Chinese (Fake / Copycat) Console Invasion

Apakah kalian tahu bahwa China telah menetapkan larangan peredaran konsol game semenjak 10 tahun yang lalu? Larangan ini pertama kali ditetapkan pada tahun 2000, tepatnya sebelum keluarnya PS2 di negeri Tirai Bambu tersebut. Alasan larangan ini adalah, pemerintah China ingin menjaga generasi muda mereka agar tidak menghabiskan uang dan waktu terlalu lama untuk hal video game, dan juga alasan bahwa konten-konten yang tidak baik sangat banyak muncul di dalam game.

Waktu perilisan Xbox 360 Slim yang jadi satu paket dengan Kinect, China juga melarang konsol ini disebarkan di negara mereka. Jadi jangan harap kalian akan mendapatkan konsol game asli dengan mudah di China. Tetapi walaupun dilarang, gamer yang ingin memiliki konsol asli seperti PSP, PS1, PS2, PS3, Xbox 360 dll,  harus membelinya melewati Gray Market – atau grey market, juga dikenal sebagai parallel market, istilah perdagangan barang melalui channel distribusi yang legal, namun tidak resmi dan sebenarnya produk tersebut dilarang. Sangat ironis juga mengingat pembajakan di China pun meningkat. Konsol-konsol game di China yang sempat dirilis pun turut jadi korban pembajakan dari segi game maupun hardware-nya.

Nah, kalian kan sudah dengar perangkat game bermerek terkenal seperti Nintendo, Sony atau dari Microsoft. Kalau di China banyak sekali game konsol yang dibajak dan akhirnya cuman jadi kloningan. Basic dari perangkat game made-in-china ini ada beberapa macam. Mereka menggunakan basic NES (Nintendo Entertainment System), Sega Games, dan juga Nintendo Gameboy. Jadi menggunakan sistem 8-bit dan 16-bit. Perbedaan basic ini menyebabkan harga konsol yang berbeda. Untuk sistem 8-bit biasanya di jual dengan harga sekitar Rp. 300.000-an, sedangkan untuk 16-bit biasanya Rp. 750.000-an. Masing-masing konsol sudah diisi beberapa game yang bisa langsung dimainkan tanpa menggunakan kaset atau catridge.

Inilah beberapa contoh konsol bajakan dari China:

PSP Rip-Off

PVP (Play Vision Portable)

PVP yaitu mesin gamel yang menyerupai bentuk PSP. Bisa disebut juga “kloningan” yang masih menggunakan sistem 8-bit. Biasanya gamenya hanya hitam-putih saja, dan pilihan game di PVP tidaklah banyak. Game-game seperti Super Mario Bros, Olympics, Car Racing, dll. Dan jika ingin mengisi game baru, biasanya di toko-toko China menjual memory khusus yang memungkinkan kita memainkan game yang lain. PVP juga banyak terdapat di toko-toko game di Jakarta.

PXP-2000

Nah, yang ini adalah Rip-Off dari PSP GO yang satu ini agak mirip handphone, jadi mempunyai fitur camera, MP3, dll. Soal game pada handheld ini masih sama saja dengan PVP, yaitu berbasis game 8-bit. Covernya benar-benar sangat menipu kita, karena iklannya “It will change your life!” Yang bener saja!? Dan juga dengan embel-embel MP5, padahal hanya bisa memutar MP3.

POP Portable

Yang ini juga termasuk mesin game bajakan yang diadaptasi dari PSP, serta menggunakan sistem game 8-bit. Pilihan gamenya benar-benar parah! Konsol ini hanya menawarkan 4 pilihan game, yaitu Soccer, Street Fighter, Submarine Invasion dan Fotress Guardian. Selain itu, mereka juga memerlukan 3 baterai untuk menghidupkan konsolnya. Perlu diketahui juga, game di konsol ini tidak bisa di tambah. Dengan embel-embel feature “color display” benar-benar menyesatkan kita, dan juga banyak pilihan tombol seperti reset, power switch, start, sound, dll. Dan juga di kedua sisi layarnya menawarkan lampu LED dan satu paket juga dengan earphone.

