$45 Hanya Untuk Weapon Skin DLC? Are You Kiddin’ Me, Epic?!

Downloadable Contents (DLC) alias konten berbayar adalah standar baru bagi game masa kini. Beberapa bagus (episodic content di Fallout 3 misalnya), beberapa jelek (Weapon Pack di Mass Effect 2/Dragon Age II), dan sebagian lainnya… lebih parah dari jelek ($2.50 untuk Horse Armor di Oblivion? Kostum untuk karakter Street Fighter IV/Marvel vs Capcom 3? come on!).

Dirilisnya Gears of War 3 memberikan standar baru bagi DLC yang super parah!

Mari kita bandingkan…

  • Oblivion Horse Armor: $2.50
  • Halo: Combat Evolved Anniversary Edition (full game): $40.00
  • 40 Double Cheese Burgers-nya McDonalds: $40.00
  • Gears of War 3 Weapon Skins Total: $45.00

YAP!! $45… alias Rp.400.000!! hanya untuk skin senjata. Ini lebih dari pelecehan!!

Mari kita breakdown:

  1. Each Set Static – 240 points
  2. Each Set Animated – 320 points
  3. Weapon Collections – 1200 points (x5 Weapons)
  4. Launch Collection – 3600 points (Every Skin Every Weapon)

Set = All five starting weapons
Collections = 5 collections of 21 skins, each containing every skin for the Lancer, Retro Lancer, Hammerburst, Gnasher or Sawed of Shotgun

Skin ini tidak dapat di-unlock dan harus dibeli sebagai DLC. And you know what, semua skin ini sudah ada dalam game. Pemain dipaksa untuk membelinya jika ingin mengakses skin tersebut. Lebih parahnya lagi, Season Pass TIDAK termasuk skin ini. Kalau kamu tidak membeli Season Pass, siapkan lebih banyak Microsoft Point untuk map-map baru yang akan dirilis nantinya (juga mungkin skin karakter).

Jangan salah, Epic juga sudah menyiapkan beberapa skin yang bisa di-unlock dari game dan achievement (nanti akan saya bahas di post selanjutnya).

Tapi, bagaimana pendapat saya soal DLC ini?

Sepertinya hanya video ini yang bisa mewakili perasaan saya:

Tapi jangan khawatir, CliffyB… saya yakin masih banyak yang akan beli kok (meskipun bukan saya). Toh banyak juga gamer yang beli Premium Theme dan Avatar Gear kan?

Classic skin is OK for me. Yang penting akurasinya!


SHARE
Previous articleSekuel Spiritual Panzer Dragoon
Next articleKingdom Hearts 3D Dream Drop Distance, Munculnya Cameo Baru yang Tidak Terduga!
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.