Kronologi Terpuruknya Nintendo 3DS

Apakah 3DS adalah sebuah handheld yang jelek?

Well, not really. Spesifikasinya cukup menjanjikan, fiturnya pun bisa dibilang mewah dan orisinil. Layar 3D-nya sih belum begitu nyaman di mata, tapi Nintendo berani menggebrak dengan 3D tanpa kacamata.

Lalu mengapa Nintendo buru-buru memangkas harga 3DS, seolah-olah handheld ini tidak punya masa depan?

Tindakan “mengkhianati konsumen awal 3DS” (mereka yang membeli dengan harga sebelum dipangkas) ini memang terpaksa dilakukan. Pertama, karena penjualannya yang tidak memuaskan (ingat PS3 pada awal-awal dulu). Kedua, karena banyak game dari pengembang di luar Nintendo yang di-delay, bahkan di-cancel.

Untuk selebihnya, yuk kita lihat ilustrasi di bawah…

BOOM!!

Ada seorang teman yang menanyakan pada saya… apakah dengan adanya price cut ini saya akan membeli 3DS?

Well, not yet!

Mengingat kebiasaan Nintendo yang merevisi hardwarenya tiap tahun, sebaiknya saya menunggu 3DSi atau 3DS XL saja tahun depan… itu pun kalau game-gamenya sudah cukup banyak dan menjanjikan.

Mudah-mudahan 3DS tidak menjadi another PSP Go ya.


SHARE
Previous articleTurnamen Real Football 2012 Dibuka Mulai Bulan Depan
Next articleKalahkan “Setan” Untuk Bebas Dari Kutukan Kematian
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.