Lenovo IdeaPad A1… Tablet Android Murah Berkemampuan Tinggi

Nama Lenovo kian mendunia setelah mereka mendapatkan IBM PC Company Division pada tahun 2005, divisi IBM yang sebelumnya dikenal melalui seri notebook ThinkPad. Tidak heran, sampai saat ini pun banyak yang beranggapan jika notebook/netbook keluaran Lenovo mewarisi jiwa ThinkPad yang terkenal handal, berkualitas, dengan daya tahan dan kinerja tinggi.

Dan kini sebagai salah satu dari vendor komputer besar dunia, tidak heran jika mereka juga ingin meluaskan lini produknya ke wilayah tablet yang makin panas. Dan seperti yang lain, tidak ada kemungkinan selain Android yang memang menjadi satu-satunya sistem operasi terbuka yang naik daun. Dan perusahaan dari China itu pun sudah menyiapkan tiga model tablet untuk beberapa target pasar berbeda, IdeaPad K1, ThinkPad dan IdeaPad A1.

Warna-warni tablet pilihanku... Kalau saya sih, antara putih atau hitam saja! Jauhkan yang pink ya...

Kita mulai dengan yang paling terjangkau, dan juga ukuran yang paling laris di pasaran. IdeaPad A1, tablet berukuran layar 7 inchi yang rencananya dijual dengan harga sangat terjangkau, $199.99 (KURANG dari DUA juta men!!). A1 menjadi satu-satunya tablet dari lini pertama Lenovo yang mengusung Android 2.3 Gingerbread, dan diposisikan berkompetisi dengan para tablet sekelas serta e-book reader yang makin diterima karena makin berkembangnya media online menawarkan fasilitas feed yang mempermudah pengguna dalam mengikuti perkembangan berita.

IdeaPad A1 menyerahkan sepenuhnya kinerja komputasinya pada prosesor satu core Cortex-A8, dengan kecepatan 1GHz (setara dengan Samsung Galaxy Tab 7 inchi). Layarnya yang 7 inchi beresolusi 1024 x 600 pixel (juga sama dengan Galaxy 7 inchi, yang sayangnya, agak aneh karena sedikit bermasalah dengan kompatibilitas beberapa aplikasi). Kamu juga mendapatkan memory internal 8GB. Kemudian ada juga pilihan dengan memory lebih besar, yaitu 16GB yang bakal dijual $249, serta 32GB untuk $299. Atau kamu masih saja kurang puas dengan kapasitas internal super lega tersebut? Masih bisa di perbesar lagi menggunakan kartu microSD, yang saat ini saja maksimal sudah mendukung  hingga 64GB. Seperti Tabby 7 inchi-nya Samsung, RAM-nya juga 512MB – menurut saya kurang, namun jelas ada subsidi silang di sini. Sarana hiburan lainnya diserahkan pada kamera 3MP di belakang, dan kamera VGA untuk melakukan komunikasi video di casing depan. Video call via 3G? Sayangnya tidak, hanya melalui WiFi, karena memang si A1 ini TIDAK memiliki slot kartu SIM. Semua itu dipaket dalam sebuah produk yang cukup kompak, dengan ketebalan hanya 10.1mm, serta beratnya pun hanya 400 gram.

Pendek kata, IdeaPad A1 ini sangat-sangat worthed dengan apa yang ditawarkan – selain juga prestise karena nama Lenovo. Spesifikasinya “sebelas dua belas” dengan Samsung Galaxy Tab 7 inchi WiFi, namun dengan harga lebih murah lebih dari satu juta (menurut data terakhir, dijual di harga 3 jutaan)! Dan jika Lenovo siap merilisnya dalam waktu dekat, saya hanya bisa menyarankan untuk mengurungkan niatmu meminang Tabby lain yang harganya masih di atas 3 jutaan…

Satu yang pasti, jika spesifikasi setara dengan tablet Samsung yang masih dianggap sebagai pioneer Android tersebut, softwarenya jelas beda. Karena meskipun A1 sudah mengusung Gingerbread, namun itu hanya stock ROM Android, alias tanpa polesan apa pun dari Lenovo. Bandingkan saja dengan Galaxy Tab yang tampil cantik berkat polesan TouchWiz-nya Samsung. Selain itu, kelemahan lain A1 adalah tidak ada modul 3G (jadi seperti P1010 Galaxy Tab Wi-Fi yang tidak bisa dibuat telepon). Namun kamu bisa menyiasati untuk bisa online kapan saja menggunakan A1 dengan membeli modem WiFi yang saat ini sudah sangat terjangkau.


SHARE
Previous articleWindows 8 Janjikan Booting Super Cepat Hanya 8 Detik
Next articleA Thousands Sun, Jakarta World Tour, 21 September
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.