Lebih Dekat dengan “Boneka-boneka” Hidup Dalam Dragon’s Dogma

Datang dari tangan beberapa kreator game action terbaik Capcom, seperti Resident Evil 4 dan Devil May Cry 4, banyak yang menganggap Dragon’s Dogma bakal menjadi penerus DNA action solid yang ditawarkan beberapa masterpiece Capcom tersebut. Apalagi Dragon’s Dogma menawarkan atmosfer baru era medieval, makhluk mitos bertebaran, dan menjadi satu dari segelintir game sandbox dengan dunia open world yang mengambil setting abad pertengahan.

Interaksi yang luas dengan lingkungan, pergantian siang malam yang realistis, reaksi obyek dan makhluk yang beragam bergantung situasi, hingga sistem pertarungan dengan satu team tiga orang yang mutlak mengandalkan kerjasama team, membuat banyak penggemar game sandbox dan game action Capcom penasaran.

Setelah awal Agustus 2011 lalu Capcom menunjukkan bahwa game ini tidak hanya naga saja (“dragon” pada judulnya) yang menjadi target buruan, karena makhluk mitos (yang juga berukuran besar) seperti golem juga layak menjadi lawanmu, awal September 2011 ini Capcom menunjukkan detail satu fitur gameplay, yang memungkinkan karaktermu merekruit “pawns” (detail apa itu “pawns” bisa kamu baca melalui ulasan Dragon’s Dogma dalam Zigma edisi 104).

Nantinya selama permainan kamu bisa merekruit “pawns” yang dikendalikan oleh AI, untuk menjadi bagian team selama bertualang. Mereka bisa dikustomisasi, dan bahkan “meloncat” ke dalam permainan gamer lainnya secara online melalui “the rift,” dan juga sebaliknya, kamu bisa mendapatkan pawns gamer lainnya. Lebih lanjut, rupanya “pawns” tersebut bukan sekadar boneka saja, karena mereka juga bakal mempelajari gaya bertarungmu, dan kemudian menggunakannya ketika dia berlaga di permainan gamer lainnya.

Harap bersabar menunggu game ini, karena Capcom baru berencana merilisnya akhir 2012 mendatang. Sejauh ini, proses pengembangan baru berjalan 60%.


SHARE
Previous articleQuantum Conundrum Portal Versi Square Enix?
Next articleDinasty WarriorXOne Piece = One Piece Pirate Musou
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.