Bloody Roar Kembali Bangkit! Benarkah?

Tahun 2010 dan 2011 ini memang menjadi kembalinya masa keemasan game fighting. Berbagai IP besar seperti Street Fighter, Soul Calibur, Marvel vs Capcom, Dead or Alive, Mortal Kombat kembali bermunculan. Judul-judul baru juga bermunculan, sebut saja Persona 4: The Ultimate di Mayonaka Arena atau game indie, Skullgirls. Bahkan game yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, seperti Street Fighter X Tekken.

Jika tren ini dilanjutkan, bisa jadi lebih banyak game fighting lain yang akan bangkit dari kubur. Darkstalkers, Power Instinct, Battle Arena: Toshinden, Bushido Blade, atau Physic Force baru bisa diumumkan kapan saja.

Salah satu pengumuman paling mengejutkan datang dari Hudsonsoft, yang akan menghidupkan kembali Bloody Roar, dengan kode ‘Bloody Roar 2012’ (mungkin akan dirilis tahun 2012 ya?).

Kalau kamu nggak familiar dengan judul tersebut, Bloody Roar adalah seri game fighting kebanggan Hudson yang sempat berjaya di era PS1. Keunggulan game ini adalah karakter-karakternya yang setengah ‘beast’. Mereka dapat berubah wujud menjadi monster setengah hewan (werewolf, manusia harimau, dsb) dan bertarung lebih ganas.

Bagaimana reaksi penggemar game fighting?

Hmm, banyak yang tidak terlalu perduli. Tapi banyak juga yang kegirangan. Mereka menampilan rasa sukacitanya dengan sangat ekspresif, seperti di bawah ini…

Saya pribadi sangat skeptis dengan kebangkitan Bloody Roar. Pertama, fanbasenya terlalu kecil untuk bersaing dengan nama-nama besar macam Street Fighter, Tekken, atau King of Fighters. Bahkan untuk diadu dengan IP baru semacam BlazBlue sekali pun, Bloody Roar akan sulit. Gameplaynya pun selama ini terkesan generik. Tapi saya tetap akan memberikan kesempatan. Bagaimana pun juga, game ini punya potensi.

Yang mengejutkan (dan menyedihkan bagi sebagian orang)… ternyata, berita yang berasal dari Twitter ini hoax. Akun HudsonSoftLtd pun ternyata palsu belaka. Link gambar Bloody Roar 2012 terakhir malah menunjukkan gambar sebagai berikut:

Sejauh ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait. Tapi bisa jadi hal ini (dan kekecewaan beberapa orang, yang bisa dilihat di bawah) bisa menjadi landasan bagi studio mana pun untuk melanjutkan Bloody Roar.


SHARE
Previous articleFIFA 12 Maximum Tournament Report
Next articleBuat Bapak yang Sayang Anak… Motorola Xoom Family Edition
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.