Penghargaan Jepang untuk Fujiko F. Fujio


 


 

Siapa yang tidak kenal dengan Doraemon? Robot kucing berwarna biru ini boleh jadi kucing yang paling terkenal di seluruh dunia. Diciptakan oleh Fujiko F. Fujio pada tahun 1969, popularitas Doraemon terus menanjak ke seluruh dunia, bahkan setelah sang penciptanya telah meninggal pada tahun 1996. Namanya yang begitu besar, Doraemon bahkan terpilih sebagai salah satu Asean Heroes dalam majalah Times pada tahun 2002. Penghargaan lain juga pernah diberikan pada Doraemon, salah satunya adalah duta budaya Jepang pada tahun 2008 oleh Kementerian Luar Negeri Jepang.

 

Doraemon telah menjadi sebuah fenomena budaya Jepang. Melalui Robot kucingnya, Fujiko F. Fujio telah berhasil mempopulerkan budaya Jepang ke seluruh dunia. Atas karyanya yang sangat luar biasa, pada tanggal 3 September 2011 nanti, Jepang akan membuka museum Fujiko F. Fujio di kota Kawasaki, Jepang.

Musium ini akan berisi segala hal mengenai Fujiko F. Fujio. Meja kerja, topi beretnya, serta pipa yang selalu ia gunakan selama membuat Doraemon akan dipajang di sini. Pengunjung juga dapat menemukan seluruh karya Fujiko F. Fujio, mulai dari P-Man, Mojacko, Esper Mami, hingga Doraemon sendiri. Pengunjung juga dapat menjelajahi bagaimana Fujiko F. Fujio memperoleh inspirasinya dan beberapa konsep yang tidak pernah dipublikasikan.

Biografi Singkat Fujiko F. Fujio

Nom de Plume  : Fujiko·F·Fujio

Real Name        : Hiroshi Fujimoto

Chronology

1933 – Born on December 1st, in Takaoka-city, Toyama Prefecture.

1944 – Became friends with Motoo Abiko, who was transferred to Fujimoto’s elementary school.

1951 – Both were inspired by Osamu Tezuka and started to submit their work to periodicals. “Tenshi no Tama-chan” was their publishing debut on “Mainichi Shogakusei Shinbun”.

1954 – Moved to Tokyo with Mr. Abiko, so that they could earnestly aim for professional manga artist. Resided at Tokiwa-so; i.e., an apartment where many young manga artists once lived before becoming famous. Chose Fujiko Fujio as their nom de plume.

1961 – Moved to Ikuta, Kawasaki-city, Kanagawa Prefecture. Hereafter, they have created many masterpieces such as “Obake no Q-taro”, “Perman”, “Doraemon”, etc.

1987 – They ended their partnership and renamed his nom de plume as “Fujiko·F·Fujio”.

1996 – Passed away on September 23, at the age of 62.


SHARE
Previous articleDemo “The First Ending” dan Sistem Level Up Untuk Ragnarok: Imperial Princess Of Lights And Darkness
Next articleSpider-Man Edge of Time: Dari Empat Menjadi Dua
Memulai kariernya sebagai freelance majalah Ultima Nation, Dipta berkembang hingga menjadi penulis guide di majalah Optima. Ia sempat menghilang pada tahun 2003 untuk mempelajari film di Australia. Pada tahun 2008 Dipta kembali ke Indonesia dan memimpin GAMEZiNE selama kurang lebih 2 tahun. Ia juga sempat memperoleh penghargaan MURI sebagai Pencipta TCG Indonesia Pertama melalui karyanya Vandaria Wars.