What We Wants on the Next Metal Gear

Seri Metal Gear sudah menjadi legenda tersendiri dan dianggap sebagai sebuah masterpiece yang bisa disejajarkan dengan Mario, Final Fantasy, Gran Turismo dan lain sebagainya. Pada instalasi terakhir kita disuguhi asal muasal Outer Heaven dan misi-misi masa lalu yang dijalani oleh Jack sehingga akhirnya Jack mau memakai kode nama The Big Boss.

Pada E3 kemarin kita memperoleh pengumuman bahwa seri MGS akan memperoleh polesan HD, bahkan termasuk MGS Peace Walker yang ada di PSP. Selain pengumuman tersebut, Kojima juga memperkenalkan Engine terbarunya yang bertajuk “Fox Engine”. Selain terlihat sangat impresif, besar kemungkinan engine tersebut akan dipakai oleh instalasi Metal Gear berikutnya.

Melalui artikel ini bagaiman kalau kita berandai-andai materi apa saja yang sekiranya akan dijejalkan Kojima pada MGS 5 ataupun prekuelnya. Siapa tau Kojima membaca artikel ini dan benar-benar memasukannya ke dalam MGS berikutnya. Kalau benar-benar sampai terjadi “ Kojima, your bahasa it’s realy-realy good!”.

1. Prototype Weapon/Equipment

MGS benar-benar sebuah seri yang hobi memasukan senjata-senjata purwarupa ke dalam gamenya. Sudah tidak terhitung banyaknya senjata purwarupa ataupun senjata-senjata yang memiliki nasib absurd di dunia nyata dipakai Kojima sebagai elemen dalam game. Sebut saja Railgun yang masih dalam pengembangan, Beta C-Mag yang jarang dipakai didunia nyata kecuali oleh pasukan khusus, Fulton System ciptaan Robert Edison Fulton, Jr dan masih banyak lagi.

Fulton System

Bagaimana kalau pada MGS berikutnya Kojima menyelipkan sistem nuklir portable, senjata kimia yang memanfaatkan alergi manusia, SU-47 Berkut,  atau Hypersonic Rocket, dan Kalau MGS berikutnya berupa prekuel  maka kami ingin APS (senjata api bawah air), Senjata-senjata agen rahasia CIA, atau purwarupa Patriot’s AI.

APS
APS

2. Epic Story

Alur cerita Solid Snake tampaknya telah ditutup rapat-rapat oleh Kojima di MGS4, hal ini dipertegas dengan hadirnya MGS: Rising yang konon kabarnya akan  menceritakan perjuangan Raiden mencari tubuh The Big Boss. Dengan kondisi seperti ini besar kemungkinan kalau MGS berikutnya akan berupa prekuel seperti MGS 3 atau Peace Walker. Lalu kira-kira cerita apa yah yang akan diusung Kojima?

Cobra Unit

Kami berandai-andai bagaiman kalau MGS berikutnya lebih banyak menceritakan sisi The Boss, saat dia membentuk tim Kobra misalnya. Siapa sih yang tidak ingin mengendalikan dan merasakan ketangguhan mentor The Big Boss? Lagian MGS dengan karakter utama seorang wanita bisa menjadi terobosan tersendiri. Atau bagaimana kalau MGS berikutnya menceritakan kiprah Solid Snake dan Liquid Snake di dunia militer, pasti game tersebut akan memiliki fitur co-op yang mengasyikan. Bayangkan seorang klone gagal berdampingan dengan klone yang mewarisi kemampuan The Big Boss secara utuh. Akan ada intrik-intrik dan letupan emosi seperti apa ya di antara mereka.

 

3. Realistic Movement and Combat System

Bayangkan, sebuah dunia di mana pistol tidak bisa membunuh musuh dalam satu tembakan, atau kamu adalah seorang tentara super hasil rekayasa genetika yang tidak bisa melompati pagar atau sebatang kayu, terdengar konyol bukan? Tapi itulah yang kita hadapi di seri MGS. Kami berharap di seri-seri MGS berikutnya sistem pertempuran berjalan lebih realistik, yah tidak usah lah menggunakan sistem one shoot kill seperti mode ekstrim di BFBC2, bagaimana kalau memperbaiki keluwesan gerakan karakter  dan kemampuan meloncat. Kami sudah cukup bosan dengan gerakan kaku ala mesin giling atau buldozer milik Snake. Apa Kojima harus belajar membuat animasi gerakan yang luwes seperti miliki Nathan Drake dari seri Uncharted? (walau kadang-kadang lebay sih).

Tidak Perlu Sampai Begini Sih

1
2

SHARE
Previous articleTour Asia Pertama Ebisu Muscats!
Next articleAksi “Samurai” Dalam Pertempuran Di 7th Dragon 2020
Pemuda tambun yang hobinya main RPG (Role Playing Game. Buka Rocket Propelled Grennade) ini, memulai karirnya sebagai penulis lepas di salah satu majalah game yang tidak terlalu hit. Karena jatuh cinta pada dunia tulis menulis, Estu akhirnya memberanikan diri mengerjakan sebuah proyek portal game yang cukup ambisius di jamannya. Rupanya setelah portal game tersebut beroperasi beberapa masalah eksternal dan internal mulai menerpa silih berganti. Karena merasa kebebasannya digawangi, akhirnya Estu memutuskan berhenti dan memulai bisnis kecil-kecilan. Dari perjalanan bisnisnya Estu mendapatkan berbagai filosofi yang terus menerus dipakai hingga sekarang. Salah satunya adalah "keberuntungan adalah persiapan bertemu dengan kesempatan - Seneca" atau "Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat - Thomas Alva Edison". Di tengah-tengah jadwalnya yang cukup padat, Estu selalu sempat meluangkan waktu untuk bermain game, menonton film dan menulis artikel.