Detail Awal Dragon Age III

Seri Dragon Age berhasil menjadi salah satu RPG paling sukses untuk generasi ini. Dua game sebelumnya (ditambah ekspansi Awakening dan beberapa DLC) dimainkan banyak gamer dan menjadi topik diskusi seru. Kepiawaian Bioware dalam meracik lore dan plot cerita yang menarik, serta menggabungkannya dengan gameplay yang seru, memang patut diacungi jempol.

Dragon Age: Origins, game pertama dari seri Dragon Age, banyak meraih pujian. Mulai dari lore-nya yang dalam, plot cerita yang memikat, dan esensi role playing yang kental. Sedangkan Dragon Age II malah banyak dikritisi karena terasa lebih ‘dangkal’ dibandingkan game pertama. Meskipun dari segi gameplay, Dragon Age II lebih simple dan seru.

BioWare mengaku mendengarkan apa yang dikatakan fans soal Dragon Age II (DA II). Maka seri berikutnya akan menggabungkan gaya Dragon Age II dengan Dragon Age: Origins. Hal itu dijanjikan oleh Ray Muzka, salah satu pendiri BioWare.

Muzka mengatakan, timnya memang belum secara resmi mengumumkan Dragon Age III. Namun ia menyebut, sudah ada rencana yang seru terkait game itu. Muzka juga menjamin bahwa pihaknya selalu mendengarkan dengan serius apa yang dikatakan oleh fans. Salah satu nilai dasar perusahaan itu adalah rendah hati.

Seri ke-3 nanti dipastikan akan memiliki protagonis baru. Bukan Warden dari Origins atau Hawke dari Dragon Age II. Meski demikian kedua tokoh utama dari seri Dragon Age sebelumnya akan menjadi background cerita yang kuat. Setting gamenya dipastikan lebih luas, meliputi Ferelden, Orlais, bahkan Tervinter, dengan plot utama pertikaian besar antara Chantry dan pasukan ksatria Templars melawan Circle of Magi.

Gameplay akan lebih dekat ke Dragon Age II, namun Bioware menjanjikan aspek kustomisasi yang lebih kompleks. Misalnya saja untuk companion, pemain tetap tidak bisa mendandani armor mereka sesuka hati seperti dalam Origins, namun armor tersebut akan berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan cerita.

Tokoh-tokoh penting dalam dua seri Dragon Age sebelumnya juga akan muncul, seperti Flemeth yang memegang peranan lebih penting dalam pertikaian Templar melawan Mage. Belum ada companion yang dikonfirmasikan resmi, namun saya yakin Varric, narator Dragon Age II, akan kembali playable, bersama dengan Leliana dari Origins, juga Cassandra, Seeker of the Chantry yang mencari keberadaan Hawke dan Warden. Saya pribadi sangat ingin memainkan Alistair dan Morrigan lagi.

Berbagai pilihan dari Origins, Awakening, maupun Dragon Age II juga akan berdampak lebih luas dalam seri ketiganya nanti. Apakah Loghain masih hidup, siapakah Raja (atau Ratu) Ferelden, sisi mana yang dipilih Hawke dalam Dragon Age II, semua akan menampilkan output yang sangat drastis.

Dragon Age III memang belum diumumkan secara resmi, bahkan screenshot-nya juga belum ditampilkan. Tapi jika kamu sangat penasaran dengan game ini, sebaiknya siapkan dirimu untuk DLC-DLC Dragon Age II. Dipastikan DLC tersebut juga akan membawa dampak luar biasa seri ketiga nanti.


SHARE
Previous articleForbiden Kingdom masuk HON!!
Next articleUpdate Grand Chase 25 Agustus 2011
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.