FIFA 12 Maximum Tournament Report

Jakarta, 5 Oktober 2011 – Maximum Entertainment bekerja sama dengan Multi Toys dan SONY Indonesia menyelenggarakan even kompetisi game FIFA 12 yang dinamakan FIFA 12 Maximum Tournament. Kompetisi ini diselenggarakan sebagai salah satu rangkaian event dalam acara Multi Toys Great Sale Festival.

Acara kompetisi ini dilangsungkan di Mall of Indonesia, Kelapa Gading, pada tanggal 2 Oktober 2011, bertepatan dengan diadakannya sale besar-besaran yang diselenggarakan oleh Multi Toys yang bernama even Multi Toys Great Sale Festival.

Pada turnamen ini, Maximum Entertainment bekerjasama dengan Multi Toys dan SONY Indonesia menyediakan hadiah berupa uang tunai dengan jumlah total Rp. 2.000.000,-. Rincian hadiah tersebut adalah sebagai berikut, uang tunai sebesar Rp1.000.000,- sebagai hadiah juara pertama, uang tunai sebesar Rp. 600.000,- untuk juara kedua, dan juga uang tunai sebesar Rp.400.000,- untuk juara ketiga.

Alasan penggunaan game FIFA 12 dikarenakan game ini merupakan seri FIFA yang baru saja dirilis di pasaran sehingga sangat fresh. Game ini diharapkan mampu menjembatani pemain FIFA senior dengan para pemain FIFA yang masih baru atau sekedar coba-coba.

FIFA 12 Maximum Tournament ini adalah turnamen FIFA 12 yang pertama kali diadakan di Indonesia. FIFA 12 adalah game sepakbola terbaru yang baru saja dirilis oleh EA pada tanggal 28 September 2011 yang lalu. Game ini merupakan installment terbaru dari seri FIFA. Yang jelas, game ini sudah ditunggu-tunggu para penggemar game bola yang mengikuti seri FIFA setiap tahunnya. Dalam game ini EA memperkenalkan sebuah sistem baru yang diberi nama Tactical Defending. Dengan adanya sistem tersebut aksi giring-menggiring bola akan terasa lebih intens dan menantang. Pemain tidak lagi hanya adu strategi saja, tetapi mereka juga harus lihai memainkan si kulit bundar di lapangan hijau.

Para peserta yang ingin ikut serta dalam kompetisi ini bisa langsung mendaftarkan dirinya pada hari H tanggal 2 Oktober 2011 di ajang Multi Toys Great Sale Festival sejak pukul 10.00. Ketika kompetisi ini dimulai pada pukul 12.30, sebanyak 60 slot telah diisi oleh para gamer yang antusias. Karena banyaknya peserta, babak penyisihan dibagi menjadi 8 Pool, yaitu Pool A, Pool B, Pool C sampai Pool H. Para peserta menempati pool-pool tersebut dengan cara diundi.

Turnamen ini menggunakan sistem gugur dan menggunakan sistem gugur. Para peserta tidak diharuskan menggunakan controller yang telah disediakan, Mereka boleh menggunakan controller mereka sendiri.

Pertandingan pertama dimulai para pukul 10.00 WIB. Pool yang dipertandingkan diacak sedemikian rupa agar para pemain bisa beristirahat dengan maksimal. Setelah seluruh pertandingan dalam kedelapan pool selesai digelar, diambil satu orang pemenang dari masing-masing pool yang berhak masuk ke babak semi final. Kelima orang tersebut adalah Karim, Atir, Bayu, Tino dan Roni

Setelah melewati babak semifinal yang seru dan menegangkan, akhirnya Karim dan Atir melaju ke babak Grand Final sedangkan Bayu harus puas berada di posisi ketiga.

Tak lama kemudian, babak Grand Final yang telah ditunggu-tunggu pun digelar. Para penonton sangat antusias menyaksikan jalannya pertandingan yang cukup sengit. Karim menggunakan berbagai trik untuk menembus pertahanan Atir sedangkan Atir berusaha mati-matian menahan gempuran Karim dengan berbagai strategi dan gerakan-gerakan yang memesona, ternyata Atir berhasil mengungguli Karim dan memenangkan turnamen FIFA 12 pertama di Indonesia ini.

Hasil akhir dari FIFA 12 Maximum Tournament ini adalah:

Juara Pertama : Atir, mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp1.000.000,-
Juara Kedua : Karim, mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp600.000,-
Juara Ketiga : Bayu, mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 400.000,-

 


SHARE
Previous articleMainan Fourze.. Ikut Berseri LHO!!
Next articleBloody Roar Kembali Bangkit! Benarkah?
Pemuda tambun yang hobinya main RPG (Role Playing Game. Buka Rocket Propelled Grennade) ini, memulai karirnya sebagai penulis lepas di salah satu majalah game yang tidak terlalu hit. Karena jatuh cinta pada dunia tulis menulis, Estu akhirnya memberanikan diri mengerjakan sebuah proyek portal game yang cukup ambisius di jamannya. Rupanya setelah portal game tersebut beroperasi beberapa masalah eksternal dan internal mulai menerpa silih berganti. Karena merasa kebebasannya digawangi, akhirnya Estu memutuskan berhenti dan memulai bisnis kecil-kecilan. Dari perjalanan bisnisnya Estu mendapatkan berbagai filosofi yang terus menerus dipakai hingga sekarang. Salah satunya adalah "keberuntungan adalah persiapan bertemu dengan kesempatan - Seneca" atau "Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat - Thomas Alva Edison". Di tengah-tengah jadwalnya yang cukup padat, Estu selalu sempat meluangkan waktu untuk bermain game, menonton film dan menulis artikel.