Review: Shark Night 3D, Para Hiu Ganas Siap Menteror dan Memangsa Manusia Kembali

Judul Film : Shark Night 3D
Dev / Pub : Rogue / Relativity Media
Tanggal Rilis : 2 September 2011
Genre : Horror / Thriller

Apa yang terlintas di pikiran anda ketika disuruh menyebutkan judul film yang menceritakan tentang seekor hiu ganas yang menyerang dan memangsa manusia, tentu saja jawabannya adalah sebuah film yang pertama kali muncul pada tahun 1975 berjudul Jaws. Pada saat itu film ini sangat terkenal dan sudah memiliki tiga sekuel (Jaws 2, Jaws 3 dan Jaws: The Revenge). Selain itu anda pasti masih mengingat tema musik yang sangat khas dimainkan ketika hiu tersebut berenang mendekati mangsanya bukan?

Setelah masa Jaws lewat, beberapa tahun kemudian tepatnya tahun 1999 ada sebuah film bertema ikan hiu lainnya yang menurut saya menarik dan bagus berjudul Deep Blue Sea karena cerita dan ketegangan yang diciptakan dalam film ini menurut saya juga cukup baik walaupun belum bisa menyamai seri Jaws tentunya.

Pada awal September lalu kembali dirilis sebuah film bertema hiu pemangsa berjudul Shark Night 3D yang kali ini tampil dengan efek 3D. Film ini sendiri disutradarai oleh David R Ellis yang juga pernah membesut film Snakes on a Plane dan The Final Destination (Final Destination 4).

Film Shark Night 3D menceritakan tentang sekelompok murid dari sebuah perguruan tinggi yang berjumlah tujuh orang sedang mengalami kebosanan serta tekanan menghadapi pelajaran. Salah seorang dari kelompok tersebut bernama Sara (Sara Paxton) mengusulkan untuk menghabiskan weekend dengan berlibur di Lousiana, pada sebuah kabin pribadi milik keluarga Sara biasa berlibur yang terletak di sebuah danau bernama Pontchartrain. Dalam perjalanan mereka Sara bertemu dengan mantan pacaranya yang bernama Dennis (Chris Carmack) dan temannya Red, mereka sempat terlibat dalam pertengkaran kecil yang akhirnya bisa diselesaikan. Ketika mengendarai sebuah speedboat menuju kabin, sheriff setempat mengejar dan mendatangi Sara dan teman-temannya serta sempat mengancam mereka tetapi sekali lagi bisa diselesaikan dengan baik.

Mereka memulai liburan mereka dengan berjemur dan melakukan ski air. Saat melakukan ski air salah satu teman mereka bernama Malik (Sinqua Walls) diserang oleh seekor hiu yang secara tiba-tiba datang dan membuatnya terjatuh ke air. Hiu tersebut berhasil menggigit tangan kanan Malik hingga putus. Ketika teman-temannya berusaha menolong, Malik berhasil sampai ke tepi danau namun sudah kehilangan salah satu tangannya. Mereka semua mengira bahwa tangan Malik putus disebabkan oleh kecelakaan yang baru saja terjadi tetapi ketika Nick (Dustin Milligan) kembali ke air untuk mencari dan mengambil lengan Malik namun hiu tersebut berusaha untuk memangsa Nick dan membuatnya kembali ke tepi danau dengan selamat. Mereka berusaha untuk membawa Malik ke rumah sakit terdekat untuk pertolongan.

Pada akhirnya Nick, Sara dan Maya (Alyssa Diaz) membawa Malik dengan kapal, namun darah yang menetes dari luka yang dialami Malik kembali menarik perhatian hiu ganas tersebut dan menyerang kapal yang mereka tumpangi. Maya pun jatuh ke dalam air dan menjadi santapan hiu tersebut. Setalah memangsa Maya, hiu tersebut tidak lantas diam dan terus menyerang kapal mereka sehingga kapal tersebut akhirnya menabrak sebuah pompa bensin dan akhirnya meledak. Nick, Sara dan Malik berhasil selamat dari insiden itu.

Setelah beberapa saat, Dennis dan Red datang untuk menawarkan bantuan untuk membawa Malik ke rumah sakit namun Nick menolak dan hanya membawa dua teman mereka Beth (Katharine McPhee) dan Gordon (Joel David Moore) untuk ke kota mencari bantuan. Dalam perjalanan mereka di kapal Red mangatakan mengenai asal usul hiu ganas itu berasal akibat badai yang terjadi di tempat tersebut. Namun ada juga kabar yang mengatakan bahwa hiu ganas tersebut sengaja ditaruh dan dipelihara di sana oleh seseorang. Pada akhirnya Dennis dan Red mengatakan bahwa merekalah orang yang menaruh dan memberi makan hiu tersebut dengan manusia. Dennis pun mendorong Gordon sehingga jatuh ke air dan ketika berusaha menyelamatkan dirinya, dia dimangsa oleh hiu  berjenis Mako yang wujudnya mirip dengan ikan makarel namun dengan ukuran besar dan ganas tentunya. Beth pun tidak luput dari musibah dan dimangsa oleh hiu berjenis Cookiecutter yang berukuran kecil dan berkelompok mirip piranha cara memangsanya.

