Satu Asa Untuk BlackBerry Playbook… Menjalankan Aplikasi Android

Sering saya mendengar jika tablet pertama RIM, BlackBerry Playbook selalu disalahkan atas kinerja buruk target penjualan tablet tersebut. Padahal sebenarnya berpotensi besar, spec yang mumpuni, dan sistem operasi  BlackBerry Tablet OS yang juga cukup kencang. Hanya sayang, mungkin karena lebih berfungsi jika ditandemkan dengan smartphone BlackBerry, dan karena memang pengguna BBM juga lebih nyaman ber-BBM di layar mungil daripada harus repot membawa layar tambahan 7 inchi, Playbook tidak begitu sukses penjualannya. Namun semoga saja keadaan bisa segera berubah, apalagi dengan rencana RIM untuk menggelontorkan update  Tablet OS 2.0, yang fitur utamanya adalah Android player!! Fitur tersebut memungkinkanmu menjalankan (secara emulasi) aplikasi Android melalui Playbook. Sayangnya, ada batasan tertentu dari RIM ketika kamu menjalankan aplikasi Android di dalam Playbook… Berikut ini dukungan Android Player dalam Playbook”

  • Live wallpapers
  • SIP dan SIP VoIP (komunikasi voice dan video, Android text-to-speech)
  • App widget
  • Semua aplikasi yang dikembangkan menggunakan Native Development Kit (NDK). NDK itu sendiri digunakan untuk mem-port aplikasi OS lain ke Android.
  • Aplikasi dengan lebih dari satu activity bakal terikat pada Launcher
  • Adanya penagihan dalam apalikasi

Bisa disimpulkan, bakal banyak aplikasi Android yang bisa dijalankan, namun karena batasan NDK dan activity, sepertinya juga bakal banyak juga yang tidak bisa kamu jalankan. Semoga saja batasan itu bukan disengaja ada, namun nantinya bisa dihilangkan dalam update OS-nya.


SHARE
Previous articleTablet for Gamer… Gameloft Mengkonfirmasikan Lima Game HD Untuk “Sony Tablet”
Next articleToshiba Mencicipi Madu Android… Setelah 10.1, Thrive 7 Inchi Hadir Melengkapi
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.