The Fastest Browser on Earth is Getting More Faster…

Jujur saja, judul artikelnya itu subyektif… hehe! Di redaksi Zigma, sepertinya hanya saya, dan mas bro Ahmad Reyner Nabeel saja yang menyukai Opera. Pun yang lain selalu mempengaruhi dengan racun “rubah api,” namun kita tetap bertahan dengan pendirian, Opera adalah browser tercepat di jagad ini…. hehe! Apa yang kami sukai dari Opera adalah bisa “Save As Single File” dengan format berekstensi .mht. Bagi yang memegang posisi pengumpul dan pembagi bahan di redaksi Zigma / Omega, format .mht sangat membantu. Selain itu, antar muka-nya minimalis, dan mudah dioperasikan…. Munculnya fitur Extension mulai Opera versi 11 yang dirilis akhir tahun lalu juga sedikit menyamakan ketertinggalan browser dari Norwegia tersebut dibandingkan Firefox – yang kaya akan plug-in.

Namun sayang, dan saya pun ikut berduka (lebay nih!), pembenahan yang diberikan setiap versinya tetap tidap membuat pangsa pasarnya bergeser. Hingga saat ini, menurut situs web analisis penggunaan browser internet Net Application, Internet Explorer masih memegang posisi tertinggi sebagai browser internet paling banyak digunakan untuk mengakses web page – wajar, setiap install Windows pasti ada Internet Explorer-nya. Browser dari Microsoft tersebut mengantongi 43,5% market share. Disusul dengan favorit mayoritas redaksi – tentu saja kecuali saya dan mas bro Ahmad Reyner Nabeel, yaitu Firefox dengan jatah kue 27,9%. Posisi ketiga berada di tangan Google Chrome, dengan angka 16,8%. Lalu ada Safari milik Apple, dengan jatah 7,3%. Baru kemudian Opera yang paling bontot dengan 2,2% market share. Sisanya, Mobile Browser menurut data mencapai 5.8%.

Diantara browser tersebut, favorit kedua saya adalah Chrome. Seperti Android, browser dari Google tersebut begitu cepatnya berkembang dan mencuri perhatian. Saya menyukainya karena enteng (baca: ringan) dalam penggunaan. Selain itu, prinsip kerjanya juga sama seperti setiap Process yang menjadi bagian software yang berjalan di Android. Setiap software Droid memiliki process tersendiri, misalnya yang mengatur software untuk terhubung ke internet, atau yang menjalankan interface-nya ketika di-execute oleh pengguna. Enaknya nih, kalau ada apa-apa dengan salah satu Process software tersebut, atau juga satu atau dua tab Google Chrome, kita tidak perlu menutup keseluruhan software, namun cukup satu Process (android) atau tab (Chrome) yang mengganggu / error. Nah lho, kok malah bahas Android dan Chrome… !?

Kembali ke Opera, akhir Juni lalu muncul update versi terbarunya. Tidak tanggung-tanggung, mulai yang versi PC hingga mobile dan mini, muncul update. Opera untuk PC masuk menjadi versi 11.50, sedangkan untuk Opera Mobile dan Opera Mini kamu mendapatkan versi 11.1 dan 6.1. Versi Mobile tersebut bisa dinikmati di tablet, serta smartphone. Sedangkan Opera Mini selain untuk smartphone, juga untuk kebanyakan ponsel ber-platform Java. Berkat dua software “mungil” tersebut, walaupun Opera menjadi underdog di kelas browser desktop, namun mereka menjadi raja di ranah ponsel dan smartphone, dengan pengguna tetap mencapai 200 juta user – yup, saya dan mas bro Ahmad Reyner Nabeel dua dintaranya.

Sudah mencoba Opera 11.50 selama semingguan ini, kembali saya terpuaskan dengan broweser berlogo huruf O warna merah ini. Team pengembang Opera menawarkan perbaikan performance hingga pembenahan pada layanan sinkronisasi Opera Link. Namun upgrade yang “ketok moto” (baca: terlihat jelas) di sini adalah adanya widget baru (yang sebenarnya berupa Extension/Plug In) ketika kamu menggunakan Speed Dial, yang kemudian disebut Live Speed Dial.