Dengan hanya tersisa Nick, Sara, Malik dan Blake (Chris Zylka), mereka akhirnya mencoba membunuh hiu tersebut dengan Malik sebagai umpan dan merekapun berhasil membunuh hiu seekor hiu berkepala palu dan menemukan sebuah kamera terpasang di tubuh hiu tersebut dan mereka mulai merasakan adanya suatu keanehan. Namun Nick berpendapat bahwa bukan hiu ini yang menyerang Malik dan Blake memutuskan membawa Malik dengan sebuah jet ski ke kota untuk bantuan. Dalam perjalanan mereka pun kembali diserang dan Malik mengorbankan dirinya untuk menjadi santapan tetapi Blake pun pada akhirnya turut menjadi santapan hiu putih tersebut yang langsung melompat dari depan dan melahap Blake yang masih berada di atas jet ski (hiu atau lumba-lumba nih bisa lompat he4).

Sheriff mendatangi Sara dan Nick yang berada di kabin dan mencoba untuk membuat mereka tidak sadarkan diri dengan menaruh obat tidur pada sup yang dibuat oleh sheriff untuk mereka berdua. Sarah tidak meminum sup yang dibuat dan berhasil mengetahui perbuatan yang dilakukan sheriff tersebut namun semua sudah terlambat, Nick dan Red datang membawa dirinya sedangkan Nick yang pingsan dibawa oleh sheriff untuk menjadi makanan bagi si hiu harimau tersebut. Sedangkan Sarah dikurung dalam sebuah sangkar untuk ditaruh di dalam air untuk menjadi santapan hiu lainnya. Mampukah Nick dan Sara menyelamatkan nyawa mereka dari teror para orang-orang gila serta hiu-hiu ganas tersebut? Apa yang menjadi motivasi para penjahat melakukan hal tersebut kepada Sara dan teman-temannya? Semuanya akan terjawab di akhir film ini.

Menurut saya film ini cukup menarik untuk ditonton karena memiliki dua tema sekaligus di dalam ceritanya yaitu horor dan thriller yang tidak hanya disebabkan oleh hiu-hiu ganas tersebut tetapi juga dari orang-orang (bisa dibilang psikopat) yang berusaha untuk membunuh mereka. Selain itu di film ini hampir sepanjang durasinya kita akan melihat wanita berbikini yang memamerkan lekuk tubuh tentunya yang mungkin juga menjadi nilai jual untuk film ini serta bervariasinya jenis hiu yang hadir dalam film ini sehingga kita tidak dihadapkan pada satu hiu itu saja dan merasa bosan. Film ini juga memiliki banyak kekurangan menurut saya terutama dari segi ceritanya yang sederhana dan biasa saja, akting para karakter yang juga terlihat biasa saja, para hiu yang terlihat bodoh karena lebih banyak para karakter yang mengendalikan cerita dibanding para hiu tersebut, ketegangan yang dirasakan juga sangat kurang. Memang film ini bukanlah sebuah film besar dan sukses di pasaran walaupun pernah masuk dalam jajaran box office, namun film ini bisa dibilang cukup untuk menghibur bagi penyuka film horor atau thriller dengan banyaknya darah yang dihadirkan dalam film ini. Dengan adanya review ini, jadi bisa diputuskan apakah anda akan menontonnya atau melewatkannya begitu saja nanti dan mampukah film ini bersaing dengan sekuel Piranha yang akan hadir tahun ini juga. Untuk Indonesia sepertinya film ini akan hadir tidak lama lagi karena sudah masuk dalam daftar comming soon dan untuk lebih menambah ketegangan boleh juga kita menikmati versi 3D nya nanti. (Steven)

httpv://www.youtube.com/watch?v=ULybKyCjhnA



SHARE
Previous articleLord of The Rings Dalam Balutan RPG?
Next articleWarner Bros. Siap Reboot Mortal Kombat ke Layar Lebar
Saya menyukai game sejak dari kecil dan konsol pertama yang saya miliki adalah Atari. Hampir semua jenis genre game saya sukai namun saya paling menyukai genre RPG. Selain hobi bermain game saya juga suka menonton film, anime, tv series dan membaca buku. Saya sudah mengenal media game sejak adanya majalah Game Master, 3D, Ultima, Ultima Nation Next Generation, Optima, sampai saat ini Zigma. Dari media-media inilah saya mendapatkan inspirasi untuk mencoba belajar mengembangkan kemampuan/hobi saya di dalam menulis walaupun masih banyak belajar dan saat ini sudah tersedia suatu wadah dimana saya dapat mengembangkannya melalui duniaku.net. Melalui wadah tersebut diharapkan saya dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan dan kemajuan di bidang game dan bidang hobi lainnya.