“Style-Over-Function”… Inilah Sony Tablet S yang Stylish!

Dua tablet stylish yang menggoda... bentuknya menyiratkan dua segmen berbeda!

Sony pun ikut menceburkan diri di lautan “blue ocean.” Berkat iPhone dan iPad yang sukses mendobrak konsep konservatif sebuah smartphone berlayar sentuh serta tablet PC klasik, makin banyak pengguna awam yang menggunakan fungsinya. Mereka yang terkadang hanya iseng ikut-ikutan membeli karena akhirnya menjadi bagian lifestyle (atau biasa disebut pasar casual), jumlahnya pasti akan terus bertambah seiring makin mudahnya edukasi dan pengaruh mengenai fungsi sebuah tablet, atau yang akhir-akhir ini juga dijuluki sebagai slate PC. Dan jika kita bicara “style-over-function,” memang masih sang pioner iPad dari Apple (jika bicara ranah tablet) tetap menduduki tahta. Namun kembali ke style itu sendiri, di luar Apple masih ada developer lain, dengan platform berbeda, yang siap mencuri lifestyle. Inilah Sony dengan sepasang tablet perdananya, Sony Tablet S dan Sony Tablet P.

Tablet P belum dirilis, namun mengingatkan saya dengan Toshiba Libretto W100 dengan layar gandanya ... atau malah sekilas tampak seperti PlayStation3 ya!

Ketika saya menyebutkan platform berbeda, pasti langsung terbesit Android. Dan benar, kedua tablet yang sebelumnya dikenal sebagai Sony S1 dan Sony S2 tersebut datang dengan ”jiwa” Android 3.1 Honeycomb. Memang sudah banyak Honeycomb bermunculan sejak kuartal pertama, walaupun kebanyakan ”menderita” karena diganjar konsep desain yang sama, yang akhirnya kembali merujuk pada kata ”meniru iPad.” Memang ada yang berani dan mengenalkan konsepnya sendiri, seperti Asus dengan EeePad Transformer serta Slider yang unik berkat keyboard opsional/terintegrasi yang fungsional, LG dengan Optimus Pad yang dengan percaya diri mengklaim sebagai tablet pertama berfitur stereoscopic 3D, atau HTC melalui Flyer yang langsung membuat penggunanya merasa ”berkelas” berkat premium build dan finishing-nya serta tak bisa diacuhkan aksesoris stylus khusus dengan aplikasi menarik HTC Scribe. Mereka memiliki konsep dan pengaplikasian unik untuk membedakan dengan tablet lainnya. Namun di antara itu semua, kami belum menemukan yang benar-benar stylish, kecuali Tablet S dan Tablet P ini. Mampukah Sony dengan generasi pertama tablet mereka ini bersaing dengan developer lain, seperti Samsung dan beberapa nama lainnya, yang sudah masuk ke generasi kedua line-up tabletnya?

Semua sudah beredar di Indonesia... ada EeePad Transformer yang bisa "berubah" menjadi netbook, Optimus Pad yang lihai mengolah obyek 3D, serta Flyer dengan stylush-nya yang berfungsi layaknya "kuas lukis" masa depan...

Sedikit ke belakang, Sony mengkonfirmasikan keduanya melalui event tunggal Sony IT Mobile Meeting yang digelar Sony Corporation pada 26 April 2011. Saat itu dikenalkan dengan hanya kode nama Sony S1 dan S2. Impresi awal media yang hadir selama pengenalan pertama tersebut, selain desain yang langsung membuat mata terkunci, di dalam tubuh keduanya mengalir aura PlayStation. Namun dalam peluncuran resminya di Berlin dan Tokyo pada 31 Agustus 2011 lalu, Sony pun mengkonfirmasi lineup tablet mereka nantinya disebut sebagai Sony Tablet, dan kode nama S1 serta S2 pun diubah menjadi Tablet S dan Tablet P. Keduanya mengusung fitur standar tablet, touchscreen (dua layar untuk Tablet P), dua kamera (belakang 5 MP, dan depan 0.3 MP), sensor infrared, Wi-Fi, PlayStation Suite, DLNA (yang sepertinya bakal dimanfaatkan Sony untuk menghubungkan tablet ini dengan perangkat multimedia lain seperti televisi melalui koneksi WiFi), dan tak ketinggala juga mampu menangkap jaringan 3G/4G – walaupun di versi awal ini modul 3G ditiadakan.