PCP Portable

Kalau yang ini sebenarnya upgrade dari POP dan tersedia dalam 2 casing, black dan silver,  serta red dan black. Di konsol ini pada box-nya diperlihatkan bahwa ada game Thunderbolt Plane, Super Mary (Super Mario kalee…), Street Overlord, Non Such Fly dan Hancliteer Heremony. Dari sekian banyak game yang ditunjukkan ternyata yang tersedia hanya 3, benar-benar niat boongin konsumen! Yang bikin kalian melotot, tombolnya yang sama dengan X-Box, dan kayaknya mereka hanya menambal tombol Xbox dan memasangnya di konsol ini. Waktu dilihat pertama kali gambarnya terlihat jernih, tetapi itu hanya pajangan background saja, dan setelah kita memainkannya, yang bergerak hanya hologram hitam saja. Jadi masih tetap sistem 8-bit. Cara mengganti gamenya di sini pun lain. Yaitu mengganti layar gamenya, dengan begitu kalian bisa bermain game yang lain.

 

NDS Rip-Off

NGS (New Games Station)

Walaupun resmi mengingat tingkat pembajakan China sangat ketat, mereka tetap saja membajak NDS. NGS ini masih menggunakan sistem 8-bit, dan pilihan gamenya masih sama dengan cara PVP, yaitu membeli memori game tersebut. Biasanya memori game pada konsol ini berisi 100 in 1, dan walaupun rip-off DS, tetap saja layarnya bukan touch-screen. Mesin game ini pun hanya dijual Rp. 250.000-an.

Neo Double Games

Yang satu ini lebih parah lagi, karena masih mempunyai handstrap dan headphone.Yang paling mengerikan di mesin game ini yaitu layarnya dan bahannya. Bahan casingnya hanya menggunakan plastik murahan, dan juga layarnya yang jika dibuka sangat ringan, rawan jatuh. Untuk mengganti gamenya masih tetap harus mengganti layarnya. Gamenya pun hanya terdiri dari 2 game, yaitu Street Fighter dan Soccer.

 

Nintendo Wii Rip-Off

WLL

Yang satu ini mirip dengan kontrollernya Wii, tapi berwarna biru dan mempunyai D-Pad yang menjijikkan. Layar LCD-nya bermasalah, dan suaranya pun akan membekkan telinga kita. Game-gamenya termasuk City Fighter, Submarine Invasion, Snowboarding. Serunya game-game tersebut semua terlihat seperti sampah. Dan terdiri juga dengan tombol-tombol yang tidak berguna. Contohnya sound, tombol ini jka dipencet tidak akan terjadi apa-apa.

MiWi

Rip-off Wii yang satu ini agak unik, karena peralatannya sangat lengkap. Dari tersedianya tenis, memori game, dan kontroller yang aneh. Sistem gameplay-nya masih sama dengan Wii, menggunakan sistem 32-bit. Mungkin inilah salah satu console rip-off yang bagus dan bisa nyambung ke TV.

 

X-Box Rip Off

Exchangeable LCD

Astaga ini adalah Rip-Off dari X-Box,bentuknya benar-benar mirip X-Box dan tetap memakai sistem 8-Bit.Mempunyai kontroller yang aneh dan tidak nyaman untuk di genggam,dengan embel-embel plug&play sistem,angle adjust screen,pregresive graphic,dan realistic sound ,yang sebenarnya semua fitur itu malah kebalikannya. Gamenya juga terdiri dari 4 di masing-masing layar X nya.Terbuat dari plastik murahan,dan kualitasnya sangat buruk,kemungkinan di mainkan sebulan akan rusak.

X-Game 360

Yang satu ini lagi adalah Rip-Off dari console X-Box 360,memakai sistem 16-bit dan mendapatkan satu set dengan pistol,tenis dan setir(emangnya Wii?).Gamenya juga dapat di isi dengan memori seperti Miwi.Bentuknya seperti PS1 yang di kasih tempelan X-Box 360.Di lengkapi juga dengan kontroller yang kecil dan memiliki tombol yang aneh.Yah walawpun memang Rip-Off tapi konsol ini masih mendingan dan juga masih bisa nyambung ke TV daripada konsol Rip-Off sampah lainnya.

 

Playstation 1 Rip-Off

Polystation 1

Kalian yang masih tinggal di zaman PS1 pasti tahu konsol ini bentuknya seperti apa.Saya jujur saya pernah di belikan konsol ini karena ayah saya kira ini PS1,ketika tahu ini palsu saya pun marah.Tapi konsol ini menggunakan sistem 16-bit dan juga memiliki kontroller yang sama dengan PS1dan tersedia dengan pistolnya.Soal gamenya tetap sama dengan X-Game yang menggunakan memori tancap,variasi game memori ini sangatlah banyak sekitar lebih dari 100,mulai dari mario,legend of zelda,olympics.Ini lah konsol pertama yang saya miliki dan sekarang sudah jadi sampah.

