BackStab… Seperti Assassin’s Creed Dengan Dunia Pirates of the Caribbean

“When revenge is coming, watch your back.”

Begitulah Gameloft mengenalkan game terbarunya ini yaitu BackStab, yang resmi dirilis 23 Juni 2011 lalu di Indonesia, atau bersamaan dengan peluncuran Sony Ericsson Xperia Play. Di tanggal tersebut juga versi iOS (baik untuk iPhone dan iPad) juga tersedia di iTunes. Sebelumnnya menjadi ekslusif Xperia Play ketika smartphone tersebut dirilis pertama kali Maret 2011 lalu di Eropa, hingga akhirnya Gameloft memastikannya hadir untuk Droid-droid lainnya (khususnya yang spesifikasinya tinggi), plus juga iOS (minimal iOS 4). Fakta satu ini bisa membanggakan para gamer Android, karena jika biasanya sebuah game keren pertama kali muncul untuk iOS, Gameloft memilih Android sebagai platform pertama.

Game yang sebelumnya oleh Gameloft  disebut sebagai proyek “Royal Marine” ini mengangkat tema mengenai angkatan laut, dan dengan setting di abad 18. Dan apa yang paling dekat dengan para marinir angkatan laut tidak lain adalah bajak laut. Kemudian ketika dikonfirmasikan judulnya sebagai BackStab, baru saya langsung menemukan kecocokannya. Meskipun tidak hanya di kisah yang mengangkat mengenai dunia bajak laut, namun cerita  yang melibatkan skenario backstabbing alias pengkhianatan menjadi satu bagian intrik yang menarik di sebuah franchise bertemakan bajak laut.

Misalnya, seperti pada Pirates of the Caribbean kamu bisa mendapati beberapa karakternya yang menjadi korban pengkhianatan, dan kembali dengan ambisi balas dendam. Dan di BackStab ini, karakter utamanya juga berangkat dengan nasib yang sama, dikhianati, menjadi buronan, dan kemudian dia pun menuntut balas dendam pada pihak yang telah membuatnya hidupnya berubah drastis.

Tato di lengan kanan Henry berbunyi: Per Mare, Per Terram ("By Sea, By Land"), yang tidak lain menjadi moto dari Corps of Her Majesty's Royal Marines di United Kingdom, atau biasa disebut sebagai Royal Marines saja.

Pernahkah kamu dikhianati? Tidak terlalu enak kan? Marah dan dendam ingin keluar dan bisa memecahkan bola matamu. Itulah yang dirasakan oleh Henry Blake. Dia dulunya kaya dan senang dengan hidupnya sebagai Komandan Pasukan Laut Kerajaan. Dia dikhianati oleh seorang rivalnya.

Setelah dipenjara, semua kekayaannya disita, dan tunangannya diculik di depan matanya. Ketika cerita BackStab mulai, Henry merencanakan pembalasan dendamnya di dalam penjara Inggris. Lihat ceritanya melalui video berikut ini:

Game ini mengambil setting pada abad ke-18 di sebuah pulau di Inggris yang indah dan kaya. Kamu dapat berinteraksi dengan banyak non-playable characters seperti pengemis dan pencopet, serta mereka juga didukung dengan efek suara yang mendekati aslinya.

Kamu dapat menggerakkan Henry secara bebas dengan menggunakan directional pad pada Xperia Play, atau tombol d-pad virtual pada smartphone Droid lainnya, termasuk juga pada iOS. Henry dulunya adalah seorang tentara tangguh, jadi dia bisa melakukan gerakan-gerakan atletis seperti memanjat dinding dan bangunan (sehingga membuat aksinya seperti gerakan akrobatik Ezio dalam Assassin’s Creed), hingga menggunakan media transportasi seperti kuda dan kapal untuk menjelajahi pulau Inggris dan lautnya.

Setelah ceritanya berlanjut, kamu akan menemukan musuh bebuyutan Henry, yaitu Edmund Kane, yang memiliki pengaruh besar di seluruh kota. Namun dalam menyelesaikan misi-misinya, Henry bakal dibantu oleh Lissete Lavolier.

Kamu harus membantu Henry untuk menjelajahi setiap sudut kota dan banyak tempat di pulau ini, seperti British City, British Jail, Spanish City, Ice Island, Caves, Volcano City, Free City, dan Temples.

Henry juga dikenal ahli dalam menggunakan senjata. Dia dapat menggunakan apa saja, mulai dari pistol, musket, meriam, pedang, bahkan dalam mode-stealth, dia bisa menggunakan tali pencekik untuk melumpuhkan musuhnya.

Game ini akan memberikan kamu keleluasaan untuk membidik dengan akurat jika kamu sedang menggunakan pistol atau musket. Kamu juga bisa melakukan kombo dan counter-attack ketika berkelahi secara melee di game ini.

Satu fitur lagi yang keren adalah one-hit-kill, dimana kamu bisa menghabisi musuhmu dengan hanya satu gebrakan saja. Ditambah dengan pengendalian tombol serang yang hanya satu, kamu pasti bisa menghabisi banyak musuh dalam sekali serangan.

Game ini hanya tersedia di platform iOS (http://itunes.apple.com/us/app/backstab/id440313496?mt=8) dan Android. Periksa www.gameloft.com dari browser smartphone Android-mu jika kamu memiliki salah satu device di bawah ini:

  • HTC Desire HD
  • HTC Desire S
  • HTC Desire Z
  • HTC EVO Shift 4G
  • HTC Incredible 2
  • HTC Incredible S
  • HTC Inspire 4G
  • HTC My Touch 4G
  • HTC Thunderbolt 4G
  • Motorola Droid X
  • Samsung Galaxy S Showcase
  • Samsung Google Nexus S
  • Samsung GT-i9000 Galaxy S
  • Samsung GT-i9000B Galaxy
  • Samsung GT-i9000T
  • Samsung GT-P1000 Galaxy Tab
  • Samsung GT-P1000L
  • Samsung SC-02B Galaxy S
  • Samsung SCH-i400 Atlas
  • Samsung SCH-i500 Fascinate/Galaxy S
  • Samsung SCH-i800 Galaxy Tab
  • Samsung SGH-T849 GalaxyTab
  • Samsung SGH-T959 Vibrant
  • Samsung SPH-D700 Epic 4G
  • Samsung SPH-P100 Galaxy Tab
  • Sony Ericsson Xperia Play
Atau, jika kamu memiliki smartphone dengan spesifikasi yang sama dengan salah satu pilihan yang didukung tersebut, misalnya seperti CSL Mi410 atau Axioo Vigo 410, kamu bisa saja memilih opsi HTC Desire HD, karena memang secara teknis sama, dan pasti bisa memainkannya. Namun yang pasti, game Droid yang mendapat status HD membutuhkan spec yang cukup tinggi. Standarnya dengan prosesor 1 Ghz dan RAM 512 MB. Harganya sendiri hanya Rp. 60 ribuan saja! Cukup terjangkau untuk sebuah game mobile original.

SHARE
Previous articleBang & Olufsen + Intel Sandy Bridge + NVIDIA Optimus = ASUS N Series
Next articleDr. Strange dan Nemesis Type T Muncul di Marvel vs Capcom 3
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.