Kemudian pada 11 September 2011 lalu, Sony Tablet S mulai dijual di pasaran. Tablet ini ditawarkan dengan satu layar sentuh multitouch berukuran 9.4-inch (dengan lebar diagonal 240 mm). Ukuran yang beda dibandingkan pilihan lain yang sudak eksis. Berbeda dengan tablet kebanyakan, Sony mendesain si S ini seperti majalah yang dilipat. Sehingga kamu dapatkan casing belakangnya memiliki bagian yang menebal, seperti ujung majalah yang kita lipat saat membacanya. Sehingga ketika kamu mengoperasikannya secara landscape, maka ujung atas piranti ini menjadi tiga kali lebih tebal dibandingkan bagian bawahnya. Dan bagian yang tebal itu sekaligus memposisikan Tablet S dengan sudut yang miring ketika diletakkan pada bidang datar – makin membuat kita nyaman melihat layarnya.

Memang saat kamu membelinya masih Android 3.1 Honeycomb, sedangkan Sony sendiri sudah memberikan Android 3.2, dan disarankan kamu langsung meng-update untuk memperbaiki sedikit kendala ketika mengoperasikannya secara portrait. Sedangkan otaknya, diserahkan kepada chipset Nvidia Tegra 2 dengan dua core, berkecepatan 1000 MHz. Setara dengan tablet lain, kamu juga dapatkan RAM sebesar 1GB, serta opsi pilihan storage 16 atau 32GB. Menurut data di Sony Online Store, kamu bisa menebus tablet ini dengan $499, walaupun untuk retail harganya bisa $479, atau $493 jika menurut Amazon. Berharap saja semoga Sony Indonesia juga segera memeasarkannya

Sayang banget ya, Sony membuat charger dengan model kepala khusus, alias proprietary connector untuk kedua tablet mereka. Coba mereka pilih mini USB ya, yang lebih universal, sehingga bisa menggunakan charger piranti lainnya.

Bagian depannya begitu datar, dengan bingkai hitam tebal di sekeliling layar 9.4″, beresolusi 1280×800. Sony menyebutnya sebagai layar TruBlack. Detail ukurannya adalah 241.2 mm untuk panjang x 174.3 mm lebar x 10.1 mm tepat di bagian yang paling tebal.

TruBlack itu bukanlah jenis layarnya, melainkan lapisan tambahan penutup layar, yang disinari oleh pancaran LED. Berkat lapisan tersebut, pembiasan cahaya LED bisa dikendalikan dan menghasilkan warna yang lebih hidup.

Sony mendesain Tablet S seergonomis mungkin. Memang satu ujung lebih tebal sekan membuat distribusi berat tidak merata. Namun pada kenyataannya justru menggenggam di bagian yang tipis terasa ringan, berkat berat Tablet S yang hanya 598 gram. Bagian belakangnya juga bertekstur polka dot. Kamera di belakang memberikan resolusi 2592×1944 pixel, sedangkan di ujung kanan bawah ada konektor charger.

Berkat bentuknya itu juga, meletakkannya di meja misalnya, mempermudahmu melihat apa yang ditampilkan pada layar.

Di sebelah kanan tubuhnya, kamu dapatkan tombol power, status LED, tombol volume dan tombol reset. Karena posisinya ditempatkan agak ke dalam, menghindarimu tidak sengaja menekannya. Selain itu juga ada lubang speaker di sebelah logo Sony.

Sedangkan pada casing sebelah kiri, kamu temukan lubang speaker lainnya di sebelah lubang untuk tali / strap holder. Terus ke ujung kanan, ada port audio, serta kompartemen kecil yang bisa dibuka. Di dalamnya tersimpan port mini USB dan slot micro SDHC.

Detail spesifikasi lainnya, adalah fungsi Wireless B/G/N (72Mbps TX/RX). Tablet S juga menyimpan modul Bluetooth 2.1+EDR dan GPS. accelerometer 3-Axis , sensor Gyro dan digital compass, serta yang agak unik adalah disematkannya fungsi IR (infra red) serta aplikasi khusus remote control.

Bagaimana kinerja Tegra 2 di Tablet S ini? Tunggu ulasan kami selanjutnya, bagaimana performanya memainka game dan PlayStation, bersama detail antar muka serta hasil benchmark-nya…

Introducing the Sony Tablet

Sony Tablet S First Time Initial Setup

Sony Tablet S: Throw DLNA Content


SHARE
Previous articleThe Three Musketeers, Kembalinya Tiga Pendekar Legenda!
Next article15 Seri Tales, 30 Karakter dalam “Dynasty Warriors” ala Tales of
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.