Today Video Games Life Lessons (1/10/2011)

Life Lesson: Seandainya ayahku tidak membuangku ke jurang pada saat aku remaja, pasti saat ini kami tidak akan saling bermusuhan, dan anakku tidak akan berambisi menguasai dunia – Kazuya, Tekken Series (1994 – 2011)

Real Deal: Untuk para orang tua ataupun calon orang tua. Mungkin saat ini kamu baru saja dikejar deadline, habis dimarahi bos, atau menghadapi masalah yang berat. Saat itu pasti emosimu sedang jelek-jeleknya. Sudah emosimu lagi tidak enak, eh, anakmu merengek-rengek meminta sesuatu atau hanya sekedar ingin dimanja. Saat hal itu terjadi, tersenyumlah, jangan marah apalagi membuang anakmu ke jurang (Suer, gak worth!!). Bagi para pria yang sudah berumah-tangga, apalagi sudah menggendong anak, pasti merasakan beratnya hidup ini. Rasa penat, letih, pegal, setelah bekerja seharian akan hilang saat melihat senyum istri dan anak kita di rumah. Lagian Istri dan anak adalah dua pintu rejeki yang dijanjikan Tuhan. Pasti ada aja deh duidnya kalau untuk urusan mereka berdua.

Untuk anak-anak yang kebetulan membaca life lesson hari ini kalian juga harus mengerti beban kedua orang tuamu. Jadi sebagai anak yang baik enggak ada salahnya kamu sedikit mengendorkan urat “mah minta mah” atau “pah minta pah“. Ada kalanya kamu harus berhenti meminta mainan yang paling baru atau kaset PS3 yang baru saja dirilis. Kasihan kan mereka berdua capek mencari uang agar kamu bisa makan, tidak kelaparan, agar kamu bisa memakai baju yang layak, tidak telanjang dan agar kamu bisa tidur dengan tenang di rumah yang nyaman, tidak dipingir jalan. Jangan mentang-mentang ayahmu tidak memberikan Tekken Zaibtasu pada dirimu lantas kamu menguasai dunia melalui perusaah lain bernama G-Corps. Itu mah sama aja!!

httpv://www.youtube.com/watch?v=dOcUyUGqOgQ


SHARE
Previous article15 Seri Tales, 30 Karakter dalam “Dynasty Warriors” ala Tales of
Next articleDi Pantai Bersama Kristen Stewart Dalam Snow White and the Huntsman
Pemuda tambun yang hobinya main RPG (Role Playing Game. Buka Rocket Propelled Grennade) ini, memulai karirnya sebagai penulis lepas di salah satu majalah game yang tidak terlalu hit. Karena jatuh cinta pada dunia tulis menulis, Estu akhirnya memberanikan diri mengerjakan sebuah proyek portal game yang cukup ambisius di jamannya. Rupanya setelah portal game tersebut beroperasi beberapa masalah eksternal dan internal mulai menerpa silih berganti. Karena merasa kebebasannya digawangi, akhirnya Estu memutuskan berhenti dan memulai bisnis kecil-kecilan. Dari perjalanan bisnisnya Estu mendapatkan berbagai filosofi yang terus menerus dipakai hingga sekarang. Salah satunya adalah "keberuntungan adalah persiapan bertemu dengan kesempatan - Seneca" atau "Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat - Thomas Alva Edison". Di tengah-tengah jadwalnya yang cukup padat, Estu selalu sempat meluangkan waktu untuk bermain game, menonton film dan menulis artikel.