Pembantai Norwagia Terinspirasi Call of Duty: Modern Warfare 2

    Aksi terorisme yang dilakukan oleh Anders termasuk penembakan massal dan teror bom ini memakan 92 korban tewas, 97 orang luka-luka dan beberapa orang belum diketahui keberadaannya alias hilang. Dalam melakukan aksinya, Anders menggunakan seragam kepolisian. Beberapa media menggambarkan bahwa pelaku memiliki kepribadian yang konservatif, nasionalis dan sangat menikmati perburuan. Pada profile di Facebooknya ia juga mencantumkan game World of Warcraft (WoW) dan Call of Duty: Modern Warfare 2 (MW2), yang sepertinya judul terakhir merupakan “sumber inspirasi” atas aksinya.

    Anders Behring Breivik (32)

    Seperti yang kita ketahui bersama, pada game MW2 terdapat sebuah misi “No Russian” dimana beberapa satuan elite membantai semua orang yang ada pada sebuah bandara di Rusia. Dalam misi ini gamer membantai bersama-sama dengan beberapa orang partner, walaupun terinspirasi tapi Anders mengaku melakukan aksinya sendirian. Padahal fakta baru mengungkapkan bahwa pada saat pembantaian yang berlangsung selama 90 menit itu saksi melihat pelaku lebih dari satu orang.

    No Russian

    Meskipunpun best seller, MW2 itu sendiri semenjak kemunculannya sudah menimbulkan kontroversi dan banyak mendapat penolakan terutama dari aktivis kemanusiaan dan penduduk Rusia itu sendiri karena misi “No Russian”, sebelum kasus Anders ini pun sebelumnya juga ada tindakan kejahatan yang juga terinspirasi oleh misi yang sama.

    Sangat disayangkan game yang sangat fenomenal malah menjadi inspirasi untuk suatu tindak kejahatan. Semoga tidak ada lagi kejadian serupa di masa yang akan datang dan semoga gamer dapat mengambil sisi positifnya saja dari sebuah game dan tidak mempraktekan hal-hal negatif agar kejadian seperti ini tidak terulang. (Steve Rogers)

     

     


    SHARE
    Previous articlePES 2012: Kendalikan Dua Pemain Sekaligus!
    Next article10 Serial Jadul yang Selalu Kita Tunggu Kehadirannya
    Steve Rogers adalah pendiri grup Xbox 360 Fanboys Indonesia di Facebook yang sudah malang-melintang di dunia game kira-kira selama lebih dari 15 tahun, bahkan sejak belum bisa berdiri. Spesialisasinya adalah pemberitaan mengenai game-game barat terutama yang berkaitan dengan console Xbox. Cirinya dalam menulis adalah original, sensasional, bebas dan apa adanya, kontroversial hanyalah efek dari karyanya. Sesuai dengan motonya “doing the right thing isn’t doing the right thing”, ia tidak peduli dengan reaksi yang akan muncul terhadap karyanya karena ia menyadari maksud yang ia sampaikan belum tentu bisa diterima oleh orang lain.