LG Optimus LU2300 Q2… Optimus Black plus Sliding Keyboard QWERTY!

Sebagai penggemar smartphone ber-keyboard sliding, saya selalu menanti kabar dirilisnya tipe baru yang menawarkan keyboard QWERTY nyaman – maaf pengguna Xperia Mini Pro, tapi jujur saja, keyboard-nya tidak nyaman untuk jari yang agak besar… hehe! Sejauh ini, tidak banyak smartphone Android pada khsusnya, yang datang dengan keyboard sliding (terutama yang nyaman). Sementara ini saya masih vote untuk HTC Desire Z karena keyboard QWERTY model slidingnya yang empuk dan enak digunakan. Dan kini LG mencoba kembali masuk ke segmen tersebut dengan mengkonfirmasikan keluarga Optimus baru lainnya. Inilah Optimus LU2300 Q2, yang datang dengan sliding keyboard QWERTY di balik layar. Sebelumnya LG sudah ancang-ancang menjulukinya Optimus Note. Namun sayang, nama “note” sudah digunakan Samsung untuk Galaxy mereka yang berlayar 5 inchi (tunggu ulasan kami mengenai Galaxy Note).

Sebelum kamu tergiur dengan spesifikasinya yang super, saya hanya mau menyebutkan satu yang mungkin bisa membuatmu mengurungkan daftar menjadikannya target buruan akhir tahun. Optimus LU2300 Q2 (halah, namanya susah… selanjutnya saya sebut dengan Q2 saja ya!) sejauh ini diposisikan sebagai smartphone hanya untuk pasar Korea, alias hanya bekerja di jaringan CDMA! Namun siapa tahu jika nantinya bakal ada versi “mendunianya” yang menggunakan jaringan GSM.

Melalui Q2, kamu menemukan layar 4-inch beresolusi WVGA atau 480 x 800 pixels, yang memiliki kerapatan pixel mencapai 233 ppi (atau 233 pixel per inchi layarnya). Seperti Optimus Black, Q2 terlihat memikat karena memilih NOVA sebagai sarana interaksi dengan jari. Demikian kamu bakal mendapatkan tingkat kecerahan layar yang tinggi, serta warna hitam dan putih yang lebih jelas. NOVA pada Optimus Black juga terbukti mampu mereduksi pantulan cahaya matahari, sehingga masih mudah dipantau di bawah terik siang hari, plus dilihat dari berbagai sudut pun tetap nyaman, karena tampilan layar tidak sampai kabur – well, itu semua berkat penggunaan bahan layar berteknologi IPS alias In-Plane Switching yang bisa juga kamu temui melalui iPhone 4.

NOVA jelas menjadi salah satu nilai jual Q2, karena tingkat kecerahan tinggi, brightness-nya bisa mencapai 700 nits! Bandingkan saja dengan tipikal netbook/notebook yang bermain di tingkat 200 hingga 300, walau ada yang mencapai 400 nits, seperti pada Samsung Series 9 yang akhir-akhir ini menjagokan layarnya yang mampu memancarkan kecerahan 400 nits!

Yang satu ini Optimus Q... Sayang ya, hanya untuk pasar Korea!

Jeroannya diperkuat dengan chipset NVIDIA Tegra 2 yang sudah dua core, dengan tiap core diset mencapai 1.2GHz – sedikit di atas Optimus 2X nih! Kamera 5 megapixel berada di casing belakang yang mampu merekam video HD, sedangkan kamera VGA berada di depan untuk melakukan video call. Walaupun berkonsep sliding, si Q2 tetap ringan dan tipis dengan ketebalan hanya 12.3mm dan beratnya 147g. Panjangnya sendiri 123 mm dan lebar 65 mm. Memory internal-nya 8GB, sedangkan RAM-nya belum diketahui, meskipun banyak yang memprediksi hanya 512MB saja – seperti Optimus 2X atau Black, dan sayang juga sih, kalau seandainya saja RAM 1GB, bisa keep-up dengan Galaxy S II. Kemudian ada port HDMI dan dukungan Wi-Fi Direct yang diklaim mengusung kecepatan 22 kali dibandingkan bluetooth!

Optimus Q unik karena ada duo trackball dan d-pad... Sayang, hanya untuk Korea ~_~

Smartphone yang sudah mengusung Android 2.3 Gingerbread ini menjadi penerus LG Optimus Q, yang memang disiapkan untuk pasar Korea Selatan saja. Namun semoga saja ada versi globalnya, mengingat spesifikasinya lumayan. Selain itu, dalam press release LG, saya mendapat info juga jika Q2 bakal muncul dengan dua warna, hitam dan putih.


SHARE
Previous articleArsenal Semakin Terpuruk, Man U Kian Kokoh di Puncak
Next articleYouTube Hadirkan Fitur Terbaru: “Edit Video”
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.