Spider-Man: Edge of Time & X-Men: Destiny Playable di Comic-Con

Spider-Man: Edge of Time adalah sequel dari pendahulunya, Spider-Man: Shattered Dimensions yang sukses tahun lalu. Sedangkan X-Men: Destiny adalah game yang benar-benar baru. Kedua game tersebut akan dapat dimainkan pertama kali di Comic-Con tahun ini di San Diego, Activision juga akan mengumumkan para pengisi suara kedua game tersebut yang sebagian besar diisi oleh jajaran bintang-bintang Hollywood bersamaan waktunya dengan sesi diskusi dengan legenda hidup Marvel, Stan Lee pada sabtu waktu setempat

Spider-Man: Edge of Time akan diisi oleh Val Kilmer sebagai Walker Sloan (Batman Returns), Laura Vandervoort sebagai Mary Jane dan Katee Sackhoff, yang berperan sebagai Lieutenant Starbuck di Battlestar Galactica akan melakukan debutnya sebagai Black Cat. Sedangkan untuk X-Men: Destiny, Milo Ventimiglia (Sucker Punch), Vixen Jamie Chung TThe Hangover II) dan bintang Friday Night Lights, Scott Porter akan mengisi suara tiga playable mutant baru bernama Grant Alexander, Aimi Yoshida dan Adrian Luca.

“Para pengisi suara berbakat dari Hollywood ini akan membawa storyline yang kaya pada Spider-Man: Edge of Time & X-Men: Destiny ke kehidupan,” ucap Vicharin Vadakan, Direktur Pemasaran Activision.

Spider-Man: Edge of Time dan X-Men: Destiny akan hadir untuk Xbox 360 dan PS3 musim gugur ini.

 

 


SHARE
Previous articleRain Menyusul Ke Arena, DLC Keempat Diumumkan Minggu Ini
Next articleGameloft Masih Mendukung Handphone Klasik / Feature Phone
Steve Rogers adalah pendiri grup Xbox 360 Fanboys Indonesia di Facebook yang sudah malang-melintang di dunia game kira-kira selama lebih dari 15 tahun, bahkan sejak belum bisa berdiri. Spesialisasinya adalah pemberitaan mengenai game-game barat terutama yang berkaitan dengan console Xbox. Cirinya dalam menulis adalah original, sensasional, bebas dan apa adanya, kontroversial hanyalah efek dari karyanya. Sesuai dengan motonya “doing the right thing isn’t doing the right thing”, ia tidak peduli dengan reaksi yang akan muncul terhadap karyanya karena ia menyadari maksud yang ia sampaikan belum tentu bisa diterima oleh orang lain.