Lenovo IdeaPad K1… Alternatif Menggiurkan Dibandingkan Tablet 10-inch Lainnya?

Sebelumnya kami mengabarkan mengenai Lenovo IdeaPad A1, tablet baru dari Lenovo yang sangat worth karena harganya yang terjangkau. Selain A1 tersebut, ada dua tipe lain yang sudah disiapkan Lenovo, dan berikut ini yang diposisikan di atas A1, yaitu Lenovo IdeaPad K1. Tablet Android Honeycomb 3.1 berukuran layar 10 inchi ini memang duduk di kelas middle pada jajaran tablet Lenovo, dan siap bersaing dengan tablet Android lainnya dari Acer, ASUS, Motorola, Sony dan Toshiba atau bahkan Samsung.

IdeaPad K1 diperkuat oleh prosesor dual-core NVIDIA Tegra2, serta dikombinasikan dengan 1GB RAM. Internal storage-nya tersedia dalam tiga pilihan, baik itu 16, 32 dan 64GB, serta masih bisa diperbesar lagi melalui kartu microSD. Kamera belakangnya 5 megapixel, dan sensor 2 megapixel disematkan di depan untuk kebutuhan video call. Konektor micro-HDMI disediakan di sisi bawah, yang nantinya bisa kamu hubungkan dengan layar eksternal, dan menikmati video serta gambar dengan tampilan yang lebih lega.

Konektivitasnya lengkap, mulai Bluetooth, Wi-Fi dan juga yang absen dari A1, yaitu 3G (walaupun opsional, dan bergantung pada wilayah pemasarannya). Layarnya 10 inchi-nya menggunakan resolusi 1280×800 pixel. Tablet seberat 770 gram ini diklaim mampu bertahan selama 10 jam menggunakan baterai 2 cell 7400mAh. Seperti kebanyakan tablet Droid dari distributor ternama lainnya, secara software K1 bukan sekadar Honeycomb 3.1 saja, namun juga mendapatkan polesan kosmetik launcher pada homescreen buatan khusus Lenovo, serta juga app store pribadi yang diklaim oleh Lenovo lebih baik dibandingkan Android Market, secara mereka sudah memilah aplikasi yang di-register di sana apakah bisa bekerja lancar untuk K1.

Case-nya dijual terpisah...

Lenovo pun juga memasukkan aplikasi khusus Netflix untuk K1, yang tidak hanya bisa melakukan streaming movie, namun juga melihatnya melalui  TV melalui koneksi HDMI. Atau berkat adanya modul DRM spesial pada hardwarenya, konten yang di-stream tersebut bisa disimpan di dalam internal storage, serta bisa dinikmati nanti.

demikian juga dengan docking keyboard (seharga $80)

Sejauh ini, walaupun di luar sudah dirils per 28 Juli 2011 lalu, sepertinya masih belum ada petunjuk apakah Lenovo Indonesia bakal memasukkannya ke pasar lokal. Namun akhir Juli 2011 lalu, melalui sebuah event kampanye pemasaran “For Those Who Do” di Jakarta, K1 sempat didemokan. Semoga saja tablet yang dipatok dengan harga mulai $449 ini bisa dirilis di pasar lokal. Sebab K1 menarik berkat adanya modul 3G, sementara kompetitor lainnya (di rentang harga yang sama) masih belum.

Casing belakang bertekstur hanya untuk warna hitam...

Selain itu, jika mungkin kamu membayangkan produk Lenovo kurang berkelas karena mendapatkan sentuhan finishing produsen China, sepertinya anggapan itu salah. Karena dari banyak impresi yang saya dapatkan, termasuk selama event “For Those Who Do,” K1 terlihat memiliki build yang solid, serta yang kami sukai adalah penampang casing belakangnya dibuat dari plastik bertekstur. Seperti pada ASUS Transformer, dengan motif bertekstur pada casing belakang, membantu kita agar makin kuat ketika menggenggamnya dan mengurangi kemungkinan selip dari tangan. Namun untuk casing bertekstur tersebut, kamu perlu memilih yang warna hitam saja. Untuk warna lain, seperti putih, coklat dan merah, casing belakangnya tanpa tekstur dan mudah menerima jejak jari berminyak.

Bagian bawahnya menyimpan konektor ke docking keyboard, micro-HDMI dan juga headset/mic...

Dengan harga varian terendah $449 untuk yang storage 16GB dan Wi-Fi only (minus 3G), K1 langsung head-to-head dengan ASUS Transformer serta Acer Iconia Tab. Kemudian yang varian 32GB ditawarkan $499, tetap $100 lebih murah dibandingkan iPad2 atau Samsung Galaxy Tab 10.1. Sedangkan varian termahal, 64GB dipatok seharga $599.

Dan di samping, atau sisi atas jika kamu posisikan vertikal, ada tombol power, volume, pengunci layar, serta slot micro-SD...

Selain K1, sebenarnya Lenovo juga mengajukan IdeaPad P1 sebagai pioner pasar global di luar China, dan saat ini pun sudagh di jual di beberapa wilayah. P1 menjadi saudara kembar K1, dengan layar yang juga 10.1 inchi, resolusi 1280 x 800, namun Lenovo menyuntikkan prosesor Intel 1.5GHz dengan dukungan GPU Intel HD serta 2GB DDR2 RAM berkecepatan 800MHz. Kenapa butuh spesifikasi yang lebih tinggi? Karena untuk P1, kamu bisa memilih antara OS Windows 7 Stater, Home Basic, Home Premium atau Ultimate. Storage-nya sendiri juga sama seperti Ki, berjenis SSD namun dengan hanya dua pilihan, 32GB dan 64GB. Jika kurang, masih ada slot microSD untuk storage tambahan. Bahkan kamu juga mendapatkan port USB 2.0 untuk menghubungkannya dengan aksesoris lain. Ada kamera VGA di depan untuk video call, namun di belakang absen.

Opsi konektivitasnya juga sama seperti K1, dengan baterai 2 cell juga, walau klaim ketahanan baterainya di bawah K1, hanya sekitar enam jam saja. Pengalaman sih, meski diklaim 6 jam, jika Windows setelah lebih banyak aplikasi kamu tanamkan, bisa turun sekitar 1 hingga 2 jam dari klaim. Sementara software yang sudah diinjeksikan ke dalamnya seperti OneKey Rescue System, Microsoft Security Essentials, Microsoft Office 2010, Lenovo eBook Reader, Arcsoft TotalMedia Center, Plants vs. Zombies hingga Angry Birds.

Untuk keterangan spesifikasi lengkap K1, bisa download saja PDF-nya di sini. Sedangkan untuk P1, yang sejauh ini belum jelas kapan dirilis, bisa kamu cek di sini.


SHARE
Previous articleAyo Kenalan dengan Karakter Baru Tales of Innocence R, Kyu Kyu!
Next articleLamborghini Sesto Elemento siap di produksi !
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.