Tekan Get more extension untuk mendapatkan pilihan Widget speed dial lainnya....

Widget Live ini termasuk unik. Jika sebelumnya pengertian widget hanya bisa ditempatkan di antar muka atau halaman web saja, kini bisa ditempelkan ke dalam salah satu kotak speed dial dalam jendela Speed Dial Opera. Sehingga jika kamu ingin memantau suatu fungsi yang sudah ditempatkan dalam salah satu Speed Dial, bisa langsung mendapatkan informasinya. Misalnya saja widget cuaca, yang bakal di-update otomatis, dan kamu bisa dengan mudah mendapatkan informasinya langsung ketika membuka Speed Dial.

Kamu mutlak perlu men-download dulu extension dan install sebelum mendapatkan fungsinya...

Selain itu, antar muka Opera 11.5 yang bisa kamu download untuk PC/Mac/Linux ini juga dibuat lebih minimalis. Entah apakah ini sebuah trend baru, namun layanan jejaring sosial Google+ juga datang dengan antar muka minimalis, yang akhirnya juga membuat Google menselaraskan layanan mereka lainnya. Tak heran, ketika kamu membuka Google Mail, Google Calendar atau Google Document, mereka semua muncul dengan antar muka yang sangat minimalis. Opera 11.50 juga demikian. Kamu seakan memiliki keseluruhan layar, dengan fungsi ikon yang kurang berguna disembunyikan. Antar mukanya begitu lega untuk menikmati halaman website. Dan walaupun saya belum pernah menemui, namun klaim Opera, versi baru ini mampu mendeteksi plug-in yang hilang dan dan otomatis bisa install tanpa perlu menutup browser – hmm, jadi seperti Chrome ya?

Seperti ini tampilan live widget speed dial ketika di-zoom, bakal terlihat jelas seperti info cuaca, dan timeline di Twitter. Yang gambar foto itu dari widget Photo Tagger...

Kembali ke Live Speed Dial tadi, untuk bisa mendapatkan fungsi cuaca di Speed Dial misalnya, kamu bisa meng-klik Get more extensions. Nanti muncul banyak extension yang bisa dimasukkan ke dalam Speed Dial, termasuk cuaca (The Weather) dan yang saya suka ada Photo Tagget. Extension tersebut membantu kita men-tag foto/gambar di internet, dan mengumpulkannya dalam salah satu kotak Speed Dial, untuk diakses kembali nantinya. Extension lainnya juga bervariasi, walaupun saya tidak menemukan ada yang baru sejak seminggu ini. Sementara ini pilihan seperti Timeline Twitter, Internet Radio, RSS Widget atau extension standar lainnya sudah disediakan, dan semua bisa diakses langsung melalui speed dial…

 

Widget cuaca juga memberi opsi webcam untuk kota yang kita pilih.... Lumayan untuk memantau lalu lintas Surabaya, sebelum memutuskan mengakhiri hari dari kursi redaksi di Grha Pena!

Apakah update ini bakal membut pasar Opera meningkat? Jujur saja, mungkin susah. Sampai saat ini image Opera lebih mengarah ke browser mobile, bukan desktop PC. Pengguna desktop masih menganggap kombinasi Firefox dengan plug in-nya yang fungsional, atau Chrome yang begitu ringan, lebih menggoda daripada Opera. Namun ketika pengguna mobile terus meningkat, seharusnya Opera sudah memiliki kartu terbaik karena saat ini merekalah yang paling diandalkan pengguna ponsel atau smartphone ketika mengakses internet melalui gadget mobile. Bicara Opera untuk ponsel/smartphone, masuk saja kemari untuk mendapatkan versi terbarunya.

 


SHARE
Previous articleSiapa yang Pantas Mengambil Alih Transformers?
Next articleKisah Vandaria kini sudah tersebar luas!!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.