsman. Guildsman dalam satu meja saling memanipulasi satu sama lain dengan memprovokasi untuk mengadu domba, melakukan koalisi dan menyerang salah satu pemain, atau berperan sebagai “korban” untuk menghindari ganasnya serangan Guildsman lain. Semua hal tersebut dilakukan tentu dengan satu tujuan, bertahan hidup dan lahir sebagai pemenang.

 

 

Putaran pertama mempertemukan Ryan, Alvin, Andiko, dan Romy dalam pool 1; Ferdi, Andra, Winall, dan Aldo dalam pool 2; dan Gelu, Yobi, Raka, serta Ario dalam pool 3. Satu kejadian menarik dalam putaran pertama ini adalah metode kemenangan yang dilakukan oleh Ferdi. Dengan berbekal banyak Rune, Ferdi berhasil membantai Guildsman satu per satu dan menyisakan Andra sebagai runner up dalam pool tersebut. Putaran pertama berhasil membawa Ferdi, Gelu, dan Ryan sebagai juara; serta Andra, Yobi, dan Alvin sebagai Runner Up.

Putaran kedua tidak kalah seru dari yang sebelumnya. Putaran ini mempertemukan Ferdi, Gelu, Ryan, dan Andra dalam pool 1; Alvin, Yobi, Andiko, dan Raka dalam pool 2; terakhir pool 3 berisi Winall, Aldo, Romy, dan Ario. Manipulasi permainan dan provokasi semakin menguat kali ini. Sayang Ario harus meninggalkan pertandingan dikarenakan adanya keperluan mendadak, sehingga Romy, Aldo, dan Winall bertanding memperebutkan posisi. Putaran ini berhasil dimenangkan oleh Winall, Alvin, dan Ferdi; sementara Runner Up diisi oleh Aldo, Yobi, dan Gelu. Putaran ini benar-benar memutarbalikkan posisi pertandingan, Aldo, Alvin, dan Winall berhasil mengalahkan para Guildsman seniornya. Boleh jadi putaran ini adalah kelulusan mereka dari jabatan “nubie”.

Putaran ketiga merupakan putaran terakhir yang menjadi penentuan poin akhir pertandingan. Pool 1 diisi oleh Alvin, Ferdi, Gelu, dan Winall; pool 2 berisi Raka, Andiko, Yobi, dan Aldo; terakhir pool 3 berisi Ryan, Romy, dan Andra. Pool 1 berlangsung dengan sangat menarik, dimana Winall dan Alvin berkoalisi melawan Gelu dan Ferdi sehingga pertandingan terasa seolah menjadi Tag Team. Namun pengalaman berhasil membawa Gelu dan Ferdi sebagai juara dan Runner Up. Winall dan Alvin sempat melakukan beberapa kesalahan dan telat merespon keadaan. Sementara di pool lain Yobi dan Ryan berhasil menjadi juara dan Aldo serta Romy menjadi Runner Up.

Karena persamaan poin, posisi juara ditentukan dengan pertandingan tambahan. Posisi juara 1 dan 2 ditentukan dalam pertandingan Gelu melawan Ferdi, sedangkan juara 3 dan 4 ditentukan dalam pertandingan Ryan melawan Yobi. Pertandingan tidak berlangsung panjang dan Gelu segera terlahir sebagai jawara Battle Royal diikuti oleh Ferdi, Ryan, dan Yobi.

Sungguh sebuah Grand Event yang luar biasa. Dipenuhi dengan Guildsman muda yang tidak hanya berani berkompetisi melawan para senior, tetapi mampu menandingi mereka dan bahkan mengalahkannya. Grand Event ini menjadi pertanda bahwa komunitas Vandaria Wars Jakarta akan terus berkembang, beregenerasi, dan menjadi jauh lebih besar dari sebelumnya. Selamat untuk komunitas Jakarta!

 


SHARE
Previous articleMTG Duel Deck: Anjani vs Bolas
Next articlePS4 akan dirilis tahun depan?
Memulai kariernya sebagai freelance majalah Ultima Nation, Dipta berkembang hingga menjadi penulis guide di majalah Optima. Ia sempat menghilang pada tahun 2003 untuk mempelajari film di Australia. Pada tahun 2008 Dipta kembali ke Indonesia dan memimpin GAMEZiNE selama kurang lebih 2 tahun. Ia juga sempat memperoleh penghargaan MURI sebagai Pencipta TCG Indonesia Pertama melalui karyanya Vandaria Wars.