 

Playstation 2 Rip Off

Polystation 2

Untuk menjadi Rip-Off dari PS2,konsol ini sangtlah buruk dari cuman desainnya yang dari plastik murahan,dan juga kontrollernya yang sangat buruk.Kontrollernya hanya terdiri dari tombol gerak dan satu tombol action.Yang paling bikin suprise adalah saat kita mau mencoba memasukkan kaset kita ke disk tray tiba-tiba yang muncul adalah layar game itu sendiri.Gamenya pun bisa di bilang cuman satu yaitu game pesawat-pesawatan,dan tentunya game ini menggunakan sistem 8-bit.Konsol ini benar-benar mengecewakan lebih bagus Polystation 1 daripada ini.

 

Playstation 3 Rip-Off

Polystation

Yang ini lagi yaitu Rip-Off dari Playstation 3,mempunyai bungkusan kayak mainan action figure.Konsol ini benar-benar buruk kualitasnya,karena memakai bahan dari plastik dan memakai sistem 8-bit dan isinya benar-benar ringan,setelah di lihat isinya hanya berisi kabel-kabel yang sangat simple.Kontroller nya sama saja dengan Polystation 2 dan cara main gamenya pun sama dengan.Intinya konsol ini ga ada bedanya dengan Polystation 2 sama saja kecuali gamenya yang lain,yaitu hanya Formula 1 yang mainnya pun sama sekali ga bisa di gerakkan!!.The Worst Rip-Off console ever made!!!

Funstation3

Pasti kalian kira semua Rip-Off Playstation namanya bakal jadi Polystation melulu,jangan salah inilah dia Funstation 3.Covernya ini benar-benar mirip dengan PS3 dan tulisannya juga hampir sama.Kontrollernya sama hampir sama dan kualitasnya masih menggunakan plastik murahan juga.Untuk gamenya masih memakai memori sama dengan cara Polystation 1,tapi gamenya memakai sistem 16-bit.Paket ini tersedia juga dengan pistolnya.

 

Yah, seperti itulah contoh-contoh dari konsol-konsol yang di bajak oleh berbagau perusahaan dari China. Melihat seperti ini, mungkin kalian menilai produk tersebut memiliki kualitas “sampah.” Setelah melihat beberpa contoh di atas, bisa di katakan bahwa mesin game rip-off ini ada yang bagus, jelek dan sangat buruk. Mengapa saya bilang ada yang bagus? Karena beberapa juga masih bisa mendukung fitur game TV yang memungkinkan kita memainkan ratusan retro games. Saya pun sebenarnya meminati Polystation 1, karena saya termasuk gamer retro. Tetapi saya sarankan jangan sampai salah membeli konsol seperti ini. Sebenarnya masih banyak konsol rip-off lainnya. Tapi ya sudahlah, karena jumlahnya sangat banyak, untuk kesempatan kali ini bisa saya sebutkan dulu saja contohkan. Mereka antara lain, Wee, Chintendo Vii, Gamestation, TV Game dll. Setelah kalian melihat beberapa contoh jajaran mesin game made-in-china di atas, bagaimana pendapat kalian? Tuangkan dalam box comment di bawah ya…


SHARE
Previous articleTheatrhythm Final Fantasy, Koleksi Semua Musiknya
Next articleGo Go Go Google+… Yang Pengen Di-“Seret” ke Dalam Lingkaran, Masuk Sini Dulu!
Joshua/Near_J adalah seorang penulis yang tentunya di penuhi dengan kesibukan sehari-harinya,tetapi ia tetap bersemangat untuk menulis di Duniaku. Joshua juga di kenal sebagai kontributor resmi beberapa group game di kalangan Facebook seperti The Game Community,Gamer Inside,Band of Indonesian Gamer,Zigma Omega,dll. Sekarang ia terkenal sebagai informan seputar dunia game di kalangan group game Facebook yang tentunya memfokuskan tentang seluruh game.Ia ahli dalam bidang strategy game dan juga role-playing game. Walaupun sangat menyukai game FPS atau Sport, ia tidak terlalu ahli dalam bidang tersebut.