Mark of the Assassins Lanjutkan Petualangan Commander Hawke

Di tengah-tengah kebencian fans terhadap Dragon Age II, Bioware sepertinya akan terus melanjutkan DLC untuk game tersebut. Bagi saya pribadi, DLC sebelumnya, yaitu Legacy adalah sebuah DLC yang cukup oke. Tidak ada repeatable dungeon (ampun deh Dragon Age II), cerita yang cukup menarik, pilihan moral yang cukup membingungkan (saya sampai memainkannya dua kali), dan musuh akhir yang sangat keren (sayang terlalu di-spoiler-kan di gambar/video promosi).

Melanjutkan Legacy, kali ini akan muncul Mark of the Assassin. Kali ini Hawke akan bertemu seorang pembunuh misterius bernama Tallis, yang suaranya diisi oleh Felicia Day. Tallis bergabung untuk mencuri sebuah benda peninggalan kuno dari Baron Orlesian. Mark of the Assassin akan menghadirkan berbagai fitur baru, seperti item, monster, dan lingkungan baru, serta memberikan pemain kesempatan untuk mengalami cara baru untuk bermain lebih taktis. Dari segi lore, game ini menawarkan cerita mendalam seputar Orlais dan Qunari.

Perlu diketahui, Tallis ini adalah karakter utama dalam Dragon Age: Redemption, sebuah serial web yang dibintangi oleh… tidak lain dan tidak bulan, Felicia Day sendiri. Cross over antar Hero Dragon Age pertama kali terjadi dalam DLC ini (meski saya lebih berharap kemunculan lebih banyak Morrigan atau Leliana, sih).

Membaca previewnya dan melihat video trailer di atas, mengingatkan saya akan DLC Kasumi pada Mass Effect 2. Namun belum diketahui apakah Tallis akan menjadi karakter playable permanen, atau hanya tamu.

Kalau Bioware cukup pintar, dan ingin DLC ini laku, sebaiknya buat sekalian hubungan romance antara Hawke dan Tallis (bagi saya pribadi, baik Isabella dan Merril tidak ada yang menarik). Hmmm…

Or, maybe no… no, no, no!! Let’s just skip that whole romance idea!

Kalau kamu adalah fans Dragon Age II dan tidak terima dengan pernyataan saya bahwa Dragon Age II banyak dibenci fans, silahkan buka halaman kedua.

1
2

SHARE
Previous articlePlayStation Suite + Certified… Senjata Paling Ampuh Xperia Play!
Next articleSekuel Spiritual Panzer Dragoon
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.